Panorama Wisata

welcome to our blog

We are Magcro

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

Followers

Footer Widget 2

AIR KRAN SIAP MINUM

Labels

Pages

Blogger news

Download

BTricks

BThemes

Recent Posts

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio


  • Taman Satwa Cikembulan di Kadungora Garut, Jawa Barat, kian memikat wisatawan.
    Terbukti, pada momentum liburan panjang sekolah ini, tak hanya dikunjungi wisatawan dari dalam kota, melainkan juga banyak berasal dari luar kota.
    Foto : Ist
    Bahkan dari luar Pulau Jawa, maupun dari seluruh tanah air. Termasuk dari Mancanegara.
    Sehingga kunjungan pada rangkaian libur panjang sekolah itu, peningkatannya mencapai di atas seratus persen.
    Dibadingkan hari biasanya, ungkap Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, SE kepada Garut News, Minggu.
    Menyusul wisatawan, tak hanya asyik menyaksikan perilaku unik beragam spisies hewan langka yang dilindungi undang-undang.
    Foto : Ist
    Melainkan juga bisa sekaligus therafi kesehatan, juga memanjakan keluarga dengan permainan anak-anak.
    Malahan tersedia sajian kuliner etnik kearifan lokal, selama ini disediakan pengelola.
    Terdapat pula kuda tunggangan, becak dan motor mini, sambil menikmati sejuk serta indahnya panorama alam sekitarnya.

    Foto : Ist
    Koleksi beragam jenis hewan itu, sengaja disediakan, agar generasi muda tak hanya bisa melihat gambar dari buku.
    Melainkan bisa langsung menyaksikan dan bagaimana hewan hewan itu berinteraksi sesuai dengan ekologinya.
    Foto : Ist
    Karena itu, beragam penataan taman wisata ini, terus dilakukan.
    Agar enak dilihat dan perlu, ungkap Rudy Arifin membeberkan upayanya selama ini.
    Mengelola taman wisata secara proporsional dan professional, katanya.
    ******(RM/John).
  • Jelajah Garut


    Pada hamparan Kebun Bunga, lokasi wisata di Garut.

    Di sanalah para gadis model tinggi semampai berjalan melenggang di atas panggung peragaan busana.

    Dalam acara digelar Rabu (27/6) sore cerah itu, perempuan-perempuan ini mengenakan gaun dari tenun cantik, secantik bunga-bunga sekitarnya.

    Tengoklah sepotong gaun berwarna dasar kuning bermotifkan bunga berukuran besar berwarna merah.



    Motif bunga juga ada pada gaun putih panjang bersiluet lurus memunculkan kesan feminin dan elegan.

    Tenun bermotif bunga besar, dengan warna merah muda, juga terlihat pada desain berupa rok pendek mekar bagian bawahnya, dipadukan blus pendek brokat berwarna senada.

    Muncul kesan genit dari busana ini.

    Memunculkan gaya modern, tenun-tenun ini dipadukan material lain.

    Selain brokat dan lace, dibuat menjadi rok, blus, blazer, dan lapisan bagian atas gaun, sebagai detail dibuat dari manik-manik dan bebatuan beraneka corak dan warna.

    Untaian manik-manik ini ada juga, menjadi bagia salah satu gaun bagian punggung.

    Warna-warna cerah, seperti kuning, biru, merah muda, hijau muda, juga terlihat pada tenun dibuat dalam satu warna dengan teknik dobby, ataupun dengan motif geometris.

    Selain dipadukan material lain, variasi detail dibuat berbentuk lipit di bagian bawah gaun atau bahu dibuat menggelembung.

    “Sentuhan modern”

    Adalah Sebastian ”Seba” Gunawan memberi sentuhan modern pada tenun Garut, yang mencoba memunculkan ciri khasnya.

    Perancang selama ini mendesain busana-busana indah berbahan kain impor itu, kali ini dituntut menerapkan idenya dalam kain tradisional.

    Bersama Cita Tenun Indonesia (CTI), desainer tekstil Ae Kusna, dan desainer interior Agam Riyadi, Seba membantu para penenun di Garut mengembangkan tenun sutra yang belum memiliki karakter khas dan belum seterkenal batik Garut.

    Salah satunya dalam hal motif.

    Seperti dikatakan Amin Iskandar, pemilik Rumah Tenun Amin, para penenun di Garut, termasuk di tempatnya, umumnya membuatnya putihan.

    Tenun sutra warna putih ini dibuat, memasok kebutuhan para pembatik.

    Ketika pendampingan dilakukan, dibuatlah motif dan warna baru, di antaranya motif bunga sekar dan motif tempayan dengan warna-warna cerah.

    ”Memang bentuknya tak bisa begitu halus karena motif dalam tenun prinsipnya disusun dari bentuk kotak-kotak,” kata Seba.

    Ide dari perancang juga pernah menggunakan tenun Jambi untuk sebuah acara mode di Jakarta ini, juga melahirkan kain dengan warna bergradasi.

    Salah satu wujudnya terlihat pada gaun satu pundak dengan warna kuning muda bergradasi ke putih, lalu merah muda.

    Selain busana, transformasi tenun sutra Garut juga diaplikasikan dalam produk interior, seperti tirai, taplak meja, dan sarung bantal karya Agam.

    “Meningkatkan kesejahteraan”

    Ketua CTI Okke Hatta Rajasa, yang mendampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu ketika meresmikan Kampung Tenun Panawuan, mengatakan, Garut sebenarnya pernah mengenal tenun ikat, tetapi punah.

    Untuk itu, seperti pernah dilakukan di daerah lain, Bali, Baduy (Banten), Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara, CTI membina para penenun di Garut.

    ”Ini langkah awal. Kami ingin agar penenun bisa menguasai lebih dulu dasar-dasar menenun dengan benar, lalu berkreasi membuat ciri khasnya. Ke depannya, silakan saja jika ada desainer lai tertarik untu bekerja sama,” tutur Okke.

    Kolaborasi penenun dan perancang menjadi salah satu jalan memopulerkan tenun yang keberadaannya menyebar di Indonesia.

    Sentuhan tangan desainer membuat tenun menjadi lebih indah, sekaligus (diharapkan) meningkatkan kesejahteraan penenun karena nilai jual meningkat, katanya.

    Yulia Sapthiani/Kompas

  • Jelajah Garut

    Sambil menyelam minum air. Pameo itu dipahami betul mantan Wakil Bupati Garut, Raden Dicky Candranegara.

    Lebih dikenal dengan nama Kang Dicky Chandra.

    Terbukti, menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci menjalankan ibadah umrah.

    Dicky tak lupa membawa banyak chocodot dan dodol, makanan khas Garut, Jawa Barat.

    “Sekalian promosi membawa cokodot (cokelat isi dodol Garut). Ibadah ya ibadah, tapi kalau ada beberapa hal lain bisa dilakukan kenapa tidak, mudah-mudahan jadi berkah,” katanya di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, beberapa waktu lalu.

    Dicky memang berangkat bersama pengusaha Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari Garut, Jawa Barat.

    Karena itu, dia tak mau menyiakan kesempatan tersebut. Selain membawa dodol, juga membawa produk lainnya seperti nasi liwet instan.

    Jika produk ini disambut baik, tak mustahil membuat inovasi lain seperti dodol dengan rasa bajigur atau bahkan bandrek.


     

    “Lagi bikin cokor, cokelat korma. Sekalian ke sana siapa tahu orang Arab juga seneng rasa cabe, rasa bajigur atau bandrek,” katanya antusias.


    Menurutnya, produk-produk asal Garut cukup dikenal di luar negeri saat ini.

    Hal itu juga, impian dan obsesinya memajukan daerah asalnya, meski tidak lagi menjabat Wakil Bupati Garut.

    “Inilah sosok yang tulus berobsesi memajukan Garut. Dia bukan tipikal manusia yang hanya berkeinginan menggerogoti dan merampok APBD Garut”. (Red. garutnews). Sumber
  • Jelajah Garut
    Banyak hal bisa terjadi dalam perjalanan. Bahkan tempat tujuan yang dianggap paling aman pun tidak menjamin kita terhindar dari bahaya kriminal atau huru-hara. Bagaimana cara mencegahnya?

    Sedikit melakukan riset dan menilik kembali pengalaman saya, setidaknya ada beberapa hal yang saya anggap penting untuk memastikan perjalanan saya aman. Tentu saja, apa pun bisa terjadi walau dengan persiapan yang maksimal, tetapi setidaknya risiko itu dapat kita kurangi.

    1. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengemas benda-benda berharga di tas jinjing (carry-on). Saya ingin laptop, kamera, perhiasan, dokumen, semuanya berada langsung di bawah pengawasan saya.

    Saya tak pernah memasukkan benda berharga ke bagasi ketika check-in karena selain berisiko dicuri, penanganan bagasi pesawat sering kali kasar dan asal banting. Tentunya kita tak ingin benda berharga kita rusak, kan?



    2. Setelah mengemasnya dengan rapi, saya juga memastikan tas saya kuat dan tahan lama. Artinya tidak mudah sobek, tidak mudah disobek atau dipotong namun tetap ringan, serta terutama bagian retsleting tidak mudah terbuka.

    Untuk mengunci tas/koper yang masuk bagasi pesawat, saya pastikan menggunakan gembok berstandar internasional, terutama standar TSA (Transportation Security Administration) di Amerika Serikat. Gembok ini selain lebih kuat, juga menggunakan kunci yang masternya dimiliki oleh petugas-petugas TSA.

    Jadi ketika mereka melakukan inspeksi acak, mereka dapat membuka tas saya tanpa harus menghancurkan gemboknya.

    3. Saya juga tidak lupa menyediakan obat-obatan dan pertolongan pertama dalam tas jinjing yang saya bawa di kabin. Jika terjadi apa-apa selama bagasi kita belum di tangan, maka kita bisa langsung mengambil pertolongan yang diperlukan (misalnya plester atau obat). Pastikan juga obat-obatan cair isinya di bawah 100 ml agar tidak dibuang oleh petugas keamanan.

    4. Soal sabuk uang (money belt), tidak semua orang nyaman. Namun, jika ada memang harus melalui daerah yang sangat rawan, tidak ada salahnya membelinya. Sabuk uang dilingkarkan di pinggang atau perut di bawah pakaian sehingga tidak terlihat dari luar. Ini bisa pula jadi tempat membawa paspor (jika harus dibawa bepergian, bila tidak lebih baik titipkan paspor di hotel).

    5. Jika tidak memilikinya, kita bisa membawa tas jinjing kecil yang dapat diakses di depan tubuh. Selalu letakkan tas jinjing di jangkauan pandangan agar tidak kecopetan. Ekstra hati-hati ketika tidur di moda transportasi, seperti perjalanan malam hari di kereta api, misalnya.

    6. Sebelum berangkat, saya menyimpan nomor-nomor penting seperti kedutaan besar, polisi, pemadam kebakaran, maskapai penerbangan, dokter, hotline asuransi, kontak keluarga dan lain-lain dalam sebuah kartu yang bisa dengan mudah diselipkan di dompet atau tas.

    7. Sebagai bagian dari riset perjalanan, saya mempelajari setiap daerah yang akan dikunjungi, dan membaca sedikit sejarah atau situasinya. Misalnya, dalam satu kota pasti ada daerah yang kurang aman. Hindarilah. Ketahui lokasi rumah sakit, polisi dan kedutaan atau konsulat.

    Saya senang dengan perjalanan yang spontan, namun dalam spontanitas itu tetap perlu ada kesiapan informasi, kan?

    8. Bagi yang membawa anak-anak kecil atau orang tua dan lanjut usia, saya sarankan pastikan mereka dalam pengawasan kita. Jika perlu bekali mereka dengan tas kecil yang berisi informasi kontak penting. Ide bagus juga untuk membekali mereka dengan telepon seluler jika usia anak sudah cocok.

    Berikan mereka pengertian untuk tidak menerima pemberian dan ajakan orang asing yang tak dikenal.

    9. Terakhir, jangan lupa untuk menyimpan fotokopi seluruh dokumen, baik dalam format fisik 9. maupun file di Google Docs, USB flashdisk atau CD/DVD.

    Semoga pengalaman pribadi saya berguna bagi Anda. Selamat jalan-jalan!

    Sigit Adinugroho



  • Dari Jakarta, Garut begitu mudah dicapai. Garut menyimpan legenda-legenda menarik yang cocok bagi penggemar kisah-kisah magis. Beberapa kerajaan tua pernah bermukim di Garut.Selain kawasan Cipanas sarat tokoh-tokoh legenda, pun hutan Leuweung Sancang di Garut selatan. Belum lagi pantai-pantai penuh cerita di pesisir selatan Garut.
    Salah satu obyek yang paling menarik sekalligus misterius, Candi Cangkuang.Tertarik menyingkap kemagisan Garut? Coba rencanakan pelesir ke Garut di akhir pekan ini. Jika Anda dari Jakarta, sepulang kerja langsung saja arahkan perjalanan ke Garut dengan naik mobil pribadi atau bus. Waktu tempuh sekitar 4 jam melalui tol Cipularang.




    Pasar Ceplak
    Jumat. Jika Anda berangkat sore, maka tiba di Garut pastilah sudah malam. Nah, di saat perut keroncongan, silahkan berburu makan malam di Pasar Ceplak di Jalan Siliwangi.
    Walau disebut “pasar”, di siang hari kawasan ini hanyalah jalanan biasa. Di malam hari, deretan pedagang kaki lima menyulap jalanan menjadi tempat makan.Belum puas? Ayo mampir ke alun-alun kota Garut. Di malam hari, pasar malam menyemarakan alun-alun. Berbagai kuliner bisa Anda buru di sini, termasuk es goyobod khas Garut.

    Delman Domba
    Mau lebih seru lagi? Ayo jadi kusir deldom atau delman domba. Ya, biasanya delman pakai kuda. Uniknya di Garut, delman ditarik domba.Jangan keasyikan di alun-alun, saatnya mencari penginapan. Pilih saja hotel di kawasan JalanCipanas. Ada banyak hotel mulai dari kelas hotel murah seharga di bawah Rp100 ribu sampai kelas mahal mencapai jutaan rupiah. Tinggal pilih sesuai bujet Anda.
    Sabtu. Saatnya menjelajahi Garut. Arahkan perjalanan kawasan wisata Situ Bagendit. Jaraknya hanya sekitar empat kilometer dari kota Garut. Situ Bagendit berada di Kecamatan Banyuresmi.Masih ingat legenda Nyai Endit? Perempuan kaya namun pelit. Di tengah rakyat kelaparan, ia hidup bermewah-mewah menjadi tengkulak beras para petani miskin.


    Situ Bagendit
    Sampai suatu hari seorang nenek pengemis meminta makan kepada Nyai Endit. Dengan congkak, Nyai Endit mengusir nenek itu. Sang nenek dengan tongkat sakti mendatangkan air bah bagi Nyai Endit.Nyai Endit bersama hartanya pun tenggelam dalam air bah. Genangan air kemudian berubah menjadi danau. Danau itulah disebut Situ Bagendit.
    Di Situ Bagendit, Anda bisa menikmati panorama danau dengan latar belakang danau. Naik saja rakit bambu untuk berkeliling danau. Kelar berwisata di Situ Bagendit, saatnya berburu oleh-oleh. Mampir ke toko-toko, menjual kerajinan kulit domba di sekitar Jalan Ahmad Yani. Jaket kulit domba paling tenar.Tentu belum lengkap tanpa membawa pulang dodol Garut. Nah, Anda bisa berbelanja dodol Garut langsung di pabrik dodol Garut merek di Jl. Pasundan. Atau, pilihan lain menikmati cokelat isi dodol di Jl. Otista.
    Minggu. Pagi-pagi, setelah check-out dari hotel, lanjutkan perjalanan ke Candi Cangkuang di Desa Cangkuang, Leles. Candi ini berada di pulau berada di tengah danau.Jadi, Anda harus melewati Danau Cangkuang menuju pulau tersebut. Cukup naik rakit bambu tersedia dan Anda pun bisa menyeberang danau sambil menikmati panorama.
    Setelah itu, perjalanan dilanjutkan jalan kaki. Anda melewati Kampung Pulo. Di kampung ini terdapat enam rumah tradisional ditempati keturunan Arif Muhammad, penyebar agama Islam di desa ini.Jangan lupa menyapa para penghuni rumah dan mintalah izin melihat-lihat keunikan rumah-rumah tersebut. Di ujungnya terdapat masjid tua sama umurnya dengan rumah-rumah tersebut.
    Setelah melewati Kampung Pulo, lanjutkan jalan kaki ke kawasan Candi Cangkuang. Candi Hindu tersebut diperkirakan dari abad ke-8. Di dalam candi terdapat patung Siwa. Namun, asal usul pasti mengenai candi tersebut masih misteri sampai saat ini.Lepas jelajah Candi Cangkuang, saatnya kembali ke Jakarta. Anda cukup lewat tol Cipularang menuju Jakarta.
    Jika Anda datang bukan dari Jakarta atau dari luar Pulau Jawa, cara termudah ke Garut naik pesawat menuju Bandung. Barulah dari Bandung, Anda lanjutkan perjalanan darat ke Garut.

  • Jelajah Sentra Kerajinan Jaket Kulit Asli Garut

    Jelajah Sentra Kerajinan Jaket Kulit Asli Garut

    Jelajah Garut .. Kota Garut selama ini hanya identik dengan camilan dodol Garut. Padahal, Garut juga punya sentra kerajinan jaket kulit di Sukaregang. Jaket kulit ini istimewa, karena dari kulit domba asli.

    Garut adalah salah satu produsen jaket kulit terbaik di Indonesia. Produk jaket kulit di Garut dihasilkan dari pusat peternakan domba yang tersebar di seluruh Kabupaten Garut.


    Jika Anda tertarik dengan jaket kulit ini, datang saja ke sentra kerajinan jaket kulit Garut, di Sukaregang. Letaknya tak jauh dari pusat Kota Garut. Sentra kerajinan jaket kulit ini sudah cukup terkenal, bahkan sampai ke mancanegara. Ini bisa dilihat dari banyaknya produk jaket kulit Garut yang diekspor ke luar negeri. Desain dan motif yang digunakan pada jaket kulit Garut sangat beragam dan modern. Tidak monoton itu-itu saja, jadi selalu menarik untuk dilihat dan dibeli.

    Saat memasuki kawasan Sukaregang, Anda akan melihat ada banyak jejeran toko yang menjual jaket kulit. Mulai jaket laki-laki, perempuan, dewasa dan anak kecil ada di sini. Model yang ditawarkan pun bervariasi. Pasti membuat pengunjung bingung untuk memilih.

    Masuklah ke dalam toko dan Anda pun bisa melihat aneka barang dari kulit yang dijual. Ternyata, Sukaregang tidak hanya menjual jaket kulit, tetapi juga barang lain seperti tas kulit. Nah, untuk yang senang mengoleksi topi, lengkapi koleksi Anda dengan membeli topi kulit asli buatan Sukaregang.

    Aneka produk buatan Sukaregang baik jaket atau pun aksesoris lainnya memang 100 persen  kulit asli, soal harga tergantung jenis barang, ketebalan, dan modelnya. Sebagai contoh, untuk aksesoris seperti tas dari kulit dikenai harga mulai dari Rp 80.000.
     
     ..
    Untuk jaket, ada pilihan unik yang bisa dicoba yaitu jaket yang terbuat dari sisa-sisa potongan kulit. Jaket tipe ini dikenai harga mulai Rp 650.000. Beda ketebalan, beda harga tentunya. Untuk jaket yang tebal dan menutup seluruh tubuh, bisa dikenai harga Rp 700.000-2.000.000. Ya, harganya memang bervariasi, tergantung dari model, ketebalan jaket, dan tentu saja kemampuan menawar Anda.

    Selain toko yang menjual kerajinan jaket kulit, Anda juga bisa melihat langsung proses pembuatan jaket kulit. Mulai dari kulit yang baru dikuliti, hingga proses penjahitan bisa pengunjung saksikan.

    Ya, Anda memang bisa melihat pembuatan secara langsung karena industri jaket kulit di sini merupakan industri rumahan. Kemampuan produksi rata-rata tiap produsen mencapai 2.000 jaket per bulan. Wow! Sumber
  • Oleh : Mia Winarti Syaidah
    Oleh : Mia Winarti Syaidah

    Jelajah Garut . Jika kamu, mengukuhkan diri sebagai seorang Priyai Indonesia yang ternyata suatu hari ditakdirkan mampir ke Garut, lalu setelah sampai mencari makanan siap saji, seperti junkfood, franchise atau makanan delivery order ala turis.

    Sepertinya harus berfikir ulang tentang integritas diri sebagai orang Indonesia.

    Sejenak, coba introspeksi diri. Seberapa dalam kamu memahami toleransi terhadap keragaman makanan di seantero Indonesia ini. Selain banyak pulau, Indonesia juga tersohor kulinernya yang sangat beragam, tak terkecuali kota kecil seperti Garut.

    Memesan makanan ala bule di kota yang masih ranum seperti Garut, tak ubahnya pelecehan terhadap kekayaan budaya yang menjadi bagian dari identitas rakyatnya.

    Dan jika tetap ngotot dengan keinginan itu, jangan marah jika dikategorikan sebagai tiran, yang menjadi sesosok tubuh tanpa indentitas.

    Menurut aktor Butet Kartaredjasa, perkara memangsa dan memanjakan lidah ini, bukan sekedar urusan mengganjal perut. Bukan pula sekedar energi penganjal tubuh. Tetapi lebih dari itu, perkara kuliner hendaknya difahami sebagai sebuah pencapaian kebudayaan.

    Karena disana kecerdasan meracik bumbu memilih bahan baku hewani, memadukan dengan sayur mayur dan memformulasikannya dengan rempah-rempah alami, usaha ini harus diartikan sebagai ikhtiar menemukan titik puncak kelezatan.

    “Dan pastilah pencapaian demi pencapaian yang berujung menjadi resep-resep masakan lokal itu, telah melewati berbagai eksperimentasi teruji waktu. Inilah sebuah tindakan kebudayaan yang bergerak dengan alamiah,” ujarnya, dalam artikel ditulis di majalah Gong edisi 104/IX/2008.

    Berjalanlah dulu di Jl. Ahmad Yani. Disana jika pagi hari tiba, nongrong berbagai gerobak dan tenda-tenda kecil menyajikan makanan ringan dan pas buat sarapan pagi, sepeti bubur ayam dibandrol Rp5 ribu per mangkuknya. Atau yang suka makanan berkuah, boleh nyoba lontong dengan kuah daging kari (Lengko) dan soto ayam dengan harga Rp4 ribu per mangkok.

    Bagi yang senang makanan yang pasti, jangan kecewa dahulu, di Jl. Ahmad Yani ini ada juga nasi kuning dan nasi tutug oncom dengan aneka lauk menggugah selera.

    Sore hari, tak kalah mengenyangkan.

    Setelah puas jalan-jalan menikmati hiruk pikuk kota Garut, jangan langsung pulang. Karena menjelang sore lidah bakal dimanjakan makanan lesehan dengan bumbu dapur dan lalapan khas Sunda.

    Sembari rehat bisa nongrong menikmat hidangan di Pasar Ceplak. Dari namanya kebayang kan kalau jalan itu isinya makanan bakal bikin lidah ngiler.

    Menu-menu yang bisa dipilih makanan penyetan seperti ayam goreng dan ayam bakar dibandrol mulai Rp10 ribu sampai Rp15 ribu, bahkan makanan ringan, mulai gorengan, onde, es goyobod, roti bakar sampai martabak manis dan bakso pun harganya dijamin nggak bakal bikin kantong seret.

    Berjalan sedikit ke arah kantor post bakal mendapati makanan legendaris dari Garut. Penasaran?

    Apalagi kalau bukan, “Coooolenak beuleum peuyeum digulaan, dicocoool enak bari peureum duduaan….~..,” tuh ada lagunya.

    Yap Colenak. Makanan tradisional yang tidak asing lagi bagi lidah orang Sunda ini telah menjadi makanan legendaries di Garut.

    Rasanya yang sederhana membuat colenak tak banyak menuntut lidah orang asing untuk merasakan kenikmatannya.

    Perpaduan tape singkong dibakar, kemudian ditaburi gula jawa bercampur kelapa dan taburan kacang itu. Membayangannnya saja lidah pasti sudah langsung akrab.

    Colenak memang jauh dari perpaduan toping makanan modern, seperti keju, mayones atau selai kacang yang biasa ada di dalam makanan siap saji ala bule. Tapi karena itu nilai lokalitas yang ada didalamnya membaut colenak tak hengkang dimakan waktu.

    Contohnya pak Amat (45). “Saya udah jualan sejak tahun 90-an itupun menggantikan bapak saya,” ujar bapak owner Colenak Madurasa ini.

    Dalam sehari, pak Amat menjual sebanyak 35 kilogram colenak. “Kalau habis, saya bisa membawa uang sekitar 100 ribuan,” ujar bapak dua anak ini.

    Untuk urusan harga, jangan khawatir sebungkus colenak hanya Rp3 ribu.

    Nah sekarang, nggak perlu bingung dan ngotot lagi buat nikmatin makanan diinginkan bukan? ujarnya. *****(garutnews ).
  • Oleh : Mia Winarti Syaidah
    Jelajah Garut .. Lenny Lestari Dewi (24) warga Galumpit Sasak kabupaten Garut, tak menyangka. Keinginannya untuk memproduksi batik garutan harus tertunda.

    Pasalnya, dia mendapati kenyataan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lihai dalam membatik di wilayah Garut menurut Lenny sudah sangat kurang. “Di Garut kini pengrajin batik sekaligus bergelut dalam usaha batik hanya tinggal tiga orang,” ujarnya ketika ditemui belum lama ini.

    Makin sedikitnya para pengrajin tersebut menurut Lenny, lantaran anggapan masyarakat yang masih “kolot” terhadap batik. “Mereka menganggap batik itu murahan, ngolot dan jauh dari kesan modern, sehingga sedikit sekali generasi muda yang tertarik untuk menekuni bidang ini,” ujar Lenny lagi.

    Padahal seiring penobatan batik pada 2 Oktober 2009 lalu oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization is (UNESCO). Euforia batikpun sedikitnya telah membawa angin segar bagi para pengrajin batik. Untuk batik garutan saja, permintaannya terus mengalami peningkatan. “Rata-rata pesanan banyak dari luar, seperti Palembang dan Kalimantan yang banyak memesan corak bunga dan hewan,” tambah Lenny.

    Menapaki jejak sejarah kebudayaan yang bisa bertahan belasan tahun memang tak mudah. Sejalan dengan perkembangan zaman, jejak kebudayaan terus menerus mengalami perubahan. Begitupun dengan batik.

    Sebagai warisan budaya, batik di Indonesia memang sangat beragam. Setiap daerah memiliki corak khas yang mewakili indentitas daerahnya masing-masing, tak terkecuali Garut.

    Di tengah membludaknnya batik di pasaran. Batik Garutan tak kalah pamor dari batik buatan daerah lain. Warnanya yang cerah dan coraknnya yang flesibel membuat batik Garutan banyak diminati para pecinta batik dan konsumen fashion.

    “Batik garutan punya ciri khas tersendiri, corak bilik dan warna biru menjadi identitas yang ditonjolkan para pengrajin batik garutan,” jelas Lenny.



    Di tahun 1967-1985 batik garutan mengalami masa kejayaan. Pengrajinnya mencapai 126 pengrajin yang tersebar di berbagai kota di Garut. Batik garutan sendiri sudah dikenal semenjak abad abad ke 18, tahun 1871-1915 di Panembong oleh orang Belanda bernama K.F Holle.



    Namun kejayaan itu tak bertahan lama. “Sekarang para pengajin batik tak lebih dari 20 pengrajin, itupun didominasi oleh orang tua, sisa-sisa zaman dulu,” ujar Lenny.

    Membaca ancaman tersebut perempuan asli garut lulusan Universitas Garut jurusan akutansi ini kemudian memutuskan menjadi pengrajin batik dan memberikan pelatihan skill membatik secara gratis kepada warga Garut ketimbang bekerja sesuai jurusannya itu.

    “Saya ingin mengembalikan kejayaan batik garutan lagi, karena kampung batik saja di Garut ini belum ada,” ujar Lenny lagi. Alasan itu pula yang mendorong Lenny mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) batik Swisse Van Java tiga tahun silam.

    Usaha Lenny sedikit membuahkan hasil. Di rumah bambu kecil dengan bahan-bahan batik yang ia beli dari Tasikmalaya. Kini SDM hasil didikan di lembaganya itu mencapai 20 orang. “Kebanyakan anak-anak sekolah dan warga sekitar,” tegasnya.

    Menurut Lenny, walaupun pemerintah sudah membantu dalam melestarikan batik garutan, namun para pengrajin masih cukup kesulitan mengembangkan usaha batik garutan. Selain kekurang SDM, para pengrajin pun kekurangan bahan baku dan pendanaan. “Kalau pemerintah mau serius memberdayakan pengrajin batik, usul saya pemerintah harus mengadakan koperasi batik di Garut,” ujarnya lagi.

    Jangan Tertipu Batik Palsu

    Namun sayang, selain geliatnya yang masih tertatih-tatih. Euforia batikpun membuat persaingan batik dikalangan pengusaha batik semakin ketat. Tak ayal, hal ini kadang membuat batik Indonesia kalah pamor dengan batik luar. Alih-alih karena lemahnnya daya saing, harga dan produksi, membuat para pengrajin dan pengusaha batik banyak yang berguguran.

    Disisi lain, dengan adanya pasar bebas, batikpun tak lepas dari produk-produk bajakan. Sehingga banyak konsumen batik yang tidak mengenal batik dengan seksama malah menjadi korban.

    Hal itu menurut Lenny karena anggapan masyarakat yang masih keliru tentang batik. “Banyak masyarakat yang beranggapan kalau kain bermotif parang, atau bunga itu batik, padahal belum tentu,” jelas Lenny

    Lenny menambahkan, batik berbeda dengan motif batik. “Kita bisa bedakannya dari kata “batik” itu sendiri,”

    Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa “Amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna lain. “Jadi batik itu coraknnya pakai perantara malam, kalau pake bahan kimia itu bukan batik tapi motif batik,” paparnya.

    Soal harga, batik garutan masih terhitung ramah di kantong. Dengan uang Rp.40000,- sampai Rp.80000,- rupiah sudah bisa membawa pulang batik prin dan batik cap. Sedangkan untuk batik tulis, karena proses dan pembuatannya yang membutuhkan skill dan waktu yang lebih, dihargai Rp.400.000,- sampai Rp.500.000,- rupiah. “Tergantung corak dan kerumitannya, makin rumit biasanya makin mahal,” ujarnya. Kejelian para pembeli dan kolektor batik menurut Lenny sedikitnya bisa menyelamatkan para pengrajin batik di nusantara. “Dengan begitu kita tidak akan kalah saing dengan produk bajakan dari luar, sehingga dapat menyambung titik-titik indentitas batik kita ke masa depan,” pukasnya.sumber
  • Jelajah Garut
    Jika Bandung terkenal dengan Paris Van Java, maka Garut mempunyai julukan yang tidak kalah, yaitu Swiss Van Java. Keindahan gunung, alam, danau dan dodolnya, menjadikan Garut sebagai 'Swiss' dari Jawa.

    Swiss terkenal dengan udaranya yang sejuk, memiliki daerah perbukitan dan beberapa pegunungan, serta danaunya yang bersih. Tidak usah jauh-jauh ke Swiss, hal tersebut dapat Anda temukan di Garut, sebuah kabupaten di Jawa Barat. Istilah Garut sebagai Swiss Van Java sudah dikenal sejak zaman kolonial Belanda. Ratu Wilhelmina, Ratu Belanda di zaman kolonial, dikabarkan memiliki peristirahatan pribadi di Garut pada saat itu.


    Sepanjang mata Anda memandang di Garut, wilayah-wilayah perbukitan akan menyapa Anda. Salah satu gunung yang terkenal di Garut adalah Gunung Papandayan. Gunung Papandayan berada di ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut. Kesegaran dan kesejukannya, tidak kalah dengan Gunung Alpen di Swiss. Gunung Papandayan adalah gunung favorit bagi para pendaki gunung. Selain kesejukannya, keindahan pemandangan alam dengan edelweis akan menambah pesona Gunung Papandayan.

    Jika Swiss punya Danau Interlaken, Swiss punya Situ Bagendit yang tidak kalah dengan pemandangan alamnya. Jika ingin merasakan pesona danau dengan kebudayaan Sunda yang kental, Anda juga bisa datang ke Kampung Sampireun. Di sana, sambil menjelajahi danau yang tenang, Anda dapat melihat berbagai jenis kebudayaan Sunda dari dekat.

    Selain danau, ada banyak sumber air panas di Garut yang dapat Anda kunjungi. Sumber air panas yang terkenal di Garut, salah satunya adalah Cipanas. Pemandian Cipanas telah menjadi salah satu wisata alternatif bagi warga ibu kota, yang ingin melepas kejenuhan dengan mandi air panas sambil ditemani suasana khas pegunungan. Jika ingin berlama-lama di pemandian Cipanas, di sana juga terdapat beberapa penginapan dengan harga yang terjangkau.

    Jika ingin menantang adrenalin, Garut mempunyai Sungai Cikadang yang akan menantang Anda dengan arung jeramnya. Arus di Sungai Cikadang cukup menantang. Di tambah dengan keasrian alamnya, dijamin adrenalin Anda akan semakin terpacu.

    Mencari keindahan pantai di Garut, dapat Anda temukan di Pantai Santolo. Pantai ini dapat ditempuh dari Kota Garut selama 3,5 jam. Selama perjalanan menuju pantai, Anda akan melewati daeah perbukitan yang berliku-liku. Perjalanan yang seolah 'menjelajah bukit' ini, akan menggoda Anda untuk mengabadikannya dengan kamera. Pantai Santolo memiliki pasir yang bersih, ombak yang tenang, dan air yang jernih. Keindahan sunsetnya jangan sampai Anda lewatkan.

    Satu hal yang menarik, jika Swiss mempunyai cokelat yang lezat, maka Garut mempunyai 'coklat' juga alias dodol yang sangat enak dan legit. Dodol Garut merupakan dodol yang terkenal, dan menjadi oleh-oleh khas Garut. Dodol Garut telah diproduksi sejak tahun 1926. Dodol Garut memiliki rasa yang legit dan tidak memiliki bahan pengawet. Kelegitan dan rasa dodol Garut, adalah sebagai penutup yang manis saat Anda berkunjung dari Garut. Inovasi terbaru dari Garut adalah coklat dodol, menggabungkan makanan tradisional Garut dengan gaya coklat ala Swiss!

    Selain objek-objek wisata di atas, masih banyak objek wisata di Garut yang layak Anda kunjungi. Keindahan alamnya pun, akan membuat Anda betah berlama-lama di Garut. Silakan berkunjung ke Garut dan menikmati Swiss Van Java! 

    sumber
  • Jelajah Garut
    Siapa yang tidak kenal domba garut? Domba Garut telah sejak lama dibudibudayakan oleh masyarakat di daerah Garut, Jawa Barat. Domba Garut merupakan persilangan segitiga antar domba asli Indonesia, domba Merino dari Asia kecil dan domba ekor gemuk dari Afrika. Persilangan ini cukup berhasil dengan menghasilkan domba yang cukup gemuk

    Diri-ciri domba Garut antara lain besar, domba jantan dewasa mempunyai bobot 60-80 kg, sedangkan yang betina mempunyai bobot 30-40 kg. Domba jantan memiliki tanduk yang cukup besar, melengkung ke arah belakang dan ujungnya mengarah kedepan sehingga berbentuk seperti spiral. Pangkal tanduk kanan dan kiri hampir bersatu.



    Domba betina tidak memiliki tanduk. Ekornya pendek dan pangkalnya agak besar (gemuk). Lehernya agak kuat. Bentuk telinganya ada yang panjang, pendek dan sedang yang terletak dibelakang pangkal tanduk. Bulunya lebih panjang dan halus jika dibandingkan dengan domba asli, berwarna putih, hitam, cokelat, atau kombinasi dari ketiga warna tersebut.

    Peminat domba Garut sendiri sangat banyak dan beragam dari mulai hobi sampai untuk dipotong. Kisaran harganya pun bervariasi. Di kalangan pehobi domba Garut harga jualnya berkisar antara Rp10 juta hingga ratusan juta rupiah per ekor.

    Domba garut sendiri merupakan domba terlangka di dunia, karena sulit ditemui di negara lain yang mirip dengan domba Garut ini. Yang menarik dari domba Garut adalah hanya melahirkan dua ekor setiap kali melahirkan tidak lebih. Walau tidak menutup kemungkinan untuk melahirkan anak lebih dari dua ekor, namun itu langka. Selain itu, harganya pun kemungkinan akan jatuh karena kualitas dan besarnya berbeda.

    Ada peluang usaha dibalik meningkatnya permintaan domba Garut saat ini. Yakni, peluang untuk mengembangbiakkannnya. Bagi yang tertarik, bisa dimulai dengan memiliki indukan. Harga kisaran induk betina Rp 1-5 juta per ekor.

    Cukup mahal memang, namun tunggu dulu, menurut mereka yang sudah menjalankan usaha ini, harga induk domba Garut biasaya turun setelah Idul Qurban. Harga per ekornya bisa hanya Rp1 Juta bahkan kurang. Selain itu, tidak menutup kemungkinan indukan betina yang kita beli saat itu sedang mengandung sehingga kita siap "panen".

    Bagi mereka yang sibuk dengan pekerjaan, namun berminat untuk menggeluti usaha ini jangan khawatir. Anda bisa menitip ke masyarakat sekitar atau santri yang ada didaerah Garut dengan sistem bagi hasil. Jadi, kalau sudah tiba saatnya panen dan melahirkan, dua ekor domba dibagi dua, satu untuk pengelola dan satu untuk pemilik.

    Harga per ekor domba yang baru dilahirkan lumayan mahal, berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta, tergantung dari kualitas domba itu sendiri.

    Kabupaten Garut yang berada di diwilayah selatan Jawa Barat, saat ini sudah menetapkan kecamatan Wanaraja, Banyuresmi, Singajaya, Banjarwangi, Cikajang, Bungbulang dan terakhir Cisewu sebagai sentra produksi domba pedaging.

    Anda berminat menjadi peternak domba Garut?
  • Jelajah Garut
    Garut yang dulu disebut Swiss van Java, tidak hanya kaya akan domba garut, dodol garut, jeruk garut atau jaket kulitnya. Tapi juga kaya akan trek offroad untuk para MTBers yang layak untuk dijajal.

    Ada banyak trek yang bisa dicumbu untuk berbulan madu atau hanya untuk berakhir pekan. Diantaranya adalah:

    1. Ciharus. Trek ini terletak di hutan belantara Gunung Kamojang.
    Vegetasinya didominasi hutan hujan tropis yang masih lebat. Tidak jarang pada waktu melewati trek ini harus sangat berhati-hati, lalai berarti siap-siap helem nyangkut di akar pohon, semak belukar atau batang pohon sehingga bisa terjatuh.
    Treknya uphill 20% dengan kontur berupa tanah bercampur pasir. 80% downhildengan tingkat kesulitan sangat ekstrim. Untuk para newbie, sangat tidak dianjurkan melalui trek ini. Panjang trek sekitar 9 km, terdiri dari single track di hutan tropis, kubangan lumpur, aliran sungai kecil, hutan pinus, pertanian dan jurang serta tebih yang curam.
    Trek ini akan menjadi surga bagi para MTB-ers pada waktu musim kemarau, tapi sebaliknya akan menjadi neraka bila hujan tiba. Trek yang semula gurih dan renyah, akan terbalik 180 derajat akan sangat licin dan berbahaya!
    Sangat dianjurkan memakai protektor, sarung tangan dan helem.



    2. Cibeureum berada di lereng Gunung Kamojang.

    Konturnya cukup ekstrim di 30% awal trek yaitu berupa jalan pasir bercampur tanah,lengkap dengan rintangan berupa semak belukar, sebatas dada, pohon tumbang, jurang, dengan turunan yang cukup sulit. Tanah 30%, 30% makadam, dan 10% aspal. Bisa ditempuh dengan gowes langsung ke lokasi dari garut sejauh 18 km atau dengan kendaraan langsung ke titik start dengan menggunakan colt L300 atau pick up. Untuk Truk besar atau beus bisa juga tapi hanya sampai pinggir jalan raya. Kemudian digowes ke titik start sejauh 1 km. Jarak tempuh lebih kurang 12 km, lama waktu antara 2-3 jam. Bila digowes langsung dari Garut kota sekitar 30 km (PP) dan finish di pemandian air panas (Cipanas). Bisa langsung berenang atau sekedar berendam, atau bila menginap di hotel atau di penginapan Cipanas bisa langsung rendaman di kamar masing-masing.

    Berikut adalah peta trek onroad-offroad Garut-Cibeureum-Garut



    3. Cirorek berada di lereng perbatasan Garut Tasik, lebih kurang 7 km dari Garut. dapat ditempuh langsung dengan gowes langsung melewati tanjakan ngamplang sejauh 4 km dan jalan aspal hotmix sampai ke lokasi. Atau loading sampai lokasi hutan pinus Cirorek. Treknya terbagi dua arah, arah pertama single trek, dengan kontur tanah, di tengah hutan pinus. Jalur ini cukup ekstrim karena diperlukan fisik yang bagus. Harus TTB. Konturnya 30% makadam, 40% tanah single trek,20% beton pnpm, dan 10 % aspal.
    Trek kedua ke arah Cigalontang Tasikmalaya, ini merupakan surga bagi para downhiller. Single treknya tanah, teduh karena berada di tengah hutan pinus. Dan treknya cukup panjang. 50% tanah, 40% makadam, 10% aspal. Panjang trek 6 km, waktu tempuh 3 jam.

    4. Cihanjawar-Dayeuh Manggung, berada di perbatasan Garut-Tasik searah dengan trek Cirorek. Bisa ditempuh dengan gowes dari kota Garut sekitar 7,1 km aspal jalan propinsi. Belok Kanan di Cihanjawar dan langsung makadam nanjak sejauh 5 km. Turunan makadam 1 km. Tiba di Curug Hanjawar dan masuk perkebunan teh. Jalurnya single trek variatif tanah, makadam dan kebun dengan perkebunan teh atau sayuran. 40% Makadam, 40% tanah, 20% beton. Udara sangat dingin dan bisa istirahat di masjid milik perkebunan teh Dayeuh Manggung. Panjang trek 5 km, waktu tempuh antara 3-4 jam tergantung sikon.



    5. Godog, trek paling populer di Garut, karena pendek (hanya 12 km dari Garut kota). 50% nanjak dengan aspal. Tapi bila ditempuh dari Lapang Nagrog (lebih kurang 6 km dari Garut) 80% makadam! Full nanjak! Untuk offroadnya bisa ditempuh jadi 2 jalur terserah kesukaan. Mau langsung ke kota atau masuk ke Margawati dan melanjutkan ke Cilawu. Treknya sangat ekstrim. Sudah cukup banyak memakan korban. Lebih baik tidak offroad di sini bila musim hujan tiba. Trek ini cocok buat para penikmat tanjakan tingkat sedang



    Trek Godog, bisa juga ditempuh dari desa Nagrog. Konturnya lebih menantang dan lebih sexy. Tanjakannya mantap, dengan makadam jahanam. Cocok untuk latihan XC sedang. Panjang trek 28,54 km (pp).

    Berikut petanya:



    6. Sagara, trek ini cukup panjang sekitar 34 km, konturnya 30% makadam nanjak dengan tingkat kesulitan biasa. 20% beton pnpm, dan selebihnya adalah tanah dengan variasi turunan dan tanjakan yang sangat sangat ekstrim. Tidak dianjurkan memakai sepeda XC biasa. Dianjurkan membawa air cukup banyak, makanan secukupnya. Diperlukan ketabahan dan kesabaran, karena sangat panjang sehingga memerlukan waktu yang cukup lama (5-6 jam). Tapi soal pemandangan, jangan tanya deh! Keren habis! Untuk tiba di trek ini, bisa ditempuh dari kota Garut sejauh 12 km dengan gowes atau loading ke Kecamatan Wanaraja.



    7. Waspada, trek ini sekitar 56 km (pp). Bisa ditempuh dengan gowes langsung atau dengan loading dulu ke Cikajang. Lebih kurang 29 km dari Garut Kota.Tapi mayoritas pesepeda di Garut menggowesnya langsung ke arah Gunung Papandayan/Cikuray. Dari alun-alun Cikajang, belok kiri, dan langsung menuruni turunan sangat tajam.Sebaiknya dituntun saja. karena turunan langsung berbelok dengan jembatan bambu. Sangat bahaya. masuk jalanan kampung sejauh 300 meteran, dan tembus di jalan aspal. menuju ke perkebunan Waspada. Tanjakannya cukup curam dengan turunan yang tidak kalah curamnya. 50% tanah single trek, 20% aspal, dan 30% beton. Pemandangan sangat indah karena kita berada lebih kurang di pertengahan gunung Cikuray.



    8. Satria, trek yang berada di perbatasan Cilawu Tasikmalaya-Garut, dapat ditempuh dari Garut kota dengan gowes langsung atau loading sejauh 27 (pp) km. 8 km dari garut kota belok kiri sebelum tikungan Cilawu. Treknya makadam 50%, 30% single trek perkebunan teh, 20% aspal/beton. Pemandangan dan keasriannya masih perawan!



    9. Lingga Ratu, tanjakan full 4 km, makadam sopan dan tanah. Masuk dari Jalan Raya Garut-Wanaraja, Pertigaan Desa Sindang Palay, Kampung Nangorak. Pemandangannya sangat cantik dan mempesona. Siapkan perbekalan air yang cukup, makanan dan protektor lengkap. Tidak dianjurkan untuk gowes sendiri, minimal 5 orang, karena untuk trek offroadnya sangat ekstrim. Untuk ke trek ini sebaiknya ditemani oleh orang berpengalaman dan tahu medan Lingga Ratu dengan baik. Pssst, angker!



    10. Cisaruni, trek ini cukup panjang. Terletak di Cikajang arah Pameungpeuk, lebih kurang 3 km dari kota kecamatan Cikajang, belok kanan. Merupakan areal perkebunan teh, yang sudah berubah menjadi perkebunan palawija. Treknya sangat indah, terdiri dari kontur tanah perbukitan 90%, sisanya semen atau beton di perkampungan. Jarak tempuh offroad 6 jaman.



    11. Gunung Papandayan, digowes langsung dari kota Garut memakan waktu sekitar 3 jam. Full tanjakan, cocok buat para goweser IPDN. Jalannya hotmix karena merupakan jalan propinsi ke arah Cikajang, Pameungpeuk. Trek downhill-nya dengan kontur tanah, makadam dan perkebunan sekitar 2 km, tapi downhill di aspal tipisnya sangat memuaskan. Bahkan, bisa biki BT hehehe…lebih kurang setengah jam. Anda akan meluncur dari Puncak Papandayan yang tembus di Desa Pangauban Bayongbong.



    12. Batu Tumpang, merupakan sebuah batu granit yang tingginya sekitar 60 m.View-nya sangat indah, dengan udara yang sangat sejuk dan segar. Dianjurkan untuk datang ke tempat ini sebelum jam 13.00 karena lebih dari jam itu dipastikan akan berkabut. Terletak 7 km dari Kecamatan Cikajang. Treknya murni untuk onroad. Dari Garut kota digowes lebih kurang 3 jam. Full tanjakannya.



    13. Papandayan-Cileuleuy, trek panjang. Diperlukan waktu sekitar 8-12 jam. Total jarak tempuh PP sekitar 56,20 km. Kontur treknya 40% Aspal, 40% tanah dan lumpur, 10% rawa, 10% makadam sopan. Bisa digowes langsung dari kota Garut sekitar 3 jam lebih tergantung kemampuan fisik masing-masing. Dari Papandayan menyusuri kawasan belerang dengan kontur tanah, cadas dan pasir. Vegetasi hutan pinus cukup mendominasi dengan perkebunan teh yang canti. Kemudian jalan menurun dengan kondisi yang tidak jauh berbeda. Untuk melewati trek ini dianjurkan membawa cadangan air dan makanan cukup banyak. Karena tidak ada warung sama sekali.

    14. Margawati-Cilawu

    Trek Margawati-Cilawu, sangat cocok untuk latihan endurance. Panjang trek 24,31 km dengan kontur tanjakan aspal panjang sekitar 8 km. Kontur makadam terdapat pada turunan dan tanjakan curam sehingga cocok untuk XC ringan. Bisa ditempuh dalam waktu 3,5 jam. Di sepanjang jalur banyak warung, sehingga tidak perlu membawa perbekalan. Namun, untuk tools kit, sangat dianjurkan. Karena tanjakannya sangat panjang, sehingga salah-salah mengatur shifter. Rantai bisa putus.


  • Jelajah Garut 
    Garut merupakan tempat liburan yang paling cocok untuk anda. Tersedia berbagai pilihan hotelmurah, villa, penginapan murah dan sarana akomodasi lainnya yang dapat anda pilih sesuai budget dan keinginan anda. Mulai dari hotel berbintang yang berkelas internasional, hotel melati, villa, cottage, resort sampai dengan losmen dengan tarif sewa yang cukup murah.
    Garut bisa sangat ramai pada bulan-bulan liburan yaitu pada bulan Juli – Agustus, dan pada liburan Lebaran maupun Tahun Baru. Wisatawan-wisatawan domestik asal Jakarta dan Kota-kota beasr lainnya  biasanya mengunjungi Garut pada musim liburan sekolah pada awal April, akhir Juni dan akhir September. Dan  wisatawan domestik lainnya biasa berkunjung selama liburan nasional. Di luar musim puncak tersebut, Garut bisa sangat tenang dan sepi dari ramainya wisatawan.



    Ada banyak cara agar kita bisa berlibur tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak. Berikut beberapa tips agar kita bisa menghemat pengeluaran pada saat berlibur :

    1.Tiket Pesawat
    Untuk mendapat harga murah dalam membeli tiket pesawat terbang, pastikan memesan tiket lewat agen perjalanan dari forum-forum lokal agar mendapat harga tiket pesawat yang murah. Setelah membeli tiket, pastikan tidak membawa banyak barang bawaan, karena kelebihan berat bagasi akan menambah biaya perjalanan.


    2. Hotel
    Bila ingin berlibur ke tempat wisata yang sangat populer, pastikan mencari hotel-hotel murah yang biasanya bukan di daerah wisata . Misalkan ingin mencari hotel murah di Garut bisa di daerah Tarogong ataupun di Garut Kota.


    3. Transportasi
    Menyewa mobil atau motor di tempat kita berlibur akan lebih murah biaya pengeluarannya dibandingkan bila kita harus berganti-ganti transportasi, seperti taksi, bus, ojek hanya untuk berkeliling melihat-lihat tempat wisata populer di tempat kita berlibur.


    4.Makan
    Untuk makan, walau sudah menyewa kamar di hotel murah, lebih baik mencari sendiri di warung-warung makan terdekat yang tarif harganya sangat murah. Apabila mungkin, memasak sendiri untuk makan malam di penginapan akan menghemat banyak biaya.

    5.Shopping
    Kegiatan satu ini memang menjadi kegiatan wajib wisatawan bila sedang berlibur ke suatu tempat. Tapi jangan sampai salah dalam memilih tempat untuk berbelanja. Pastikan memiliki kenalan atau tour guide yang memilki kemampuan berbahasa sunda agar lebih komunikatif.


    Itulah beberapa tips untuk wisatawan yang ingin berlibur dengan hanya mengeluarkan sedikit biaya. Pastikan Anda mendapat tiket pesawat terbang yang murah, hotel murah untuk dijadikan tempat menginap, transportasi, tempat makan dan berbelanja yang murah juga. Selamat berlibur. (angga tirta)
  • Jelajah Garut 
    Bagi yang mempunyai hobi travelling, pastinya sangat bingung dalam memilih karier atau pekerjaan. Disatu sisi kita harus mencari pengalaman dan uang di dalam dunia kerja, tapi di sisi lain hobi jalan-jalan kita otomatis akan terganggu dan bahkan terhenti.
    Sebenarnya, ada banyak pekerjaan di luar sana yang membolehkan kita untuk berjalan-jalan atau bepergian, meskipun saat itu kita sedang dalam tugas bekerja. Bahkan, perjalanan kita tersebut dibiayai oleh perusahaan.
    Yang kita tahu saat ini, pekerjaan yang bisa sambil jalan-jalan contohnya adalah pilot, tour guide, dan karyawan kapal pesiar. Tapi jangan anggap mereka bisa menikmati perjalanan mereka, seperti yang kita kira selama ini. Menurut pengalaman orang yang bekerja di kapal pesiar, mereka harus bekerja 7 hari tiap minggunya dengan sedikit sekali waktu istirahat, itupun bisa di dapat kalau kapal sedang berlabuh di pelabuhan.


    Lalu kira-kira, karir apa yang cocok bagi kita yang hobinya jalan-jalan? Berikut beberapa list karir yang cocok bagi kaum traveller dan bisa dapat dipertimbangkan


    Guru Bahasa Inggris




    Ada banyak sekali kesempatan untuk mengajar bahasa inggris, karena hampir di seluruh dunia, bahasa Inggris menjadi bahasa wajib yang harus dikuasai oleh penduduk setelah bahasa lokal masing-masing. Memang pada pekerjaan ini, kita tidak selalu bisa berjalan-jalan secara konstan, tapi di lain waktu kita akan harus menghabiskan 1 tahun atau lebih di tempat-tempat tertentu, dan kemudian kita bisa pindah ke tempat lain dengan pekerjaan yang sama.



    Penulis


    Beberapa majalah sering mencari penulis yang khusus untuk menulis dunia travelling, entah itu untuk menjadi karyawan tetap atau sebatas freelance. Dan ini adalah kesempatan yang sangat bagus, karena tentunya kita akan selalu ditugaskan untuk mencari informasi mengenai tempat-tempat wisata di dalam maupun luar negeri. Makin banyak lokasi yang kita kunjungi, makin banyak juga pengalaman jalan-jalan kita.


    Fotografer



    Dalam beberapa kesempatan, penulis travel pasti akan ditemani oleh seorang fotografer. Fotografer akan dituntuk untuk mengabadikan banyak objek-objek dan momen terbaik yang nantinya akan dipublikasikan. Sama seperti sang penulis, seorang fotografer juga dapat dipastikan akan sering berjalan-jalan sampai ke luar negeri.


    Militer



    Bagi kita yang ingin terjun di dunia militer, harus melihat dunia ketika sedang mengabdi pada komitmen kita sebagai seorang militer. Tentu suatu saat kita harus menetap di suatu lokasi dengan waktu yang cukup lama, khusunya bila sedang ada perang. Tapi itu semua sebanding dengan pengalaman travelling kita yang tentunya akan banyak didapat di setiap lokasi tempat kita ditugaskan.


    Entertainer/Performer



    Jika kita mempunyai keahlian khusus sebagai penghibur, ada banyak sekali kesempatan untuk mengunjungi tiap negara, yaitu pada saat ada panggilan menghibur dari negara-negara lain. Jenis hiburan disini bisa dari musik, drama, komedi, seni, maupun olahraga.


    Perawat Lepas




    Dibandingkan menjadi perawat rumah sakit yang kerjanya hanya di rumah sakit tempatnya bekerja, menjadi perawat lepas sangat menyenangkan. Sewaktu-waktu kita akan ditugaskan ke lokasi yang dibutuhkan, dan lalu akan pindah lokasi lagi setelah itu, tergantung kebutuhan.


    Sales



    Posisi sales di beberapa industri pasti banyak sekali membutuhkan perjalanan. Kebanyakan perusahaan memberikan fasilitas kendaraan maupun penginapan untuk para karyawan sales yang sedang ditugaskan. sumber
  • Jelajah Garut..Charlie Chaplin, komedian bintang Hollywood, Amerika Serikat, dua kali menjejakkan kakinya di Stasiun Cibatu, Garut. Pria berkumis petak itu, pada masa jayanya di layar hitam putih, memang mengunjungi Garut, yaitu pada tahun 1927 dan 1935.

    Untuk apa? Ya berlibur. Sekadar mengingat, Garut dengan nuansa pegunungannya pernah berjuluk ”Swiss van Java”.
    Pada kunjungan pertama, Chaplin ditemani aktris Kanada pemenang Oscar, Mary Pickford. Sementara pada kunjungan kedua, dia ditemani sang istri, Paulette Goddard, pemeran utama perempuan dalam film Modern Times dan The Great Dictator 2.



    Selain Chaplin, tokoh lain yang tercatat menjejakkan kaki di Stasiun Cibatu adalah Perdana Menteri Perancis Georges Clemenceau pada tahun 1920-an.Beliau adalah pendiri koran La Justice (1880), L’Aurore (1897), dan L’Homme Libre (1913); sekaligus penulis politik terkemuka. Clemenceau menjadi perdana menteri dalam dua periode, yakni 1906-1909 dan 1917-1920.

    Dalam buku Seabad Grand Hotel Preanger 1897-1997, Haryoto Kunto menulis, tahun 1935-1940 setiap hari di Stasiun Cibatu diparkir selusin taksi dan limousine milik hotel-hotel di Garut, di antaranya Hotel Papandayan, Villa Dolce, Hotel Belvedere, Hotel Van Hengel, Hotel Bagendit, Villa Pauline, dan Hotel Grand Ngamplang. Garut memang indah, dikelilingi Gunung Papandayan, Cikuray, dan Guntur. Terdapat pula situ dan Candi Cangkuang, Situ Bagendit, serta permandian-permandian air panas.

    Menjelang Lebaran, di bulan puasa ini singgah dulu di Stasiun Cibatu juga tak ada ruginya. Tak jauh dari tempat itu ada Masjid Mbah Wali di Kampung Pasantren Tengah, Cibiuk, dan Makam Syekh Ja’far Shidiq di Cipareuan, Cibiuk, untuk wisata ziarah.

    Masih di Stasiun Cibatu, pada tahun 1946, kereta luar biasa Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta juga transit saat menghantarkan mereka ke Garut, ditemani Ibu Fatmawati dan Rachmi Hatta.Ketika itu, selain jalur rel barat-timur—yang kini masih beroperasi—jalur rel dari Stasiun Cibatu-Garut-Cikajang (ke arah Garut selatan) juga masih aktif. Jalur ke Cikajang inilah yang menjadi favorit wisatawan, dengan lima jadwal keberangkatan kereta lokomotif uap setiap hari.

    Bicara soal lokomotif uap, Stasiun Cibatu juga ”juaranya”. Stasiun kelas 1 itu pernah menjadi salah satu depo lokomotif uap terbesar di Jawa-Sumatera sebelum ditutup tahun 1983. Kata Amin (54), pegawai Cibatu, depo itu pernah mempekerjakan 700 teknisi untuk memelihara 100- 150 lokomotif uap setiap hari.


    Rumah-rumah tua dengan daun-daun jendela yang lebar dan langit-langit yang tinggi di sekitar stasiun adalah saksi bisu kejayaan Stasiun Cibatu.

    Sepi
    Hari ini, tiada yang luar biasa dari stasiun Cibatu. Tembok putihnya kusam, sepi, dan bangunannya minim fasilitas. Kereta yang berhenti tidak banyak, hanya empat rangkaian kereta jarak jauh ditambah satu kereta ekonomi lokal (Cibatu-Purwakarta).

    ”Saya mau naik kereta ekonomi lokal ke Purwakarta. Ada keluarga saya yang tinggal di sana,” kata Lilis (46) yang asli Cibatu. Lilis dan putri bungsunya telah menunggu 30 menit, tetapi loket belum dibuka.

    Entah kenangan apa yang hinggap di benak Lilis yang dilahirkan tahun 1960-an itu?

    Masihkah dia mengenang kejayaan Stasiun Cibatu? Entahlah, tapi bagi kami, generasi yang terlahir tahun 1980-an, kenangan manis Stasiun Cibatu hanya didengar dari cerita orang tua atau membacanya dari literatur.

    Bagaimana nanti bila generasi orangtua kami mangkat? Sebaiknya dipikirkan upaya untuk merevitalisasi stasiun, dimulai dengan lebih banyak melengkapi informasi.

    Mengapa tidak memajang foto Charlie Chaplin dengan sedikit narasi di dinding stasiun? Rangsanglah kebanggaan atas prasarana stasiun itu.

    Dengan mengetahui sejarah stasiun-stasiun, semoga kita bisa lebih menghargai, lebih menjaga sarana dan prasarana transportasi kita. 

  •        Pengoperasian bus khusus pariwisata Jakarta – Garut, kemungkinan bisa terwujud, yang semula direncanakan mulai beroperasional sebelum Lebaran Idul Fitri atau sekitar Agustus maupun September 2010 lalu.

          Namun dalam perkembangannya, terganjal banyak kendala sehingga pembahasannya kembali digelar dengan menghadirkan Direktur Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan pada Kementerian Perhubungan, Ir Sudirman Hambali di Garut, Jumat.

           Sudirman Hambali seusai rakor penetapan usulan pengoperasian bus khusus tersebut, kepada Garut News mengemukakan, rencana itu bisa direalisasikan dengan pola “checkpoint”.

           Yakni bus diberangkatkan dari dan ke Garut, jika terdapat serta dipenuhi penumpangnya, agar pengusaha armada angkutannya tidak mengalami kerugian, katanya.

           Kemudian selama beroperasi akan dilakukan kajian teknis, mengenai potensi penumpangnya, untuk kemudian direncanakan pengalokasian dana  pembangunan “shalter” di Garut.

           Dia mengaku “sedih”, menyusul pada tahun anggaran 2010 pada institusinya terdapat alokasi dana pembangunan “shalter” sekitar Rp1 miliar, namun sama sekali tidak terdapat pengusulan dari Kabupaten Garut, ungkapnya.

          Padahal jika waktu itu terdapat usulan, dipastikan dapat direalisasikan pembangunannya di Kabupaten Garut, katanya.

          Ditemui terpisah, Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan UMKM dan Pariwisata, Dr Hamdan kepada Garut News menyatakan, lembaganya selama ini berupaya mengkoordinasikan secara lintas sektoral untuk memberdayakan UMKM dan Pariwisata.

          Diantaranya mengundang Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada rakor penetapan usulan pengoperasian bus khusus Pariwisata Jakarta – Garut, yang checkpoint nya di pelataran “Garut Sauvenir Centre” (GSE).   

           Wakil Bupati Garut, Rd. Diky Chandra menyatakan sangat mendukung rencana ini, meski realisasinya harus sesuai dengan kebutuhan maupun bukan atas dasar kepentingan. 

          Sedangkan peluncurannya, kemungkinan pula bersamaan berlangsungnya gelar budaya menjelang peringatan hari jadi ke-199 Garut, pada 17 Maret mendatang, ungkap Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Garut, H. Budiman, M.Si. ****(John). 



Comments

The Visitors says