Panorama Wisata

welcome to our blog

We are Magcro

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

Followers

Footer Widget 2

AIR KRAN SIAP MINUM

Labels

Pages

Blogger news

Download

BTricks

BThemes

Recent Posts

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Air Terjun Saluopa
    Air terjun ini biasa juga disebut dengan Air Luncur Saluopa Saluopa terletak di desa Tonusu atau sekitar 12 kilometer arah barat dari kota Tentena, ibukota Kecamatan Pamona Utara, atau 54 kilometer arah tenggara dari kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Karena keindahannya air terjun saluopa sudah cukup dikenal oleh wisatawan luar negeri maupun lokal. Dari Palu ke kota Tentena dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua dalam waktu sekitar 7-8 jam. Apabila sudah berada di Tentena dan ingin jalan-jalan ke Air Terjun Saluopa, Anda dapat menggunakan kendaraan bermotor. Kemudian, dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter.

    Menurut beberapa pengunjung, air terjun Saluopa merupakan air terjun yang terbaik di Indonesia. Namun sayangnya, air yang dahulu mengalir deras menutupi bebatuan di setiap tingkatan tersebut, kini debit airnya mulai berkurang.

    Air terjun Saluopa bersumber dari mata air yang mengalir dari puncak gunung dengan ketinggian 25 meter. Air terjun ini melewati batuan gunung sebanyak 12 tingkatan yang mengalir deras mengalir hingga ke tingkat paling bawah yang berakhir di sungai kecil Desa Leboni. Keunikan air terjun ini adalah adanya undakan batu-batu yang membentuk setiap tingkatan berupa sebuah kolam kecil. Tingkatan air terjun ini dapat dijelajahi atau didaki hingga ke tingkat teratas  karena tidak berlumut walaupun dibawah derasnya air.  Juga di bawah air terjun ini terdapat beberapa kolam dengan air yang sangat jernih.
    Air Terjun Saluopa
    Menurut catatan petugas jaga, jumlah pengunjung ke air terjun saluopa saat hari libur mencapai 200 orang lebih. Namun pengunjung terbanyak saat perayaan Tahun Baru yang mencapai 400 pengunjung. Bertambahnya pengunjung sudah tentu menambah pemasukan bagi Pemkab Poso yang menetapkan tiket masuk Rp 1.000 per orang.

    Selain itu, di tujuan wisata area air terjun saluopa yang terletak di perbukitan ini Anda juga dapat menikmati panorama alam berupa hutan tropis yang masih asri sambil menghirup udara yang segar. Walaupun Anda akan dihadapkan dengan mendaki hutan namun jalur trekking yang ada sudah disiapkan dengan baik. Namun beberapa bagian masih berupa tanah berbatu.

    Trekking ini akan menguras energi Anda untuk bisa mencapai titik paling atas air terjun ini. Namun, semuanya akan terbayarkan ketika Anda mendengarkan kicauan burung yang bertengger di atas pepohonan serta curahan air terjun Saluopa yang jernih. Bahkan terkadang di antara percikan air terjun terkadang muncul warna pelangi yang sangat indah dan mempesona. Anda dapat bermain-main air di atas bebatuan tersebut sambil berfoto-foto dengan latar belakang air terjun.
    Keindahan juga kita rasakan saat sebelum masuk ke area air terjun saluopa. Sekitar 500 meter dari area parkir. Menyusuri kebun coklat dengan jalan yang berliku. Terlihat juga kehijauan alam disekitarnya. Warna itu memberi aura tersendiri. Begitu kayanya Indonesia dalam balutan lebatnya hutan. Silahkan datang dan nikmati keindahan alam raya Indonesia.

  • Pantai Sabang Tende
    Pantai Sabang tende dikenal sebagai salah satu objek Wisata andalan di kabupaten Tolitoli, dengan pemandangan yang indah dan pasir putih yang halus yang terhampar di sepanjang pantai sabang tende didandani dengan dua buah pulau yang eksotik dan menawan seakan melengkapa keelokan pantai ini. Untuk berkunjung ke objek wisata ini anda dapat menggunakan modal transportasi darat dengan waktu tempuh hanya sekitar 15 menit.

    Pantai Desa Sabang memiliki air laut yang jernih, pepohonan yang rindang di tepi pantai di tambah lagi air pegunungan yang jernih dan alami yang mengalir langsung dari pegunungan. Keunggulan pantai ini yakni dua buah pulau yang disebut masyarakat sekitar dengan Pulau Sabang-Tende dan Pulau Madda'aung. Kedua pulau sangat indah dan eksotik yang dapat menjadi tempat untuk rekreasi dan memancing serta bermalam/kemping. Pantai Sabang tidak kalah jauh eksotiknya dengan beberapa pantai yang sudah kita kenal seperti di Bali, Bangka Belitung dll yang ada di Indonesia.


    Jarak kedua pulau dari bibir pantai hanya sekitar 300 m yang dapat ditempuh dengan Perahu Nelayan atau kalau air laut surut, bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari bibir pantai. Pantai Sabang juga menjadi "IKON" pariwisata Kota Tolitoli yang diharapkan dapat menarik wisatawan lokal atau domestik serta mancanegara untuk berkunjung. Pantai Sabang juga menawarkan terumbu karang dan ikan dari berbagai jenis yang tidak kalah eksotik dan indahnya dengan Bunaken di Manado, yang sangat cocok untuk penyelaman atau diving.

    Pantai Sabang Tende


    Selain itu pada saat air laut surut kita dapat berjalan kaki menuju pulau yang ada di depan pantai tende sabang tersebut yang dikenal dengan sebutan Pulau Otut, jarak antara bibir pantai dengan pulau -/+ 100 meter. Konon menurut cerita yang di dengar kalau di sekitar laut yang ada di pantai tende sabang ada ikan duyung yang hidup di sekitar pantai tersebut.

    Kita tak perlu hawatir jika berkunjung ke objek wisata ini, karena di objek wisata ini telah di buat fasilitas sederhana barupa gazebo, toilet yang terhubung dengan sarana air bersih. Fasilitas lain yang dapat kita jumpai disini adalah permainan tantangan untuk menguji keberanian kita pada ketinggian , atau yang lebih dikenal dengan sebutan out bound. Permainan ini di buat menjadi 2 bagian, yang diantaranya untuk anak-anak dan orang dewasa. Untuk anak-anak jarak tempuhnya untuk meluncur kebawah sekitar  50-70 mtr, sedang kan untuk yang dewasa 100-120 mtr. Adapun biaya yang dikenakan pada saat ingin meluncur menggunakan fasilitas ini pengunjung hanya dikenakan biaya sebasar 5.000 rupiah cukup murah dan terjangkau.


  • Pantai Talise, sulawesi tengah

    Pantai Talise merupakan obyek wisata pantai dengan memiliki panorama alam yang indah dan pegunungan yang begitu mempesona. Selain itu, pantai ini sangat cocok untuk kegiatan olah raga, seperti: berenang, selancar angin (wind surfing), sky air, menyelam, memancing, dan lain sebagainya. 
    Terletak di ujung Teluk Palu, pantai Talise membentang dari kota Palu sampai pada kabupaten Donggala, sehingga mempermudah para wisatawan yang ingin datang ke tempat ini, dan itu pula yang menjadi alasan mengapa pantai ini selalu ramai akan pengunjung dari berbagai daerah. Pantai Talise berada di Teluk Palu yang perairannya cukup tenang, Sehingga, senja yang terbenam begitu elok untuk dipandang. Gunung Gawalise yang terlihat gagah menjadi perpaduan cantik lainnya. Gunung ini melengkapi kesempurnaan pemandangan di Pantai Talise dengan langit yang berubah warna dan lautan yang tenang. Keluarkan kamera, jangan lewatkan sedetik pun pemandangan cantik ini di depan Anda. Sungguh, waktu seolah terhenti saat Anda menghabiskan sore hari di Pantai Talise. Inilah penutup hari yang sempurna sekaligus pemikat hati Anda. 

    Pantai Talise, sulawesi tengah
    Bagi anda yang ingin berkunjung, Tidak sulit untuk menuju Pantai Talise. Ada banyak angkutan umum yang melewati pantai ini. Di pinggir jalannya, banyak orang-orang yang duduk-duduk sambil bercengkrama atau bersantai untuk menanti pergantian hari. Tak hanya itu, Anda pun bisa menikmati aneka kuliner di warung-warung makan di sekitar pantainya. Salah satu kuliner khas yang biasa diserbu pelancong untuk menghabiskan sore di pantai ini adalah pisang goreng. Bedanya, pisang goreng ini disajikan dengan sambal Lombok. Manisnya pisang dan pedasnya sambal akan menjadi cemilan sedap sambil melihat warna langit yang berubah saat senja. (berbagai sumber)

  • Taman Wisata Wera,Air Terjun, Sigi
    Potensi wisata di Sulawesi Tengah memang tidak ada habisnya. Salah satunya adalah Taman Wisata Wera. Taman Wisata ini merupakan salah satu obyek wisata yang sudah tersohor di Sultengdan masuk dalam wilayah Desa Balumpewa, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Jika anda benar-benar ingin berkunjung, untuk mencapai kawasan Taman Wisata Wera tidaklah sulit karena terdapat jalan aspal yang menghubungkan Kota Palu dengan desa-desa di sekitar lokasi wisata, seperti Desa Balumpewa yang berjarak sekitar 1 km dari jalan raya. Dari Kota Palu menuju ke Desa Balumpewa yang berjarak 19 km, dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum atau carteran dalam waktu sekitar 45 menit. Selanjutnya, dari Desa Balumpewa ke lokasi air terjun yang berjarak 2 km, dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

    Kawasan Taman Wisata Wera sebagian besar merupakan daerah perbukitan dengan kondisi topografi pada umumnya berlereng sampai terjal dengan kemiringan antgara 60% s/d 95% terdapat lembah yang sempit yang merupakan aliran sungai Wera yang agak datar terdapat pada bagian bawah disekitar desa Balumpewa dengan ketinggian dari permukaan laut 150 m s/d 800 m dpl.  Selain itu terdapat juga Permandian Air Panas Montokole yang terletak  ± 2 Km sebelah Selatan Taman Wisata Wera . Para wisatawan dapat menjadikan Pemandian Air Panas Mantikole ini satu paket wisata dengan Taman Wisata Wera, sehingga perjalanan wisata para wisatawan lebih bervariasi dan menyenangkan.

    Taman Wisata Wera,Air Terjun, Sigi
    Jika anda bertandang Kawasan Taman Wisata Wera, maka anda dapat menikmati udara yang sejuk sembari menikmati keindahan air terjun yang mengucur deras dari atas tebing, Air terjun Wera dengan ketinggian terjunan ± 80 m dengan kemiringan terjun antara 70° – 80° manakala kita berada disekitar tempat jatuhnya air menyuguhkan pemandangan yang indah.. Jika anda naik sedikit ke atas bukit maka anda akan disuguhkan oleh pemandangan yang masih begitu asri.

    Jangan mengira pesona taman wisata Wera akan habis disitu saja, di taman ini anda juga dapat menyaksikan keanekaragaman flora dan fauna yang hidup di kawasan taman wisata ini, Flora seperti : kenari/ntoli (canarium aspermun), bintangur (callophylum sp.), lebanu (nauclea sp.), beringin (ficus benyamina), lei (palagulum javanicum), serta beberapa tumbuhan epifit, seperti anggrek tanah, dan pakis sarang (asplenium nidus) akan mudah anda temui di taman wisata wera. sedangkan jenis satwa yang dapat dijumpai di kawasan Taman Wisata Wera relatif sedikit, hanya beberapa jenis mamalia, aves dan serangga yaitu antara lain : Monyet hitam Sulawesi (Macaca tonkeana), Kus-kus (Phalanger ursinus), Tarsius (Tarsius spectrum), Burung kasuari, Gagak (Aceros cassidix), Ayam hutan (Gallus-gallus) dan beberapa jenis kupu-kupu. Keberadaan satwa yang relatif kurang ini tak lain disebabkan oleh kondisi habitat yang sudah terganggu dengan gangguan masyarakat sekitar yang masih sering berburu dan melintasi kawasan ini. (src: berbagai sumber)


  • Kepulauan Togean, Sulawesi Tenggara

    Kepulauan Togean secara administratif merupakan bagian wilayah dari Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Kepulauan Togean terbentang sepanjang 90 km. Kepulauan ini merupakan hamparan pulau-pulau yang terdiri atas 6 pulau besar yang berbukit dan sekitar 60 pulau yang relatif lebih kecil. Kepulauan yang terletak di kawasan Teluk Tomini ini menyimpan kekayaan alam yang sungguh mengagumkan.

    Kepulauan Togean merupakan bagian penting dari segitiga terumbu karang di dunia (Sulawesi, Filipina dan Papua Nugini), hal ini disebabkan karena kekayaan alam yang dimiliki berupa jenis terumbu karang, biota laut dan hutan bakau serta kelengkapan tipe terumbu karang yaitu karang pinggir (fringing reef), karang penghalang (barrier reef), karang tompok (patch reef) dan atol serta hutan dataran rendah yang lebat, tumbuhan dan hewan endemik kawasan Wallacea. Ada pula 35 spesies ikan kupu-kupu (Chaetodontidae) yang hidup di sekitarnya sekaligus menjadi indikator bahwa terumbu karangnya begitu sehat dan masih alami. Di kepulauan Togean terdapat banyak Lokasi penyelaman yang tersebar, yang memiliki aneka ragam terumbu karang dan kehidupan bawah laut yang menjadi daya tarik wisatawan.

    Dikawasan Pulau Togean ini terdapat Gunung Merapi yaitu Gunung Colo yang pernah meletus pada awal tahun delapan puluhan. Kegiatan Memancing, berlayar, berenang dan menyelam dapat dilakukan dikawasan ini. Sederetan pulau-pulau kecil dan besar yang berhutan lebat yang dihuni oleh babi hutan dan Pesisir pantai  dihuni suku Bajou yang membuat rumah diatas laut. Pulau-pulau kecil di Togean juga memiliki pantai berpasir putih untuk berjemur dan pada senja hari menikmati matahari terbenam.

    Kepulauan Togean, Sulawesi Tenggara
    Keindahan pulau-pulau karang menambah kecantikan alam Togean , Kepulauan yang terletak di tengah Teluk Tomini ini ditumbuhi kawasan hutan yang belum terjamah dan menjadi tempat perlindungan bagi hewan-hewan liar yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah Tangkasi (Tarsius Spectrum) adalah binatang bertubuh kecil, hanya seukuran tikus. Tangkasi adalah jenis binatang malam. Kala siang dia tidur. Malam harinya, ia berburu mangsa: jangkerik, kecoa, dan serangga-serangga kecil yang lain. Yang membuat satwa ini begitu istimewa adalah tangkasi hanya dapat ditemukan di Sulawesi.

    Obyek keindahan terletak pada di pantai dan laut dengan berbagai kombinasi bentuk karang berpadu dengan birunya air laut yang jernih. Kepulauan Togean merupakan satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki tiga lingkungan karang yang berbeda yaitu karang atol, karang barier dan karang pantai yang semuanya menjadi habitat dari flora dan fauna laut. Karang atol ini berbentuk pulau karang yang ditengah-tengahnya terdapat danau yang dalam. Karang barier merupakan deretan karang yang berjejer mengelilingi pulau menyerupai benteng atau dinding di laut yang melindungi pulau dari terjangan ombak laut. Karang ini di kedalaman 200 mtr dan muncul diatas permukaan laut sampai dengan beberapa meter. Pulau Batudaka merupakan pulau terbesar dan yang paling mudah dicapai di kepulauan Togean.

    Di Pulau Batu Daka ini selain desa Bomba sebagai desa pemukiman terdapat desa Wakai tempat/ pelabuhan pemberangkatan ke Pulau Kadidiri yang merupakan obyek wisata di kepulauan Togean. Di desa Bomba sangat baik untuk berenang dan snorkeling dan mengunjungi goa kelelawar yang tidak terlalu jauh dari desa Bomba. Beberapa kilometer ke arah pedalaman terdapat air terjun. Pulau Kadidiri merupakan pulau paling populer , pantai yang sangat indah dengan lokasi snorkeling dan menyelam sempurna. tersedia banyak penginapan murah dan di sebelah barat pantai terdapat deretan batu karang terjal yang menjadi habitat kepiting karang.Kawasan pemukiman utama di Pulau Togean adalah Desa Katupat ,di sekitar pulau terdapat kawasan pantai yang lebih indah dan sangat bagus untuk trekking.

    Hal yang perlu Anda ketahui apabila ingin menuju kepulauan Togean bahwa perjuangannya tidak mudah. Aksesnya dapat ditempuh melalui perjalanan darat dari ibukota Palu menuju Ampana selama 8-10 jam.  Setelah menempuh penerbangan dari kota Anda pastinya. Kemudian dilanjutkan dengan kapal motor laut menuju Wakai. Perjalanan ini ditempuh selama 4 jam. 'Tidak lama bukan?'. Selain dari Palu, Anda bisa juga menempuh dari Luwuk sehingga mempersingkat waktu perjalanan Anda menuju Ampana. Ada maskapai yang singgah di kota ini seperti Merpati. Atau alternatif lain melalui Gorontalo dapat ditempuh dengan waktu berkisar 8 - 10 jam (kapal motor rakyat) , 8 - 10 jam (feri) , 3 - 4 jam (kapal cepat). Silahkan dikondisikan dengan finansial dan waktu Anda.

    Saran saya apabila dari Palu, pilih penerbangan pagi dan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat dari Palu ketika malam hari dan tiba di pelabuhan Ampana di pagi hari. Sehingga menghemat biaya penginapan dan waktu juga.

    Perjalanan laut dari Ampana menuju kepulauan Togean difasilitasi oleh pelayanan publik kapal motor rakyat. Jadwal setiap kapal berbeda-beda Tiket feri berbentuk kapal kayu bertingkat dua itu seharga Rp 40.000. Kapal biasanya diberangkatkan dari pelabuhan Ampana sekitar jam 10.00 WITA dan normalnya dibutuhkan waktu empat jam untuk menuju Wakai.

    Wakai adalah ibukota dari pulau yang paling besar di kepulauan Togean, pulau Batudaka, sehingga terlihat paling happening dan menajdi 'base camp' wisatawan sebelum menuju spot-spot diving serta cottage di pulau-pulau kecil sekitarnya di Kepulauan Togean. Biasa disitulah feri-feri di Togean mendarat dan di situ pula lah para pengelola resort di sekitar Togean belanja dan mendapatkan segala keperluan untuk bertahan hidup di pulau terpencil. Harga tiket kapal motor berkisar Rp.40.000 menuju Wakai dan itu yang paling murah. berbeda harga lagi jika Anda ingin ke Katupat, Malenge, ataupun Dolong. Kapal motornya seperti Puspita Sari, Lumba-lumba Sejati ataupun Baracuda.
    Kepulauan Togean, Sulawesi Tenggara

    Bagi Anda yang terbiasa dengan sebuah kenyamanan, mungkin akan terkejut setengah mati dengan kondisi yang ada saat memasuki kapal motor ini. Sebuah kapal yang tidak terlalu besar dan bergeladak tempat untuk tidur yang bertingkat. Silahkan dipilih tempat favorit Anda karena perjalanan akan cukup lama. Duduk di bagian depan feri saya sarankan jangan, karena akan terasa panas menyengat. Panas yang katanya karena terletak di garis khatulistiwa. Namun tidur di kapal juga akan terasa membosankan.

    Namun Anda dapat mereguk pemandangan indah kombinasi air dan pulau-pulau besar-kecil yang dilewati dari kanan kiri kapal. Seperti inilah pemandangan yang bisa dinikmati begitu jangkar feri dilepaskan dari pelabuhan Ampana. Angin yang menyengarkan di teluk Tomini akan membuat Anda terkagum dengan keistimewaannya. Perjalanan menuju kepulauan Togean. Cobalah bersosialisasi dengan penduduk lokal. Bukankah Anda akan mendapatkan banyak informasi yang mungkin belum pernah Anda dapatkan. dan saya lakukan itu. Great.

    Kepulauan Togean, Sulawesi Tenggara
    Setiba di Wakai, Anda dapat melajutkan ke pulau kadidiri atau menginap di Wakai. Saran saya langsung saja ke pulau Kadidiri. Beberapa resort seperti Kadidiri paradise akan menjemput Anda di Wakai apabila Anda sudah melakukan pemesanan sebelumnya plus mendapatkan minuman penyambutan, air kelapa. Segar. Pulau Kadidiri memiliki tiga buah resor, yaitu Kadidiri Paradise, Pondok Lestari dan Black Marlin. Harga kamar di semua resort di Kadidiri sudah termasuk makan tiga kali sehari. Hanya saja harga kamar memang dipatok per kepala plus gratis air minum.

    Untuk bungalow standar di Kadidiri Paradise dihargai rp 125.000 per orang per malam. Letaknya agak ke belakang, tidak tepat di tepi pantai. Sedangkan bungalow tipe deluxe Rp 150.000. Semua bungalow deluxe terletak hanya beberapa langkah dari bibir pantai, sehingga bangun tidur bisa langsung menghambur ke biru-hijaunya air. Tipe yang paling mahal, yaitu bungalow VIP cuma seharga Rp 200.000 per orang per malam. Setiap bungalow dilengkapi dengan beranda dan hammock untuk bersantai dan terdapat sepasang kursi malas untuk leyeh-leyeh tepat di muka bungalow.

    Kelebihan Kadadiri Paradise selain tempatnya asri, punya dermaga yang panjang sehingga asyik kalau ingin menikmati kerlap kerlip bintang di malam hari. Selain itu ada juga Lestari Cottage Kadidiri, penginapan dengan konsep backpacker ini menawarkan tarif paling terjangkau di Kadidiri. Tarif per orang mulai Rp125.000,00 dengan fasilitas 3 kali makan plus bebas mengambil teh, kopi dan air putih. Kelebihan di Lestari adalah harga yang terjangkau, trip keliling Togean dengan harga terjangkau dan keramahan ibu pemilik penginapan membuat para pengunjung merasa seperti di rumah. Pemiliknya merupakan orang lokal. Selain itu ada spot snorkling di depan penginapan dan pantai berpasir putih menjadi daya tarik lebih penginapan ini. Disamping itu bentuk bangunan sederhananya terletak di sepanjang garis pantai dan menghadap pantai. Ada juga Black Marlin dive centre (ditengah) ratenya Rp 250.000.-/mlm/orang 3 x makan, bentuk bangunan ada yg dari tembok ada yg dari kayu semua menghadap pantai. Silahkan disesuaikan dengan kepuasan dan kantong Anda. (src: berbagai sumber)

    Kepulauan Togean, Sulawesi Tenggara

Comments

The Visitors says