Panorama Wisata

welcome to our blog

We are Magcro

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

Followers

Footer Widget 2

AIR KRAN SIAP MINUM

Labels

Pages

Blogger news

Download

BTricks

BThemes

Recent Posts

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Pulau Komodo - NTT

    Pulau Komodo terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau itu menjadi tempat hidup hewan komodo. Tak heran jika banyak Para wisatawan, baik lokal dan mancanegara, sering berkunjung ke Pulau Komodo. Terlebih bagi wisatawan yang memang gemar bertualang di tempat terbuka. Keindahan alam Pulau Komodo tercermin dari kondisi hutan yang asri. Termasuk juga hutan bakaunya. Hutan bakau menjadi salah satu keistimewaan Pulau Komodo. Sebab hutan itu tetap terlihat hijau meski musim kemarau tiba. Keindahan panorama alam Pulau Komodo, juga terlihat di daerah pesisir pantai dan lautnya. Kondisi air laut di perairan Pulau Komodo, jernih. Keindahan biota di laut juga tak kalah memukaunya dengan panorama darat.

    Pemandangan alam di Pulau Komodo sangat indah. Tak heran bila pulau ini sering dikunjungi wisatawan. Taman Nasinal Komodo yang terkenal dengan habitat Binatang Komodo-nya, ternyata mempunyai keindahan dan pesona lainnya. Taman nasional Komodo yang terdiri dari tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil, yang fungsinya untuk melindungi komodo dan habitatnya, juga terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan Asia dan hewan Australia.

    Di Taman Nasional Komodo tersebut terdapat 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia. Taman Nasional Komodo dan sekitarnya adalah rumah bagi salah satu lingkungan laut terkaya dan paling beragam di dunia. Lebih dari 50 tempat menyelam yang unik telah disurvei dan dipetakan bagi pengunjung taman. Ini juga rumah bagi lebih dari 1.000 spesies ikan dan 250 jenis karang pembentuk terumbu. Taman Nasional Komodo memiliki dua lingkungan laut yang berbeda, satu di utara dan yang lainnya di selatan taman. Tidak salah bila wilayah ini dikukuhkan sebagai World Heritage Site oleh UNESCO.
    Pulau Komodo - NTT

    Pulau Komodo - NTT

    Pulau Komodo - NTT

  • Taman Laut Bunaken - Sulawesi Utara

    Bunaken adalah sebuah pulau dengan luas 8,08 km² di Teluk Manado, Propinsi Sulawesi Utara. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektar dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen.

    Pecinta diving, pasti terpuaskan di Bunaken yang sedikitnya memiliki 40 lokasi penyelaman yang menyajikan berbagai jenis ikan tropis dan terumbu karang. Salah satunya jenis karang hidup, berupa terumbu karang tepi dan penghalang. Paling menarik perhatian adalah terumbu tebung karang vertikal yang membentang sepanjang 50 meter. Jenis ikan besar seperti marlin, tuna, pari, layar, cakalang, barakuda, hiu kepala palu kadang menyinggahi perairan ini. Maklum, kerusakan Taman Nasional Bunaken relative lebih rendah dibanding taman laut lain yang tersebar di Indonesia. Ini yang membuat Bunaken lebih unik dibanding tempat wisata lain.Pesona Natural Alam Bawah Laut Bunaken telah banyak diminati wisatawan manca negara untuk kembali datang dan menikmati keindahannya, yang patut disayangkan adalah kurangnya promosi dan sosialisasi tentang keberadaannya sehingga belum banyak menghasilkan dan berkontribusi menghasilkan cadangan devisa bagi negara kita.

    Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan/pesisir. Konon kawasan terumbu karang dan alam bawah lautnya yang terindah di dunia.

    Sedikitnya, Taman Nasional Bunaken memiliki 40 tempat penyelaman yang kaya akan ikan-ikan tropis dan terumbu karang. Seperti ditulis wisatamelayu.com, pengunjung dapat menyelam dan menyaksikan keindahan lebih dari 150 spesies dari 58 genus ikan-ikan serta terumbu karang di kawasan tersebut.
    Kawasan yang diresmikan sebagai taman laut nasional sejak 1991 itu juga menawarkan keindahan lain yaitu adanya underwater great walls atau dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dalam rantai makanan, dinding karang tersebut berfungsi sebagai sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

    Bunaken memiliki keragaman kehidupan bawah laut yang sangat beragam, karena daerah taman laut Bunaken terletak di segitiga terumbu karang dunia yang tersebar dari Indonesia, Malaysia, phillipine, Papua Nugini, Timur Leste, dan Kepulauan Solomon. Disini Anda bisa melihat 70% dari jenis ikan di dunia di dalam taman laut Bunaken, dan angka ini tidak termasuk ikan-ikan laut dalam.

    Taman Laut Bunaken terletak berada sekitar 1,5 km dari Kota Manado. Untuk menuju Bunaken, anda bisa melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre di Kecamatan Molas, dan dari Marina Blue Banter. Dari Pelabuhan Manado, anda bisa menggunakan perahu motor menuju Pulau Siladen dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, ke Pulau Bunaken 30 menit, ke Pulau Montehage 50 menit, dan Pulau Nain 60 menit.

    Sedangkan dari Marina Blue Banter, anda bisa menggunakan kapal pesiar yang tersedia menuju daerah wisata di Pulau Bunaken dengan waktu tempuh 10-15 menit, sedangkan dari Pelabuhan Nusantara Diving Centre menuju lokasi penyelaman di Pulau Bunaken bisa menggunakan speed boat dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit. Setiap pengunjung yang memasuki kawasan Taman Laut Bunaken dikenai biaya tiket sebesar Rp. 50 ribu. Tarif tersebut berlaku baik bagi pengunjung yang ingin menyelam maupun yang tidak ingin menyelam. Selain tiket reguler, ada pula tiket yang berlaku untuk satu tahun dengan harga Rp150 ribu. Pengunjung yang membeli tiket tahunan itu akan diberi semacam lencana khusus yang terbuat dari plastik sebagai tanda masuk Taman Nasional Bunaken.

  • Pulau Dodola - Morotai - Maluku Utara

    Pulau Dodola berjarak hanya 5 mil dari Daruba, ibukota Kecamatan Morotai Selatan (Maluku Utara). Pulau Dodola merupakan salah satu alasan mengapa para wisatawan datang berkunjung ke Morotai. Terdapat juga pulau-pulau lain di sekitar Dodola yang dapat anda jelajahi.

    Airnya yang jernih serta hamparan luas pasir putih yang menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Kecil, dipadu dengan keheningan suasana membuat waktu seolah enggan bergerak diri dalam pesona. Di Pulau ini para wisatawan dapat menemukan pasir putih dengan dua tipe berbeda, kasar dan halus. Panorama alam sekitar dan airnya yang jernih sangat cocok untuk bersantai, berenang dan menyelam bersama keluarga di akhir pekan. Apalagi ketika sore menjelang. Siluet-siluet pemandangan tercipta dari rona merah jingga akibat tenggelamnya sang Mentari. Sebuah kondisi yang lagi-lagi membuat waktu terasa ikut tenggelam dalam keindahan.

    Pulau Dodola merupakan salah satu alasan mengapa para wisatawan datang berkunjung ke Morotai. Pulau ini dikelilingi oleh hamparan pantai berpasir putih yang sangat luas yang menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil. Di sini anda dapat menemukan pasir putih dengan dua tipe berbeda, kasar dan halus. Panorama alam sekitar dan airnya yang jernih sangat cocok untuk bersantai, berenang, memancing dan menyelam. Terdapat juga pulau-pulau lain di sekitar Dodola yang dapat anda jelajahi.

    Pulau ini juga pernah menjadi tempat peristirahatan para tentara Sekutu pada Perang Dunia II. Menurut para saksi sejarah, dahulu tempat ini sering dikunjungi Jendral McArthur dan pasukannya untuk berwisata. Pulau Dodola berjarak hanya 5 mil dari Daruba, ibukota Kecamatan Morotai Selatan. Jadi pulau itu selain menawarkan keindahan panorama pantai dan bawah laut, juga menawarkan wisata sejarah.

    Untuk bisa mencapai Pulau Dodola wisatawan dapat menggunakan kapal penumpang, dari Tobelo menuju Daruba, dan melanjutkan dengan menggunakan speedboat menuju Pulau Dodola yang memakan waktu tempuh sekitar 20 menit.

    Pemerintah provinsi setempat kini sedang memperjuangkan agar investor mau berinvestasi disini. Rencanannya landasan terbang peningalan para tentara sekutu tersebut akan dimanfaatkan sebagai infrastruktur transportasi. Akan tetapi, bagi anda pecinta wisata, waktu tentu tak akan menunggu selama itu untuk datang kesini. Karena keheningan pulau ini hanya bisa dibeli dengan seberapa cepat anda untuk mendatanginya.

    Pulau Dodola - Morotai - Maluku Utara

    Pulau Dodola - Morotai - Maluku Utara

    Pulau Dodola - Morotai - Maluku Utara

    Pulau Dodola - Morotai - Maluku Utara

    Pulau Dodola - Morotai - Maluku Utara
    sumber gambar: travel.detik.com

  • Pantai Lakeba Pulau Buton

    Pantai Lakeba terdapat di Kabupaten Buton Utara, Propinsi Sulawesi Tenggara. Untuk mencapai pantai ini, jika anda berasal dari luar pulau Buton maka bisa ditempuh dengan pesawat ataupun kapal laut. Terdapat beberapa pilihan maskapai penerbangan menuju kota Bau-Bau yang biasanya beroperasi setiap hari dan adapun yang hanya beroperasi lima kali dalam seminggu. Rute penerbangan yang ditempuh bisa melalui: Jakarta-Baubau dan Makassar-Baubau.
    Selain menggunakan Pesawat, untuk menuju ke Pulau Buton bisa juga menggunakan kapal milik Pelni. Melalui pintu laut dengan menggunakan kapal Pelni yang menyinggahi Pelabuhan Murhum Bau-Bau sebanyak 23 kali dalam sebulan. Lamanya perjalanan laut dari Jakarta ke Bau-Bau ditempuh selama 3 hari. Sedangkan dari Makassar ditempuh selama 13 jam.
    Pantai Lakeba Pulau Buton
    Pantai Lakeba di Pulau Buton ini memiliki ciri-ciri yaitu airnya yang jernih, pasir yang putih, dan lingkungan yang bersih. Pantai ini sangat baik untuk benjemur pada waktu siang, berenang, menyelam serta menikmati indahnya matahari terbenam.
    Pantai Lakeba Pulau Buton-sulawesi Tenggara
    Selain sebagai obyek wisata, Pantai Lakeba juga mejadi tempat aktivitas nelayan pada saat akan melaut sehingga aktivitas nelayan dapat diamati oleh setiap wisatawan di pantai ini. Fasilitas yang ditawarkan di pantai Lakeba yaitu resort dengan arsitektur rumah adat Buton yang menyediakan Children Play Ground, Banana Boat, Jet Ski, Parasailing, dan Restauran dengan live music. Menu yang disediakan yaitu Indonesian Food, American Food, dan Chinese Food. Lokasi berada lebih kurang 4 km dari pusat kota Bau-Bau dapat ditempuh dengan menggunakan taksi ataupun mobil sewaan.
    Selain menikmati keindahan Pantai Lakeba, di Pulau Buton anda juga bisa menikmati wisata lain, seperti:

    Wisata Alam
    Hutan Lambusango, Kawasan Basilika, dan Pantai Batuaga.
    • Wisata Kuliner
    Kasuami, Kambose, dan Kambewe
    • Wisata Sejarah
    Perkampungan tua Kapunsari Benteng Lapandewa
    • Wisata Budaya
    Tradisi Pasuo, Tradisi Karia, Pesta Adat Pakande-Kandea, Liwu Tongkidi, Tari Mangaru, dan Tari Mangidi.

    sumber gambar: greatbuton.blogspot.com
  • Ujung Genteng Sukabumi


    Pantai Ujung Genteng merupakan daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 kilometer dari Ibu Kota Jakarta atau 230 kilometer dari Kota Bandung. Waktu tempuhnya sekitar 6-7  jam perjalanan bermobil. Sedangkan dari Kota Sukabumi sendiri bisa detempuh hanya sekitar 3-4 jam menggunakan kendaraan pribadi. Selain jalannya cukup mulus juga terdapat beberapa jalur alternatif serta sarana angkutan umum yang memadai menuju tempat tujuan.

    Pantai Ujung Genteng memiliki karakteristik seperti pada umumnya pantai selatan Pulau Jawa yang terkenal bersih airnya dan ombaknya yang besar. Walaupun demikian, pantai Ujung Genteng jauh berbeda jika dibandingkan dengan pantai Pelabuhan Ratu yang terkenal rawan dan sering merenggut korban jiwa karena ombaknya yang ganas.

    Walaupun pantai Ujung Genteng menghadap bebas ke Samudera Hindia, namun ombaknya yang besar tak membahayakan pelancong yang gemar bermain-main di laut. Ombak besar dari tengah samudera lebih dulu pecah berserak lantaran terhalang gugusan karang laut di depan bibir pantai, sehingga kita dapat menikmati alam dengan pantai yang indah, aman, dan nyaman. Anak-anak boleh berenang di laut sepuasnya dan memungkinkan memandang sekumpulan ikan berwarna-warni di sela-sela batu karang, menandakan betapa alaminya lingkungan Ujung Genteng.

    Di daerah Ujung Genteng sendiri terdapat banyak tempat menarik, seperti melihat langsung penyu hijau (Chelonia Mydas) di pantai Pangumbahan. Melihat penyu bertelur ditepi pantai saat malam hari jelas merupakan even yang langka bagi sebagian orang dan tidak semua objek wisata pantai memilikinya. Penyu yang bertelur dikawasan Ujung Genteng merupakan jenis penyu hijau yang merupakan binatang yang hidup di air laut. Penyu hijau dapat berkembang sampai mencapai lebih dari 1 meter panjangnya, lebih dari 200 kg beratnya dan hidup lebih dari 100 tahun. Sebelum penyu mulai bertelur disarankan agar tidak menimbulkan kegaduhan atau keributan, dan juga disarankan tidak membawa penerangan dalam bentuk apapun karena hal ini bisa menjadikan sang penyu enggan bertelur dan kembali lagi ke arah laut. Begitu telur mulai dikeluarkan barulah kita bisa mendekat dan mengamatinya dengan menggunakan senter atau alat penerangan lain. 

    Nampaknya bila penyu sudah mulai mengeluarkan telurnya, akan mengalami kesukaran untuk menghentikannya, dan jumlah telur yang dikeluarkan dari seekor penyu hijau bisa mencapai 200 butir.
    Di Ujung Genteng, Ada juga lokasi di mana Anda bisa berselancar di atas ombak yang cukup menantang yang terkenal dengan sebutan ”ombak tujuh”. Ombak Tujuh, terletak sekitar 15 Km dari pangumbahan yang bisa ditempuh dengan perjalanann jalan kaki selama 3-4 jam. Lokasi ini merupakan kawasan favorite bagi wisatawan mancanegara untuk olahraga selancar. Sebutan ombak tujuh menurut penduduk karena ombaknya selalu berurutan tujuh ombak dan selalu besar-besar. Disekitar ombak tujuh ada beberpa pulau kecil, pantainya sangat alami, banyak karang-karang kecil, Rata-rata orang yang berselancar menggunakan motor ojek untuk sampai kesana dan bila musim hujan tidak ada yang bisa kesana kecuali jalan kaki. Untuk yang suka memancing, di Ujung Genteng merupakan tempat yang cocok di mana ikannya cukup banyak dan bervariasi.

    Selain itu di kawasan ujung genteng juga terdapat cekungan pantai bernama Cibuaya, Lokasi ini cocok untuk berendam atau berenang karena merupakan cekungan pantai yang memiliki kedalaman yang bervariasi, dari mulai 0,5 meter sampai 6 meter. Didalamnya juga terdapat trumbu karang yang indah. Lokasinya sangat cocok untuk menikmati matahari sore, juga memiliki air laut yang cukup bersih & jernih. Terkadang bila musim ikan kakap atau krapu, cibuaya merupakan tempat ideal untuk memancing.

    Disamping objek wisata alam, Ujung Genteng juga memiliki objek wisata dalam bentuk proses pembuatan gula kelapa oleh masyarakat setempat. Pembuatannya sederhana sekali yakni dengan memanfaatkan perkebunan kelapa luas, para penduduk memasang bokor untuk menampung cairan dari kembang kelapa lalu di kumpulkan dan dimasak dikuali lalu dicetak dengan potongan bambu yang ukurannya lebih besar dari ukuran gula kelapa yang ada di pasaran.

    Jika Anda ingin bermalam di sini, kawasan Ujung Genteng menawarkan villa-villa yang dapat disewa per malam. Anda bisa memilih  salah satu villa yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga/ rekan-rekan. Harganya pun bervariasi dan masih dapat dijangkau.
    Ujung Genteng Sukabumi
    [referensi: ujung-genteng.info, liburan.info, ayowisata.wordpress.com]
    Pencarian: pantai ujung genteng, ujunggenten, ujung genten, ujun genteng, villa di ujung genteng, perjalanan ke ujung genteng, obyek wisata, info wisata ujung genteng, penyu hijau, cibuaya, ombak tujuh

  • Air terjun Moramo terletak sekitar 70 km dari pusat kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Dengan kendaraan pribadi, perjalanan menuju ke air terjum Maramo memakan waktu sekitar 2 jam. Pasalnya Jalan menuju Air Terjun ini masih dalam keadaan yang cukup memprihatinkan. Di Tempat ini terdapat sekitar 10 tingkat air terjun. Debit air yang besar dan ketinggian yang lumayan membuat air terjun ini terlihat sangat mempesona.
    Selain itu di Air Terjun Moramo yang konon katanya merupakan permandian para bidadari ini, memiliki panorama alam yang indah dan masih alami yang tidak kalah indahnya dengan air terjun lain di Indonesia. Air terjun Moramo berbentuk kucuran air dari ketinggian sekitar 100 meter dengan air meluncur deras pada batu granit besar bersusun. Ketinggian setiap susun air terjun berkisar antara 0,5 sampai tiga meter. Susunan ini terbentuk secara alami selama ribuan tahun lalu. Di kawasan Air Terjun Moramo juga terdapat 60 tingkatan kecil yang tampak seperti kolam kecil dan di tingkatan terakhir yang sangat sempurna untuk permandian.

    Di Sekitar Air Tejun ini juga masih terdapat penghuni alam seperti beraneka burung, beraneka ragam kupu-kupu, dan berbagai satwa lainnya. Keindahan Air terjun Moramo, yang diringi dengan bunyi semilir air terjun, dan kicauan burung yang bersahutan membuat kita seakan mendengarkan music alam yang jauh dari suasana keramaian di pusat kota. Bahkan ketika sinar matahari terpantul dari bebatuan marmer disekelilingnya memancarkan sinar pelangi yang didominasi warna sinar dan biru yang dapat menambah pesona kecantikannnya.



  • Pantai Kuta
    Di pulau Bali banyak sekali pantai yang indah dan terkenal, salah satu pantai yang paling terkenal adalah pantai Kuta. Pantai Kuta merupakan pantai yang sangat terkenal di Indonesia dan seluruh dunia. Pantai Kuta Merupakan pantai yang tidak pernah sepi di pulau bali.
    Letak pantai Kuta berada di selatan Denpasar, hanya butuh waktu 15 menit menggunakan kendaraan pribadi. Pantai kuta secara geografis berada di kabupaten Badung, Propinsi bali. Pantai Kuta sering disebut sebagai pantai sunset beach. Pantai Kuta juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk surfing. Di sekitar Pantai Kuta banyak sekali hotel kelas internasinal, Misalnya: Inna Kuta Beach Hotel, Hard Rock Hotel, Mercure Hotel, etc.


    Sesuai dengan julukannya sebagai sunset beach, maka saat yang paling ramai di pantai kuta adalah pada saat sore hari. Para wisatawan berbondong-bondong duduk di tempat ini untuk melihat sunset. Selain menikmati sunset, di pantai kuta, anda juga bisa bermain sepakbola, karena Pantai ini cukup lebar. Selain itu banyak juga yang bermain layang-layang dan hanya sekedar untuk berjemur menikmati terik matahari. Pada akhir tahun 60-an, sebenarnya pantai Kuta merupakan tempattinggal dari para nelayan (desa nelayan). Dulu, pantai pasir putih ini suasananya masih sepi, pemerintah waktu itu belum menggarap pantai ini sebagai daerah wisata.
    Ketenatan Pantai Kuta bermula ketika ada sekawanan turis asing yang gemar berselancar, menemukan ombak bagus di pantai Kuta. Mereka lantas kepincut akanpesona pantai ini yang masih perawan dengan polesan pasir putih dengan kontur pantai yang landai.
    Perlahan, pesona pantai Kuta diketahui oleh orang-orang asing berkatpromosi dari mulut ke mulut. Kemudian, Kuta yang tadinya hanya desa nelayan berubah menjadi sebuah oase yang penuh dengan hotel-hotel dan segala pernik-pernik industri wisata. Bagi investor asing, Kuta merupakan ladang emas yang tak akan pernah habis digali.
    Di sepanjang jalan tepi pantai, berjejer hotel bintang lima dengan tingkat hunian yang padat. Dampaknya, harga tanah di seputaran pantai Kuta dan Legian membumbung tinggi. Walaupun demikian, masih banyak investor yang berminat menanamkan uangnya di pantai ini.
    Kuta sekarang beda jauh dengan Kuta dahulu. Pantai Kuta sekarang lebih tertata rapi dalam pembangunan sarana dan prasarananya. Ini berkat kesadaran dari pemerintah Bali bahwa Kuta adalah magnetwisata Indonesia yang banyak mendatangkan devisa.

  • Pulau Tidung
    Gugusan pulau seribu, memang sudah terkenal menjadi sebuah wisata alternatif warga ibukota menikmati wisata pantai. Salah satu ikon baru yang menjadi daya tarik baru di pulau seribu yaitu pulau Tidung dengan gugusan pulau-pulau di sekitarnya. Untuk berangkat ke Pulau Tidung ada 3 lokasi pelabuhan yang bisa di jadikan pelabuhan keberangkatan, yaitu Muara Angke, Marina Ancol dan satu lagi di daerah serang.

    Pulau Tidung memiliki lebar sekitar hanya 200 meter dan panjang sekitar 5 km, dikelilingi pantai dangkal yang bergradasi putih karena ditumbuhi karang yang nampak kasat mata dan dipenuhi ikan hias pantai yang tak hentinya berlenggok serasa mengibur pandangan mata. Lebih kedepan, nuansa laut berwarna biru kehijauan dan lebih jauh biru dan biru gelap pertanda laut dalam, pantai ini tidak berombak besar karena gugusan karang dan terumbu karang yang mengelilingi mampu menahan ombak, cukup aman untuk berenang.

    Pulau Tidung yang selalu siap menyajikan tempat wisata eksklusif bagi warga Jakarta. Terdiri dari dua pulau, yakni Tidung Besar dan Tidung Kecil. Selain menikmati keindahan alam, Anda bisa juga memandangi buah pembangunan yang cukup rapi dan teratur. Yang pasti, kondisi geografis penduduk pulau Tidung menjadikan ragam kegiatan mereka jauh beda dengan penduduk daratan. Kalau sudah puas berkeliling Tidung Besar, perjalanan bisa dilanjutkan ke Tidung Kecil lewat jembatan yang menghubungkan kedua pulau ini. Cobalah berkunjung ke Pulau Tidung yang namanya mulai santer lantaran memiliki keindahan alam.

    Di pulau Tidung dapat ditemui perkampungan penduduk yang ramah dan beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman ringan, selanjutnya jalan setapak yang panjang ini ini akan melewati fasilitas umum, seperti kantor polisi yang juga ramah menyapa ramah para wisatawan yang lalu lalang di depannya, sekolah setingkat SMU untuk para pelajar dari pulau sekeliling, kumpulan warung dan menuju ke jembatan panjang yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil tanpa penduduk. Puskesmas dan kantor kelurahan yang tertata apik dan rapi juga akan dilewati sepanjang perjalanan menelusuri Pulau Tidung.

    Di awal jembatan penghubung ini, akan ditemui jembatan yang cukup tinggi untuk melalui suatu cekungan laut yang agak dalam, dimana banyak anak kecil penduduk setempat memperagakan loncat indah dari jembatan sebagai sarana bermain mereka, cukup menghibur para wisatawan dan amat mengundang keinginan untuk bisa bergabung dengan mereka melakukan loncat indah di pantai biru tanpa ombak. Di penghujung jembatan penghubung, menapaki pantai Pulau Tidung Kecil yang merupakan kawasan pengembangbiakan mangrove, masih tampil indah ditelusuri dengan bersepeda, melalui jalan setapak yang dipenuhi dengan ilalang dan pantai sepi yang pasirnya putih lembut, sangat indah pemandangannya.

    Pulau Tidung

    Peta Pulau Tidung

  • Pulau Sempu

    Sempu adalah nama sebuah pulau yang terletak di malang bagian selatan tepatnya berada di selatan Kecamatan Sumbermanjing Wetan, kurang lebih 30 km dari kota malang.
    Pulau Sempu tidak berpenduduk dan hanya terdiri dari hutan berbukit yang sebagian besar adalah hutan mangrove. Saat ini, Pulau Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah.
    Di Pulau Sempu terdapat lebih dari 80 jenis burung yang dilindungi dan juga masih terdapat hewan-hewan lainnya seperti; babi hutan, kancil, juga lutung jawa dan jika beruntung bisa menemui jejak–jejak macan tutul di pulau ini.

    Objek wisata alam Pulau Sempu memang tidak sebeken obyek lainnya di Jawa Timur seperti Gunung Bromo. Akan tetapi, keistimewaannya sangat unik dan jelas berbeda dari objek-objek wisata lainnya di sana. Keunikan berwisata di pulau Sempu ini adalah jika air sedang surut kita bisa menyebrang dari Pualu Jawa menuju Pulau Sempu. Pengunjung umumnya menyeberang pergi dan pulang pada pagi dan sore hari, karena penyebrangan hanya bisa dilakukan pada waktu-waktu tersebut dan bahkan tidak boleh lebih dari pukul 16.00 sore.

    Di Pulau Sempu terdapat telaga yang disebut Segara Anakan. Dimana air yang terdapat di telaga ini berasal dari air deburan ombak yang menghantam karang. Sebagian air itu mengalir masuk ke Segara Anakan melalui karang yang berlubang besar di tengahnya. Meskipun memiliki kedalamannya sekitar 5 meter, Telaga Sagara Anakan aman untuk kegiatan snorkling ataupun hanya sekedar berenang karena sudah terbebas dari ombak laut lepas samudra hindia. Snorkling di Segara Anakan memberikan nuansa tersendiri karena terumbu karangnya masih alami dan belum tersentuh tangan-tangan jahil manusia. Di Pulau Sempu anda akan mendarat di bagian utara pulau sedangkan Segara Anakan berada di sebelah selatan dari pulau. Terdapat jalan setapak berikut petunjuk jalannya, anda akan berjalan melewati hutan menaiki perbukitan selama 3 sampai 4 jam (disarankan anda memilih jalan yang bersih dan selalu berbelok ke kiri setiap ada persimpangan). Setelah sampai Segara Anakan sebaiknya anda langsung mencari kayu bakar sebagai api unggun sebelum gelap dan membuat tenda sebagai peneduh.

    Disamping itu, anda juga bisa memanjat karang yang mengitari Segara Anakan untuk melihat pemandangan, dari atas karang anda bisa melihat deburan ombak laut lepas yang mengikis terbing-tebing raksasa, sangat indah memang.

    Selain Segara Anakan, di Pulau Sempu masih terdapat sebuah telaga lagi yang di namai Telaga Lele karena didalamnya banyak dihuni ikan jenis ini dan dilindungi. Selain itu, pengunjung juga bisa bersantai dengan bermain voli pantai di pinggir pantai pulau ini. Bagi yang suka berpetualang dengan suasana alam yang asli, jauh dari kebisingan kehidupan modern, Pulau Sempu bisa memberikan solusi, hanya memang jangan mengharapkan ada hotel berbintang, selain tempat tidur yang dibawa sendiri.

    Jika anda ingin bermalam di pulau Sempu, anda bisa menginap di penginapan–penginapan milik masyarakat di sepanjang jalan menuju Pantai Sendangbiru. Atau bisa juga dengan membuka tenda di Pulau ini, namun anda harus meminta izin terlebih dahulu di pos penjagaan di Sendangbiru yang terletak tepat di seberang Pulau Sempu. Hal ini dilakukan demi menjaga kelestarian habitat dan lingkungan sekitar objek wisata Cagar Alam Pulau Sempu. [ref:pariwisata.net, explore-indo.com, ma6ma.wordpress.com, apvalentine.students.uii.ac.id]
    Pulau Sempu

    Pulau Sempu

    Pulau Sempu

    Pulau Sempu

  • Air Terjun Madakaripura
    AIR TERJUN MADAKARIPURA - Terletak di kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, sekitar 5 km dari lintas jalan raya Bromo. Kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah air terjun Madakaripura. Menurut penduduk setempat nama ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air tejun ini. Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area air terjun tersebut.

     Jalanan desa yang berkelok-kelok menjadi santapan perjalanan ke Air Terjun Madakaripura. Oh iya, persiapkan kondiso kendaraan anda, angin ban, juga bensin. Sebab sepanjang trek tak akan kita temui bengkel, Tambal ban atau Pom bensin. Hutan-hutan disekitar sini masih tergolong lebat, warna hijau seakan mendominasi. Bahkan, masih terlihat sisi – sisa bekas penebangan hutan secara liar oleh warga sekitar untuk dibuka menjadi lahan baru. Sangat disayangkan.

    Setelah perjalanan, Sebuah gerbang retribusi akan menyambut anda. Dari sini, jarak ke parkiran Air Terjun Madakaripura masih sekitar 300 meter. Saat tiba di lokasi air terjun Madakaripura kita akan bertemu dengan warung kecil, pos penjaga dan toilet (bisa ganti baju), disitu terdapat pula penyewaan payung bila kita tidak ingin terlalu basah kuyup. Air terjun ini berawal dari air yang mengalir dari tebing memanjang dan membentuk tirai, sehingga kita bisa berpayung ria berjalan di bawahnya.

     Air Terjun Madakaripura ini dikelilingi oleh tebing-tebing terjal yang membentuk ruangan dan berdiameter sekitar 25 meter. Berdiri di dalam ruangan alam ini kita akan merasa seolah berada di dasar sebuah tabung, dimana terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 100 meter, dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut kapas ke kolam berwarna kehijauan. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras.

    Keunikan dan kesejukan air terjun Madakaripura ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya. Tebing-tebing disekitar air terjun terdapat beberapa goa, mirip dengan lokasi film-film silat dan memang cocok untuk daerah pertapaan. Hanya terdengar suara air dan jauh dari kebisingan dan polusi kendaraan kota.

    Untuk anda penggemar fotografi, lokasi Air Terjun Madakaripura bisa menjadi obyek yang tidak habis-habisnya, mulai dari pintu masuk kedatangan hingga suasana air terjun yang seolah dalam tabung. Beberapa orang di Probolinggo baik di hotel maupun di travel agent yang kami tanyai mengenai air terjun ini mengaku belum pernah berkunjung kesana. Hal ini mungkin disebabkan karena bentuk air terjun ini yang bila terjadi longsor atau banjir, maka kita yang berada di dasar tabung tersebut akan terperangkap. Sehingga berada di 'tabung' ini perasaan kita akan bercampur aduk antara kagum pada keindahan alam ini dan was-was. Melihat kondisi seperti ini jika diperkirakan akan terjadi longsor atau banjir, kawasan objek wisata Madakaripura ini akan ditutup untuk pengunjung.
    Air Terjun Madakaripura
    Sesudah puas main air dan kedinginan, kita bisa menikmati minuman panas di warung dekat air terjun madakaripura. sebelum berjalan kaki lagi menuju tempat parkir. Secara umum tempat ini telah dikelola dengan cukup baik, dapat dicapai lewat jalan aspal yang mulus, jalan setapak yang nyaman, fasilitas umum seperti kamar mandi, mesjid dan tempat parkir. Namun kurangnya informasi mengenai tempat ini dan jaminan keamanan yang belum ada mengakibatkan jarang orang tahu dan mau berkunjung ke kawasan wisata ini. Dengan promosi yang cukup, pengunjung Bromo akan dapat menambah daftar tujuan wisatanya. (air terjun madakaripura)—[sumber:navigasi.net, kaskus.us, leisure.dnaberita.com]
  • Kawah Kamojang adalah kawasan cagar alam dan wisata di ketinggian sekitar 1.730 meter di atas permukaan laut di punggung Gunung Guntur. Di sini dapat ditemukan fumarol, kawah lumpur, danau panas, dan asap yang muncul dari rekahan tanah. Ia digolongkan sebagai gunung tipe strato dan terakhir meletus di zaman Plistosen.

    Kawasan wisata Kamojang terletak hanya sekitar 40 kilometer di selatan Kota Bandung. Dari Kota Bandung, jalur yang bisa ditempuh adalah melalui Rancaekek, kemudian ke Kecamatan Majalaya. Dari Kecamatan Majalaya inilah Anda bisa bertanya mana jalan yang menuju Kamojang. Karena jalan di sekitar pusat kecamatan ini memang cukup ruwet, sebaiknya Anda bertanya setelah berada tak jauh dari alun-alun Majalaya.

    Selain melalui Majalaya, Kawasan Kamojang juga dapat ditempuh dari arah Kota Garut. Jalan melalui Majalaya medannya cukup berat karena terus menanjak, dan mendekati Kamojang, jalannya berbelok-belok tajam sambil terus menanjak. Kendaraan bertenaga kuda kecil (1.000-1.300 cc) dengan jumlah penumpang banyak sebaiknya tak melewati jalur ini karena beberapa kali terjadi kendaraan yang merosot mundur karena tak kuat menanjak.

    Jika melalui Garut, untuk melihat keunikan kawah kamojang, jalan yang harus ditempuh lebih landai sehingga relatif bisa dilalui kendaraan kelas apa pun. Jarak dari Kota Garut ke Kamojang sekitar 25 kilometer.

    Luas Taman Wisata Cagar Alam Kamojang sekitar 10 hektar, tetapi saat ini yang digunakan seluas 7,8 hektar. Di sini terdapat 23 kawah, dua di antaranya berbentuk danau dengan asap yang mengepul dari permukaan airnya.

    Masuk ke kawasan Kamojang tidak mahal, cukup dengan membayar Rp 5.000,- per orang. Berbeda dengan kawah seperti pada, Kawah Kamojang sangat berbeda. Kawah di sini sebetulnya adalah goa-goa tempat semburan uap panas dari perut bumi. Dari kejauhan, nampak semburan uap itu seperti ada yang sedang membakar sesuatu. Pengalaman berjalan di antara semburan uap panas bumi itulah yang akan Anda temui di Kamojang. Mendebarkan, menegangkan, sekaligus mengkhawatirkan, karena bisa saja tiba-tiba perut Bumi di bawah kita bergolak lebih giat sehingga memuntahkan isinya lebih banyak di permukaan.

    Pada awal memasuki kawasan kawah kamojang, pemandangan yang tak biasa akan anda temui yaitu banyak pipa-pipa besar yang berujung pada beberapa bangunan. Mereka adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT. Pertamina dan PT. Indonesia Power; dan disinilah untuk pertama kalinya, energi panas bumi dimanfaatkan (seperti yang diusulkan warga kebangsaan Belanda, JB Van Dijk pada tahun 1918) secara komersial (1983).

    Jika menyusuri kawah kamojang lebih dalam lagi, maka anda menemui beberapa kawah lain misalnya kawah manuk, kawah kereta. Nama yang diberikan memiliki makna sendiri seperti kawah manuk yang dikarenakan beberapa lubang tersebut menghasilkan bunyi yang menyerupai suara burung manuk atau kawah kereta karena bunyinya seperti kereta (lebih mirip suara pesawat jet).

    Kawah kereta adalah kawah yang paling menarik perhatian karena uap gas yang kerluar memiliki tekanan yang sangat luar biasa (2.5 bar). Disini anda akan bertemu dengan juru kunci yang bernama Koko. Pertama, ia meletakan botol aqua diatasnya lalu blung terpental seperti bola golf yang dipukul dengan keras-keras. Selanjutnya rokok (yang masih menyala) diletakan di atas lubang kawah tersebut. Hal menakutkan terlintas dalam pikiran yaitu meledak karena yang dimainkan adalah api, tapi yang terjadi adalah sumber gas seperti berpindah ke puntung rokoknya. Rasa tidak percaya dengan berjuta pertanyaan. Aksinya belum berakhir, Koko mengambil sebuah batang pohon kemudian mengarahkan arah gas tersebut. Ingin mencoba tapi tiada keberanian karena segalanya masih tak masuk logika.

    Melanjutkan perjalanan dengan pendakian, kemudian melihat bebatuan yang disusun seperti kayu untuk api unggun. Disinilah, tempat untuk mandi sauna dengan kondisi alam terbuka yang disebut dengan kawah hujan. Koko sang juru kunci berkata mandi sauna di tempat ini dapat membantu menyembuhkan penyakit seperti stroke,jantung, influensa, kulit, rematik dan tekanan darah tinggi. Ketika melihat-lihat bebatuan tersebut, tiba-tiba uap keluar semakin besar (± 120 derajat celcius), kencang dan panas.

    Jika ingin menikmati malam di tengah rimbunnya hutan sekitar kawah Kamojang, di sana hanya tersedia satu cottage berkamar satu, bertarif Rp 150.000 per malam. Namun, di sini Anda harus memasak makanan sendiri karena tak ada tempat makan yang buka pada malam hari. Kelompok-kelompok petualang muda bisa berkemah di Taman Wisata Kamojang.

    Selain kawah-kawahnya yang mengagumkan, di sekitar Kamojang juga banyak satwa langka yang bisa dijumpai kalau Anda beruntung. Di cagar alam ini, berdasarkan hasil penelitian, masih ada macan tutul, trenggiling, surili, lutung, ayam hutan, monyet, dan beraneka jenis burung. Jadi, bawalah teropong jika Anda ingin melihat satwa itu lebih dekat.

    Kawah Kamojang:
    Kawah Kamojang

    Kawah Kamojang:
    Kawah Kamojang

    Kawah Kamojang:
    Kawah Kamojang

    Kawah Kamojang:
    Kawah Kamojang

    Kawah Kamojang:
    Kawah Kamojang
    [Referensi: navigasi.net, sukrablog.blogspot.com, tempointeraktif.com, fieldtrip-harjo.blogspot.com]

  • Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh


    Secara administrasi Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh termasuk Kecamatan Sukakarya, Kotamadya Sabang, Propinsi D.I. Aceh dan dari segi pengelolaan hutannya termasuk Resort Konservasi Sumber Daya Alam Iboih dan masuk pada Sub Balai Konservasi Sumberdaya Alam Propinsi NAD.
    Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 928/Kpts/Um/12/1982 tanggal 27 Desember 1982 seluas 2.600 Ha.

    Di Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh kita bisa menikmati kegiatan seperti menyelam, memancing, selancar dan wisata bawah air sambil melihat terumbu karang yang indah. disini terdapat berbagai macam jenis ikan karang seperti Parrot Fish, Tropet Fish, Dunsel Fish, dan Angel Fish.

    Pulau Weh adalah pulau vulkanik kecil yang terletak di barat laut pulau Sumatra. Pulau ini awalnya terhubung dengan pulau Sumatra dan kemudian terpisah oleh laut setelah meletusnya gunung berapi terakhir kali pada zaman Pleistosen. Pulau ini terletak di Laut Andaman. Kota terbesar di pulau Weh, yaitu Kota Sabang, adalah kota yang terletak paling barat di Indonesia.

    Pulau Weh terkenal dengan ekosistemnya. Pemerintah Indonesia telah menetapkan wilayah sejauh 60 km² dari tepi pulau baik kedalam maupun keluar sebagai suaka alam. Hiu mulut besar dapat ditemukan di pantai pulau ini. Selain itu, pulau ini merupakan satu-satunya habitat katak yang statusnya terancam. Terumbu karang di sekitar pulau diketahui sebagai habitat berbagai spesies ikan.
    Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh
    Di samping pemandangan alamnya yang indah serta kekayaan sumber daya alamnya yang beragam, di dalam kawasan Taman Wisata Alam Pulau Weh terdapat Tugu Kilometer Nol yang terletak di penghujung Pulau Weh, juga terdapat peninggalan perang dunia ke II yaitu berupa gua-gua alam bekas pertahanan tentara Jepang tersusun, serta Pulau Weh juga merupakan pulau legenda di mana di dalam buku-buku tua disebut sebagai "Golden Island".

    Bagi snorkling berpengalaman, Octopus dan Stingrays dapat dilihat di TWA Pulau Weh. Berjemur sinar matahari di pantai dengan pasir yang halus dan putih dapat dilakukan pada pantai yang berseberangan. Tempat ini merupakan surganya turis penggemar snorkel dan selam.Terumbu karang hanya berjarak sekitar 5 meter dari tepi pantai berpasir.

    Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan di TWA Laut Pulau Weh adalah kegiatan wisata tirta seperti berselancar, naik sampan, berenang, memancing, serta menyelam untuk menikmati alam bawah air dengan keanekaragaman terumbu karang serta ikan-ikan karangnya yang indah.

    Di Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh, Sabang terdapat terumbu karang, baik karang yang keras maupun karang yang lunak dengan berbagai jenis, bentuk dan warna, yang kesemuanya membentuk gugusan karang yang menarik untuk dinikmati, antara lain karang dengan nama daerahnya karang lupas, karang rusa, karang kerupuk.

    Selain terumbu karang, Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh, Sabang dapat ditemui jenis-jenis ikan karang seperti Angel fish, Tropet fish, Dunsel fish, Sergeon fish, Grope fish, Parrot fish dan lain-lain. Ikan-ikan ini berada di sekitar TWA Laut Pulau Weh dan sebagian merupakan endemik di daerah ini. Selain itu juga banyak ditemukan jenis-jenis ikan ekonomis seperti Tuna, Kakap, Kerapu, Bayan, Pisang-pisangan dan lain-lain.

    Beberapa fasilitas yang dapat mendukung kegiatan wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh, antara lain : pondok-pondok penginapan di sekitar Iboih yang dibangun oleh masyarakat, shelter, MCK, masjid, kios cendera mata dan hotel yang terdapat di Gapang. Selain itu terdapat berbagai fasilitas yang berada di Pulau Rubiah yang dibangun oleh Dinas Pariwisata Dati I D.I. Aceh antara lain : pusat kegiatan menyelam yang dilengkapi dengan fasilitasnya (perahu motor, peralatan selam), mushola, shelter, MCK, rumah jaga, menara pengintai, jalan setapak, taman dan instalasi listrik.
    Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh
    Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh dapat dicapai melalui rute :
    1. Banda Aceh – Pelabuhan Krueng Raya Malahayati sejauh 32
    km dengan perjalanan darat dapat ditempuh dalam waktu 45
    menit.
    2. Pelabuhan Krueng Raya Malahayati – Pelabuhan Balohan,
    Pulau Weh dengan kapal penyeberangan/ferry yang berangkat
    satu kali setiap hari pada jam 09.00 WIB dan menempuh waktu
    2 jam.
    3. Pelabuhan Balohan – lokasi TWA Pulau Weh dengan
    perjalanan darat yang dapat ditempuh 1 jam.

    Untuk informasi bisa menghubungi :
    Balai KSDA Nangroe Aceh Darusalam
    Jl. CuT. Nyak Dhien Km 12 Kotak Pos 29
    Banda Aceh 23114
    Telp./Fax. [0651] 41943, 41943

    Other keyword: pulau we, pulau sabang, Daerah Istimewa Aceh, Nangroe Aceh Darussalam, darusalam, NAD, TWA, Taman Bawah Laut, Diving, Snorkling, Terumbu Karang, Sabang sampai Merauke, Indonesia Raya, Taman Wisata Alam (TWA) Laut Pulau Weh.
    [Sumber: forum.vibizportal.com, threeas.wordpress.com, acehbox.com]


  •        Pengoperasian bus khusus pariwisata Jakarta – Garut, kemungkinan bisa terwujud, yang semula direncanakan mulai beroperasional sebelum Lebaran Idul Fitri atau sekitar Agustus maupun September 2010 lalu.

          Namun dalam perkembangannya, terganjal banyak kendala sehingga pembahasannya kembali digelar dengan menghadirkan Direktur Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan pada Kementerian Perhubungan, Ir Sudirman Hambali di Garut, Jumat.

           Sudirman Hambali seusai rakor penetapan usulan pengoperasian bus khusus tersebut, kepada Garut News mengemukakan, rencana itu bisa direalisasikan dengan pola “checkpoint”.

           Yakni bus diberangkatkan dari dan ke Garut, jika terdapat serta dipenuhi penumpangnya, agar pengusaha armada angkutannya tidak mengalami kerugian, katanya.

           Kemudian selama beroperasi akan dilakukan kajian teknis, mengenai potensi penumpangnya, untuk kemudian direncanakan pengalokasian dana  pembangunan “shalter” di Garut.

           Dia mengaku “sedih”, menyusul pada tahun anggaran 2010 pada institusinya terdapat alokasi dana pembangunan “shalter” sekitar Rp1 miliar, namun sama sekali tidak terdapat pengusulan dari Kabupaten Garut, ungkapnya.

          Padahal jika waktu itu terdapat usulan, dipastikan dapat direalisasikan pembangunannya di Kabupaten Garut, katanya.

          Ditemui terpisah, Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan UMKM dan Pariwisata, Dr Hamdan kepada Garut News menyatakan, lembaganya selama ini berupaya mengkoordinasikan secara lintas sektoral untuk memberdayakan UMKM dan Pariwisata.

          Diantaranya mengundang Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada rakor penetapan usulan pengoperasian bus khusus Pariwisata Jakarta – Garut, yang checkpoint nya di pelataran “Garut Sauvenir Centre” (GSE).   

           Wakil Bupati Garut, Rd. Diky Chandra menyatakan sangat mendukung rencana ini, meski realisasinya harus sesuai dengan kebutuhan maupun bukan atas dasar kepentingan. 

          Sedangkan peluncurannya, kemungkinan pula bersamaan berlangsungnya gelar budaya menjelang peringatan hari jadi ke-199 Garut, pada 17 Maret mendatang, ungkap Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Garut, H. Budiman, M.Si. ****(John). 



Comments

The Visitors says