Panorama Wisata

welcome to our blog

We are Magcro

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

Followers

Footer Widget 2

AIR KRAN SIAP MINUM

Labels

Pages

Blogger news

Download

BTricks

BThemes

Recent Posts

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Berburu Jajanan Asli Garut

    Setelah di artikel sebelumnya kita membahas tentang chocodot , dodol serta kerupuk kulit Garut , selanjutnya kita masih akan membicarakan tentang produk makanan unik dari Garut lainnya. Berikut informasinya ....

    Liwet Instan

    Sebuah terobosan baru dalam industri makanan pun turut lahir dari kreatifitas masyarakat Garut, yaitu nasi liwet instan. Kita selama ini sudah mengenal nasi liwet sebagai makanan khas masyarakat sunda , namun bagi orang di luar garut yang ingin juga mersakan nya kini ada nasi liwet instan. Di kemas praktis dan mudah di masak lengkap dengan bumbu penyedap sehingga kita tidak perlu lagi repot meracik bumbu.

    Sambal Kriuk Si Rawit

    Buat penggemar pedas sekarang ada Sambal kriuk si rawit , yaitu sambal yang terbuat dari cabe keriting garut atau biasa di sebut cabe domba garut. Memiliki cita rasa pedas yang bisa anda coba untuk menambah selera santap makan anda. Samba tabur ini menjadi salah satu produk garut yang merupakan hasil kreatifitas UKM yang di dukung oleh sumber daya alam yang tersedia di kota Garut.

    Moring Garutan
    Produk olahan makanan lainya yaitu moring garutan atau cemilan yang terbuat dari tepung tapioka dan di berikan beraneka bumbu rasa seperti barbeque dan lain sebagainya. Moring yang hanya makanan tradisional di kemas dengan rasa yang lebih modern sehingga menggugah selera dan bisa membuat ketagihan

    Kita akan lanjutkan di artikel selanjutnya tentang produk olahan makanan khas garut. Semua produk Garut yang telah di bahas dapat anda peroleh atau beli di toko online yang khusus menjual produk Garut yaitu www.asgarstore.com
    Chocodot , liwet instan , sambal kriuk si rawit , moring garutan
  • Chocodot

    Salah satu aneka produk olahan khas garut adalah chocodot atau biasa di sebut coklat garut. Beberapa tahun belakangan ini telah menjadi primadona produk makanan dari Garut yang di kenal sebagai kota wisata. Chocodot merupakan coklat yang terbuat dari olahan kakao di padukan dengan dodol yang merupakan khas garut sehingga menghasilkan chocodot atau choclate with dodol.

    Dodol Garut

    Garut yang telah lama di kenal sebagai kota dodol , tentu saja memiliki aneka dodol garut yang jadi primadona pelancong yang berkunjung ke kota ini. Produksi dodol yang sangat besar dan oleh banyak UKM menjadikana garut tidak pernah kehabisan stok dodol nya. Tercatat ekspor dodol sudah di lakukan sejak lama terutama ke negara-negara di timur tengah.

    Kerupuk Kulit

    Di garut banyak terdapat pabrik pengolahan kulit baik untuk bahan jaket dan juga produk olahan makanan yang biasa di sebut kerupuk kulit. Makanan ini sangat banyak di buru karena ke khas an rasa serta gurih nya yang sangat cocok di makan berbarengan dengan makanan ber kuah .

    Yuk Berburu Jajanan Garut
    Masih banyak lagi produk olahan makanan dari kota garut yang belum bisa di berikan semua di sini . Untuk anda yang melancong ke Garut bisa mendapatkan semua jajanan di toko oleh oleh yang tersebar hampir di setiap sudut kota. Namun bagi anda yang belum bisa datang langsung , kini anda dapat berbleanja secara online melalui toko oleh2 asli garut online yaitu asgar store yang berlamat di www.asgarstore.com
    Chocodot , dodol garut , kerupuk kulit garut
  • Coklat Garut Chocodot

    Chocodot yang juga sering di sebut coklat garut telah lama menjadi primadona cemilan dari kota Garut selain dodol. Chocodot di ambil dari singkatan coklat with dodol adalah perpaduan antara manisnya coklat garut dengan dodol yang sudah menjadi ciri khas kota wisata pegunungan ini.

    Satu Satunya di Dunia

    Chocodot berani sesumbar bahwa hanya satu satunya coklat isi dodol yang di buat di dunia yaitu di Garut. Dengan slogan ini semakin banyak orang yang penasaran dengan apa itu chocodot. Berbagai varian coklat di buat kreatif dengan filling atau di isi dodol aneka rasa mulai dari dodol buah hingga dodol original sehingga menambah ke khasan aseli garut nya.

    Memiliki Keunikan Kemasan

    Selain menjadi satu satunya coklat di dunia yang di padukan dengan dodol , chocodot juga memiliki ciri khas yang mungkin sangat unik sehingga menjadi pem beda di antara produk coklat lainnya di pasaran. Chocodot di bungkus dengan berbagai kemasan yang unik di antaranya menggunakan anyaman bambu sehingga kesan etnik sangat kental.

    Selain mengusung tema tradisional , chocodot juga di kemas modern dengan nama nama yang unik , di antaranya , chocodot anti galau , chocodot gage atau garut geulis , chocodot tolak miskin dan varian unik lainnya yang semakin membuat banyak orang penasaran.
    Pasar domestik hingga mancanegara
    Chocodot saat ini telah berhasil memenuhi permintaan pasar domestik baik penjualan di lokal garut hingga sebagian pelosok nusantara. Bahkan ada renca untuk di pasarkan hingga ke korea , hmm coklat garut semakin mendunia. Ayo cintai produk Indonesia ...
    Chocodot , chocodot , Coklat garut , jual chocodot garut , jual coklat garut
  • Cerita Inspiratif Kiki Gumelar Sang Owner Chocodot

    Cerita Inspiratif Kiki Gumelar Sang Owner Chocodot


    Jelajah GarutKalau bicara dodol, identik dengan Garut. Maklum, dodol adalah makanan khas kota ini yang sudah kesohor ke mana-mana. Tak terhitung, berapa banyak pengusaha yang sukses dari bisnis dodol. Namun sekarang ini, Garut tak hanya dikenal dengan dodolnya tapi juga Chocodot, yaitu nama makanan yang diambil dari singkatan Cokelat Isi Dodol Garut. Kendati Chocodot ini baru ditemukan, namanya sudah menyeruak ke permukaan sehingga menjadi incaran para pelancong yang datang ke kota di Jawa Barat ini.



    Adalah Kiki Gumelar yang pertama kali membuat Chocodot dan sukses membisniskannya. Inovasi dan keluar dari pakem bisnis dodol yang sudah ada menjadi kunci sukses bagi pria berusia 30 tahun ini dalam mengelola bisnisnya. Selain bisnisnya makin berkembang, pengakuan atas inovasi yang dilakukannya alumni jurusan Administrasi Hotel, Akademi Pariwisata Ambarukmo, Yogyakarta ini, juga banyak diraih. Salah satunya, pada 2010 lalu, ia mendapat penghargaan UKM Award 2010 dari Wakil Presiden Boediono pada acara pembukan pameran Trade Expo Indonesia dan Pangan Nusa 2010, di Jakarta Expo Kemayoran.




    Ia merintis usaha Chocodot ini sejak pertengahan tahun 2009 lantaran merasa sudah jenuh menjadi pegawai. Karier mantan pemenang Jajaka Garut tahun 1997 ini yang cemerlang sebagai Manajer Pengembangan Bisnis di PT Nirwana Lestari, distributor produk PT. Ceres Indonesia, tak mampu membendung keinginannya berwirausaha. Ia merasa perlu tantangan dalam hidupnya. Apalagi sudah delapan tahun Kiki tinggal di Yogyakarta. Ia jenuh dan ingin kembali ke kampung halaman, yaitu Garut.

    Akhirnya, setelah melalui proses yang tak mudah, Kiki menemukan Chocodot saat masih tinggal di Jogyakarta. Setelah dirinya keluar dari tempat kerjanya, ia langsung tancap gas dengan menekuni pembuatan Chocodot di Garut dengan modal Rp 17 juta hasil pinjaman kartu kredit milik ibunya. Chocodot pun mulai dipasarkan sejak Juli 2009 dan ia mendirikan UD. Tama Cokelat, sebagai perusahaan yang menaungi Chocodot.

    Awal pemasarannya sederhana saja: dari satu pintu ke pintu. “Cuma pakai motor, saya mendatangi toko oleh-oleh dan hotel yang ada di Garut. Satu per satu yang didatanginya menolak,” katanya mengenang. Namun. di antara mereka, ada beberapa hotel yang bisa melihat potensi Chocodot. Itu pun dari 10 yang ditawari, hanya ada empat yang mau mencoba memasarkan produknya.
    Titik cerah mulai terlihat, ketika Pemerintah Kabupaten Garut mengadakan Garut Summit dan Kiki pun ikut ambil bagian dalam acara tersebut. Dalam pameran memperkalkan potensi Garut tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Garut, Dicky Chandra yang melirik potensi bisnis Chocodot besutan Kiki. Sejak saat itulah, Dicky yang mantan artis itu, selalu mempromosikan Chocodot dalam setiap kesempatan. Dari situlah, Chocodot mulai menyedot perhatian.

    Setelah itu sejumlah pameran ia ikuti di samping terus melakukan pengembangan pasar ke barbagai kota di luar Garut. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Di penghujung tahun 2009, atau beberapa bulan setelah bisnisnya berdiri, ia mampu mencetak omset hingga Rp 100 juta dengan pemasaran 90% hanya di Garut.

    Kesuksesan Chocodot menyedot perhatian Bank Jabar. Hanya cukup sekali presentasi di depan petinggi bank tersebut, kucuran kredit sebesar Rp 100 juta didapat Kiki. Modal sebesar itu digunakan Kiki untuk pengembangan usahanya. Apalagi saat itu, ia menjalankan usahanya dari rumah kontrakan berukuran 5x6 m2. Permintaan yang begitu deras mengharuskannya menambah kapasitas produksi. Uang tersebut digunakannya untuk membangun toko permanen. Kini, Kiki sudah memiliki enam cabang, termasuk di Bandung dan Jakarta.
    Ia pun terus menambah varian produknya. Selain Chokodot, ia juga memasarkan Dogar (cokelat isi abon), Cokelat Olga (cokelat oleh-oleh Garut), Jadol (pizza topping dodol). Bagi Kiki, melakukan inovasi adalah hal penting. Karena itulah konsumen selalu mau kembali. “Orang yang datang kemari, tidak selalu pelanggan tetap. Lebih banyak orang-orang baru yang penasaran dengan produk kami yang juga selalu baru,” ungkap ayah satu anak ini.

    Sekarang, impiannya menjadikan cokelat sebagai ikon Garut perlahan mulai terwujud. Bahkan kini sudah mulai bermunculan pesaing yang mengemas persis seperti produknya. Kondisi ini pun dijadikan pria yang pernah menjadi Duta Boga Jawa Barat versi Bogasari itu mulai menyiapkan strategi pertahanan. Salah satunya dengan mulai memperdayakan penduduk di sekitarnya.

    Akhir tahun 2010 disyukuri oleh peraih Garut Award 2010 bidang inovasi produk buah tangan kota Garut itu dengan perolehan omset Rp 800 Juta. Target tahun ini adalah melipatkan omsetnya sebanyak dua kali. Hal itu mungkin saja terjadi dengan volume penjualan yang meningkat. Kini, ada 40 toko oleh-oleh di Garut yang mengambil produknya. Demikian juga banyak agen travel yang membawa para pelancong datang ke berbagai outlet yang menjual Chocodot.

    Berkat kesuksesannya itu, sekarang Kiki mulai rajin mengisi seminar kewirausahaan di berbagai institusi. Tiada minggu baginya tanpa undangan sebagai pembicara. Demikian juga, undangan pameran bertebaran. Seperti, tahun lalu, ia bersama peserta UKM lainnya mengikuti pameran di ASEAN Week, Mid Valley, Kualalumpur, Malaysia.

    Momon, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat menilai, bisnis Chododot bisa berkembang pesat dalam waktu relatif singkat karena inovasi yang dilakukannya menarik banyak pihak dan Chocodot berbeda dari produk yang sudah ada, meski tak menghilangkan ciri khas yang dimiliki Garut, yaitu dodol. "Saya tahu Chocodot dari televisi. Langsung saja setiap kami jalan-jalan ke Garut, saya ajak teman-teman ke sini," ia mengungkapkan.
    sumber: http://dedesuryadi.blogspot.com

Comments

The Visitors says