Panorama Wisata

welcome to our blog

We are Magcro

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

Followers

Footer Widget 2

AIR KRAN SIAP MINUM

Labels

Pages

Blogger news

Download

BTricks

BThemes

Recent Posts

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Secara admistratif Pantai Pulau Celagen berada di Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia, mungkin sebegaian besar dari anda masih asing dengan pantai eksotis yang satu ini. Nuansa alam yang masih belum tersentuh dengan air lautnya yang berwarna biru jernih dan hamparan pasir putihnya menjadikan Pantai pulau celagen begitu eksotisme tersendiri dimata para pengunjung yang melepas kepenatan disana. Di Pantai Pulau Celagen sendiri dipenuhi pohon kelapa yang cukup rimbun.
    Pantai Pulau Celagen, bangka, belitung, babel
    Sama dengan pantai Batu Tambun di pulau pongok yang mempunyai batu-batu karang yang besar-besar tersebar di pantai Pulau Celangen juga mempunyai batu-batu karang tetapi batu-batu karangnya tidak sebanyak dan sebesar di Pantai tersebut. Pantai Pulau celagen sendiri hanya berjarak sekitar setengah kilometer dai Pulau pongok. Semoga saja ke depannya pemerintah setempat mau turun tangan untuk memanfaatkan potensi salah satu kepingan dari keindahan Propinsi Kepulauan Bangka belitung yang satu ini.

  • Pulau Rubiah, Sabang, Aceh 

    Keindahan alam Indonesia memang begitu banyak membentang dari sabang sampai merauke, salah satunya terdapat di wilayah kota Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam, yaitu Pulau Rubiah yang bersebelahan dengan Pulau Weh. Pulau yang luas perairannya mencapai 2.600 ha ini menawarkan indahnya alam bawah laut dan wisata bahari yang masih alami.

    Dahulu, Pulau Rubiah adalah pulau yang dijadikan  tempat transit bagi calon jemaah haji asal Aceh yang hendak berlayar menuju mekkah pada masa jaya Kerajaan Aceh. Pada masa Perang Dunia II lalu, pulau ini menjadi benteng pertahanan pasukan Belanda dan Jepang, dan hingga saat ini reruntuhan bangunan pertahanan pasukan Belanda itu masih terlihat di sana. Pulau ini dikenal sebagai surganya taman laut karena bentuknya yang seperti akuarium raksasa. Di dalamnya terdapat berbagai macam jenis ikan tropis, terumbu karang, kerang raksasa, dan masih banyak lainnya. Terumbu karang disini terdiri dari berbagai jenis, bentuk dan warna yang membentuk gugusan karang yang menarik. Untuk menuju ke kawasan ini, bisa menempuh jalan darat atau perairan menggunakan perahu nelayan. Jika menggunakan perahu, anda bisa menumpang kapal yang sudah disediakan (disewakan) oleh warga setempat.
    Pulau Rubiah, Sabang, Aceh
    Kapal yang disediakan berupa speedbot atau kapal yang telah dilengkapi dengan kaca untuk melihat keindahan isi laut di sekitar Pulau Rubiah. Harga sewa boat mulai dari Rp 250.000 – 300.000 hingga kembali ke daratan di Iboih. Jika berkelompok, tentu ongkos sewa boat tidak terlalu berat. Tiap boat bisa menampung 10 orang penumpang. Bagi anda yang pertama kali datang ke Banda Aceh dan ingin menggunakan jalur perairan, anda bisa menuju ke Pelabuhan Ulee Lheue. Setiap harinya, dua kali feri cepat dan sekali feri lambat berangkat dari Banda Aceh ke Pelabuhan Balohan, Sabang. Feri kapal cepat berangkat sekitar pukul 09.30 WIB dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Untuk feri lambat, menghabiskan waktu sekitar 2 jam dengan jam keberangkatan 10.30 WIB. Untuk jalur darat, anda bisa menggunakan minibus umum untuk menuju ke Pantai Iboih sekitar 1 jam perjalanan dengan kondisi jalan yang sudah beraspal. Setelah itu, anda bisa menyewa boat ke Rubiah dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
    Pulau Rubiah, Sabang, Aceh
    Di sekitar Taman Laut Pulau Rubiah banyak terdapat cottage/penginapan dengan biaya yang sangat murah, berkisar antara 80 ribu rupiah hingga 150 ribu rupiah. Anda akan mendapatkan potongan harga jika menginap lebih lama. Umumnya turis asing menginap mininal satu minggu hingga 2 bulan. Jika anda ingin bersnorkling, hanya dengan 40 ribu rupiah anda akan mendapatkan masker, kaki bebek, dan pelampung. Namun bagi anda yang ingin melihat lebih dalam lagi keindahan taman laut ini anda bisa menyewa peralatan Diving dengan kisaran harga sekitar 600 ribu rupiah. Tak hanya menjadi tujuan wisata, Pulau Rubiah juga dimanfaatkan sebagai tempat penelitian Biota laut seperti terumbu karang dan ikan karang. Jika anda melakukan snorkeling maka tempat-tempat penelitian tersebut bisa anda jumpai. Misalnya daerah Transpalantasi Karang yang telah dilakukan oleh beberapa lembaga.
    Pulau Rubiah, Sabang, Aceh

  • Pulau Lengkuas

    Pulau Lengkuas terletak di utara Desa Tanjung Binga. Atau di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Luas totalnya kurang dari satu hektar. Di seputar pulau Lengkuas ada banyak pula batu-batu granit yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki melintasi laut yang dangkal dengan kedalaman kurang dari 1.2m. Struktur batu-batu granitnya juga unik dan berbeda dengan tempat-tempat lain dengan kombinasi pantai yang berpasir putih dan pepohonan. Air lautnya benar-benar jernih, anda bisa dengan jelas melihat ke dasar laut termasuk ikan-ikan yang berenang didalamnya.

    Pulau Lengkuas
    Pulau Lengkuas adalah pulau kecil yang memiliki mercusuar setinggi 62 meter yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1882. Walaupun sudah sangat tua, mercusuar 12 tingkat ini masih tegak berdiri. Setiap pengunjung bisa dengan bebas naik menuju puncak mercusuar. Di setiap lantai mercusuar terdapat jendela yang menghadap ke berbagai arah sehingga wisatawan dapat melihat pemandangan yang indah dari berbagai sudut. Di bagian dalam terlihat bukti usia bangunan tersebut sebenarnya melalui tangga yang keropos dan berkarat. Mungkin karena usia mercusuar, suasana di dalam mercusuar agak menyeramkan.Namun Ketika tiba di ruangan paling tinggi di mercusuar, perasaan seram hilang seketika. Dari puncak terlihat pemandangan kawasan sekitar pulau lengkuas yang luar biasa indah. Air yang biru jernih, tumpukan batu granit keputih-putihan, serta pulau-pulau kecil yang dari kejauhan terlihat berwarna hijau adalah paduan pemandangan yang memanjakan mata.

    Pulau Lengkuas
    Selain dikenal karena keberadaan mercusuarnya, tak jauh dari Pulau Lengkuas juga terdapat spot snorkelling dengan pemandangan alam bawah laut yang indah. dengan keindahan yang dimilikinya, Pulau Lengkuas telah menghipnotis wisatawan Nusantara maupun mancanegara, khususnya para fotografer. Tak heran lagi jika pada hari Minggu atau libur nasional, pulau kecil ini dipenuhi para pengunjung. Daya pikat utama wisatawan untuk berlibur di Pulau lengkuas antara lain keindahan panorama alam pantai yang dipagari batu granit dan pasir putih telah menjadikan pulau tersebut sensual di mata wisatawan.

    Pulau Lengkuas
    Untuk mencapai Pulau Lengkuas wisatawan dapat menyewa boat dari Pantai Tanjung Kelayang atau dari Desa Nelayan Tanjung Binga. Wisatawan dapat menyewa perahu dari Tanjung Binga, Tanjung Kelayang, maupun dari Tanjung Tinggi. Biaya sewa pun relatif murah, Rp 350.000-Rp 450.000. Wisatawan, baik sendiri maupun rombongan, akan diantar menuju sensasi keindahan Pulau Lengkuas. Waktu tempuh dengan perahu dari Pulau Belitung ke Lengkuas sekitar 40 menit. Dalam perjalanan menuju pulau kecil tersebut, Anda dapat menyaksikan keindahan Belitung serta pulau-pulau kecil di kejauhan. Tidak jauh dari Pulau Lengkuas, terdapat sebuah pulau lain yang lebih kecil, yaitu Pulau Burung. Pulau ini dinamai demikian karena ada sebuah batu granit raksasa yang berbentuk seperti kepala burung. Biasanya, pulau ini menjadi perhentian berikutnya setelah puas menikmati Lengkuas.

    Pulau Lengkuas
  • pulau samalona
    Kota Makassar tidak hanya terkenal dengan wisata kuliner dan situs sejarahnya tapi juga mempunyai banyak potensi wisata bahari yang memukau, salah satunya adalah Pulau Samalona yang jaraknya 7 Km dari Makassar.  Pulau ini termasuk ke dalam wilayah kota Makassar, kecamatan ujung pandang, Sulawesi Selatan.

    Luas pulau Samalona yang hanya mencapai 2 hektar, seolah menjadikan Pulau Samalona terasa sebagai pulau pribadi bagi wisatawan yang berkunjung, Keindahan pulau yang sangat cantik menjadikan tempat wisata satu ini menjadi destinasi favorit di waktu liburan. Selaian menikmati pemandangannya, kegiatan snorkeling dan diving menjadi kegiatan yang harus dilakukan.

    Surga bawah laut Pulau Samalona yang mempesona. Terumbu karang dan fauna laut yang langka akan bisa lo temukan di sini. Ditambah lagi peninggalan sejarah yang hanya ada di Pulau Samalona. Di bawah laut Samalona terdapat bangkai pesawat terbang saat Perang Dunia II.

    Airnya yang jernih dan pasir putih menjadi spot yang mempesona untuk menikmati senja. Bukan hanya itu, di Pulau Samalona juga bisa menyewa kapal untuk mengelilingi keindahan pulau-pulau kecil yang berada di sekitarnya. Keindahan Samalona masih sangat terjaga. So, tidak salah jika kita menjadikan Pulau Samalona sebagai destinasi weekend spesial bersama teman, pasangan, dan keluarga. Dijamin dengan alam yang mempesona akan membantu untuk menghilangkan penat setelah lelah bekerja.

    Pulau Samalona juga menyimpan sejuta misteri tentang karamnya sejumlah kapal peninggalan Perang Dunia Ke-II. Ada sekitar 7 buah kapal yang karam di kawasan pulau ini, di antaranya: kapal Maru, kapal perang milik Jepang yang karam pada kedalaman sekitar 30 meter; kapal Lancaster Bomber yang juga karam pada kedalaman sekitar 30 meter; kapal selam pemburu (gunboat) milik Jepang kapal kargo Hakko Maru buatan Belanda; serta kapal selam milik Jepang. Kapal-kapal yang karam tersebut telah berubah wujud menjadi karang dan menjadi “rumah” atau “tempat tinggal” bagi ratusan biota laut yang beraneka ragam bentuk, dan jenis serta warna yang sangat mengagumkan. Keindahan inilah yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk datang berenang di antara bangkai-bangkai kapal karam tersebut.
    pulau samalona
    Selain misteri dan keindahan taman lautnya, para wisatawan juga dapat menyaksikan matahari terbit (sunrise) dan terbenamnya matahari (sunset) pada satu posisi yang sama. Di pulau ini, wisatawan juga dapat menikmati kelezatan berbagai macam seafood segar yang dimasak dengan cara yang cukup unik, yaitu diletakkan di atas tempurung kelapa kemudian ditutupi dengan daun pohon yang tumbuh di sekitar pulau Samalona. Dengan cara demikian, aroma asap arang tempurung kelapa tersebut segera tercium dan dapat menggugah selera makan.
    pulau samalona
    Untuk akses ke pulau Samalona cukup mudah, karena hanya berjarak 20 – 30 menit laut, dengan menyewa boat milik nelayan yang banyak ditemukan di penyeberangan kayu bangkoa. Saya sendiri kemarin menyeberang dari depan benteng Fort Rotterdam, karena ternyata juga terdapat dermaga kapal nelayan di depan benteng Fort Rotterdam. Harga sewa untuk satu perahu 300 ribu untuk pulang pergi dalam satu hari, dan 400 ribu jika kita ingin menginap dan di jemput keesokan paginya (mungkin harga bisa turun lagi karena saya kurang bisa menawar). (dikutip dari berbagai sumber)

    pulau samalona

  • Kepulauan Togean, Sulawesi Tenggara

    Kepulauan Togean secara administratif merupakan bagian wilayah dari Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Kepulauan Togean terbentang sepanjang 90 km. Kepulauan ini merupakan hamparan pulau-pulau yang terdiri atas 6 pulau besar yang berbukit dan sekitar 60 pulau yang relatif lebih kecil. Kepulauan yang terletak di kawasan Teluk Tomini ini menyimpan kekayaan alam yang sungguh mengagumkan.

    Kepulauan Togean merupakan bagian penting dari segitiga terumbu karang di dunia (Sulawesi, Filipina dan Papua Nugini), hal ini disebabkan karena kekayaan alam yang dimiliki berupa jenis terumbu karang, biota laut dan hutan bakau serta kelengkapan tipe terumbu karang yaitu karang pinggir (fringing reef), karang penghalang (barrier reef), karang tompok (patch reef) dan atol serta hutan dataran rendah yang lebat, tumbuhan dan hewan endemik kawasan Wallacea. Ada pula 35 spesies ikan kupu-kupu (Chaetodontidae) yang hidup di sekitarnya sekaligus menjadi indikator bahwa terumbu karangnya begitu sehat dan masih alami. Di kepulauan Togean terdapat banyak Lokasi penyelaman yang tersebar, yang memiliki aneka ragam terumbu karang dan kehidupan bawah laut yang menjadi daya tarik wisatawan.

    Dikawasan Pulau Togean ini terdapat Gunung Merapi yaitu Gunung Colo yang pernah meletus pada awal tahun delapan puluhan. Kegiatan Memancing, berlayar, berenang dan menyelam dapat dilakukan dikawasan ini. Sederetan pulau-pulau kecil dan besar yang berhutan lebat yang dihuni oleh babi hutan dan Pesisir pantai  dihuni suku Bajou yang membuat rumah diatas laut. Pulau-pulau kecil di Togean juga memiliki pantai berpasir putih untuk berjemur dan pada senja hari menikmati matahari terbenam.

    Kepulauan Togean, Sulawesi Tenggara
    Keindahan pulau-pulau karang menambah kecantikan alam Togean , Kepulauan yang terletak di tengah Teluk Tomini ini ditumbuhi kawasan hutan yang belum terjamah dan menjadi tempat perlindungan bagi hewan-hewan liar yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah Tangkasi (Tarsius Spectrum) adalah binatang bertubuh kecil, hanya seukuran tikus. Tangkasi adalah jenis binatang malam. Kala siang dia tidur. Malam harinya, ia berburu mangsa: jangkerik, kecoa, dan serangga-serangga kecil yang lain. Yang membuat satwa ini begitu istimewa adalah tangkasi hanya dapat ditemukan di Sulawesi.

    Obyek keindahan terletak pada di pantai dan laut dengan berbagai kombinasi bentuk karang berpadu dengan birunya air laut yang jernih. Kepulauan Togean merupakan satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki tiga lingkungan karang yang berbeda yaitu karang atol, karang barier dan karang pantai yang semuanya menjadi habitat dari flora dan fauna laut. Karang atol ini berbentuk pulau karang yang ditengah-tengahnya terdapat danau yang dalam. Karang barier merupakan deretan karang yang berjejer mengelilingi pulau menyerupai benteng atau dinding di laut yang melindungi pulau dari terjangan ombak laut. Karang ini di kedalaman 200 mtr dan muncul diatas permukaan laut sampai dengan beberapa meter. Pulau Batudaka merupakan pulau terbesar dan yang paling mudah dicapai di kepulauan Togean.

    Di Pulau Batu Daka ini selain desa Bomba sebagai desa pemukiman terdapat desa Wakai tempat/ pelabuhan pemberangkatan ke Pulau Kadidiri yang merupakan obyek wisata di kepulauan Togean. Di desa Bomba sangat baik untuk berenang dan snorkeling dan mengunjungi goa kelelawar yang tidak terlalu jauh dari desa Bomba. Beberapa kilometer ke arah pedalaman terdapat air terjun. Pulau Kadidiri merupakan pulau paling populer , pantai yang sangat indah dengan lokasi snorkeling dan menyelam sempurna. tersedia banyak penginapan murah dan di sebelah barat pantai terdapat deretan batu karang terjal yang menjadi habitat kepiting karang.Kawasan pemukiman utama di Pulau Togean adalah Desa Katupat ,di sekitar pulau terdapat kawasan pantai yang lebih indah dan sangat bagus untuk trekking.

    Hal yang perlu Anda ketahui apabila ingin menuju kepulauan Togean bahwa perjuangannya tidak mudah. Aksesnya dapat ditempuh melalui perjalanan darat dari ibukota Palu menuju Ampana selama 8-10 jam.  Setelah menempuh penerbangan dari kota Anda pastinya. Kemudian dilanjutkan dengan kapal motor laut menuju Wakai. Perjalanan ini ditempuh selama 4 jam. 'Tidak lama bukan?'. Selain dari Palu, Anda bisa juga menempuh dari Luwuk sehingga mempersingkat waktu perjalanan Anda menuju Ampana. Ada maskapai yang singgah di kota ini seperti Merpati. Atau alternatif lain melalui Gorontalo dapat ditempuh dengan waktu berkisar 8 - 10 jam (kapal motor rakyat) , 8 - 10 jam (feri) , 3 - 4 jam (kapal cepat). Silahkan dikondisikan dengan finansial dan waktu Anda.

    Saran saya apabila dari Palu, pilih penerbangan pagi dan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat dari Palu ketika malam hari dan tiba di pelabuhan Ampana di pagi hari. Sehingga menghemat biaya penginapan dan waktu juga.

    Perjalanan laut dari Ampana menuju kepulauan Togean difasilitasi oleh pelayanan publik kapal motor rakyat. Jadwal setiap kapal berbeda-beda Tiket feri berbentuk kapal kayu bertingkat dua itu seharga Rp 40.000. Kapal biasanya diberangkatkan dari pelabuhan Ampana sekitar jam 10.00 WITA dan normalnya dibutuhkan waktu empat jam untuk menuju Wakai.

    Wakai adalah ibukota dari pulau yang paling besar di kepulauan Togean, pulau Batudaka, sehingga terlihat paling happening dan menajdi 'base camp' wisatawan sebelum menuju spot-spot diving serta cottage di pulau-pulau kecil sekitarnya di Kepulauan Togean. Biasa disitulah feri-feri di Togean mendarat dan di situ pula lah para pengelola resort di sekitar Togean belanja dan mendapatkan segala keperluan untuk bertahan hidup di pulau terpencil. Harga tiket kapal motor berkisar Rp.40.000 menuju Wakai dan itu yang paling murah. berbeda harga lagi jika Anda ingin ke Katupat, Malenge, ataupun Dolong. Kapal motornya seperti Puspita Sari, Lumba-lumba Sejati ataupun Baracuda.
    Kepulauan Togean, Sulawesi Tenggara

    Bagi Anda yang terbiasa dengan sebuah kenyamanan, mungkin akan terkejut setengah mati dengan kondisi yang ada saat memasuki kapal motor ini. Sebuah kapal yang tidak terlalu besar dan bergeladak tempat untuk tidur yang bertingkat. Silahkan dipilih tempat favorit Anda karena perjalanan akan cukup lama. Duduk di bagian depan feri saya sarankan jangan, karena akan terasa panas menyengat. Panas yang katanya karena terletak di garis khatulistiwa. Namun tidur di kapal juga akan terasa membosankan.

    Namun Anda dapat mereguk pemandangan indah kombinasi air dan pulau-pulau besar-kecil yang dilewati dari kanan kiri kapal. Seperti inilah pemandangan yang bisa dinikmati begitu jangkar feri dilepaskan dari pelabuhan Ampana. Angin yang menyengarkan di teluk Tomini akan membuat Anda terkagum dengan keistimewaannya. Perjalanan menuju kepulauan Togean. Cobalah bersosialisasi dengan penduduk lokal. Bukankah Anda akan mendapatkan banyak informasi yang mungkin belum pernah Anda dapatkan. dan saya lakukan itu. Great.

    Kepulauan Togean, Sulawesi Tenggara
    Setiba di Wakai, Anda dapat melajutkan ke pulau kadidiri atau menginap di Wakai. Saran saya langsung saja ke pulau Kadidiri. Beberapa resort seperti Kadidiri paradise akan menjemput Anda di Wakai apabila Anda sudah melakukan pemesanan sebelumnya plus mendapatkan minuman penyambutan, air kelapa. Segar. Pulau Kadidiri memiliki tiga buah resor, yaitu Kadidiri Paradise, Pondok Lestari dan Black Marlin. Harga kamar di semua resort di Kadidiri sudah termasuk makan tiga kali sehari. Hanya saja harga kamar memang dipatok per kepala plus gratis air minum.

    Untuk bungalow standar di Kadidiri Paradise dihargai rp 125.000 per orang per malam. Letaknya agak ke belakang, tidak tepat di tepi pantai. Sedangkan bungalow tipe deluxe Rp 150.000. Semua bungalow deluxe terletak hanya beberapa langkah dari bibir pantai, sehingga bangun tidur bisa langsung menghambur ke biru-hijaunya air. Tipe yang paling mahal, yaitu bungalow VIP cuma seharga Rp 200.000 per orang per malam. Setiap bungalow dilengkapi dengan beranda dan hammock untuk bersantai dan terdapat sepasang kursi malas untuk leyeh-leyeh tepat di muka bungalow.

    Kelebihan Kadadiri Paradise selain tempatnya asri, punya dermaga yang panjang sehingga asyik kalau ingin menikmati kerlap kerlip bintang di malam hari. Selain itu ada juga Lestari Cottage Kadidiri, penginapan dengan konsep backpacker ini menawarkan tarif paling terjangkau di Kadidiri. Tarif per orang mulai Rp125.000,00 dengan fasilitas 3 kali makan plus bebas mengambil teh, kopi dan air putih. Kelebihan di Lestari adalah harga yang terjangkau, trip keliling Togean dengan harga terjangkau dan keramahan ibu pemilik penginapan membuat para pengunjung merasa seperti di rumah. Pemiliknya merupakan orang lokal. Selain itu ada spot snorkling di depan penginapan dan pantai berpasir putih menjadi daya tarik lebih penginapan ini. Disamping itu bentuk bangunan sederhananya terletak di sepanjang garis pantai dan menghadap pantai. Ada juga Black Marlin dive centre (ditengah) ratenya Rp 250.000.-/mlm/orang 3 x makan, bentuk bangunan ada yg dari tembok ada yg dari kayu semua menghadap pantai. Silahkan disesuaikan dengan kepuasan dan kantong Anda. (src: berbagai sumber)

    Kepulauan Togean, Sulawesi Tenggara
  • Membentang dari sabang hingga merauke, memang terlalu banyak Pulau yang dimiliki oleh negara kita. Saking banyaknya, kita tidak tahu berapa tepatnya jumlah Pulau, apalagi namanya. Salah satunya yaitu Pulau Liwutongkidi merupakan salah satu pulau yang terdapat di Kabupaten Buton. Pulau seluas sekitar 1.000 km persegi ini, masih terasa asing di telinga kita.

    Ternyata kawasan ini salah satu yang sangat diperhatikan oleh Pemerintah mengenai potensi taman lautnya. Saking kayanya taman laut ini, pemerintah berniat untuk mengembangkan objek wisata bahari yang layak untuk dikunjungi. Pantai di Pulau  Liwutongkidi memiliki pasir yang putih, sehingga mata yang memandang pasti terpukau sekali melihatnya. Pulau ini mampu memberikan nuansa yang unik melalui keindahan pantai dan pesona bawah lautnya. Garis pantai di sepanjang pulau ini dipenuhi hamparan pasir putih yang menakjubkan dan nuansanya menjadi lebih indah ketika berpadu dengan deburan ombak laut yang menyisir pasir tersebut. Selain itu, keanekaragaman terumbu karang dan biota bawah laut juga sangat menarik untuk dikunjungi.

    Namun satu hal yang dapat diingat, Pulau  Liwutongkidi ternyata tidak berpenghuni, Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau ini dari luar kota, dan hendak berlama-lama tak perlu khawatir, karena tersedia banyak hotel di kota Bau-Bau. Selain itu tersedia pula beberapa restoran di sepanjang jalan kota yang menyajikan berbagai hidangan menggoda. Pulau  Liwutongkidi mudah dijangkau dari Pelabuhan Bau-Bau, lebih kurang 15 menit dengan menggunakan speed boat.(teks:berbagai sumber - foto: flickr)

    Pulau Liwutongkidi
    Pulau Liwutongkidi
  • Tradisi Lompat Batu Nias - Saya yakin sebagian besar dari anda yang membaca artikel ini sudah tak asing lagi dengan Tradisi unik dari pulau Nias ini. Ya.. Tepat sekali, gambar Tradisi lompat batu Nias pernah terpampang di salah satu pecahan 1000 mata uang Indonesia sebelum digantikan oleh gambar Kapitan patimura sampai sekarng. Lompat batu atau dalam bahasa lokal disebut hombo batu merupakan tradisi yang sangat populer pada masyarakat Nias di Kabupaten Nias Selatan. Tradisi ini telah dilakukan sejak dahulu dan diwariskan turun temurun oleh masyarakat di Desa Bawo Mataluo (Bukit Matahari).
    Tradisi Lompat Batu, Pulau Nias, Sumatera Utara, Sumut

    Lompat batu atau hombo batu sudah dilakukan sejak jaman para leluhur untuk berlatih perang karena seringnya terjadi  perang antar suku. Seiring berkembangnya jaman, tradisi ini turut berubah fungsinya. Karena jaman sekarang mereka sudah tidak berperang lagi maka tradisi lompat batu digunakan bukan untuk perang lagi melainkan untuk ritual dan juga sebagai simbol budaya orang Nias. Tradisi lompat batu adalah situs budaya untuk menentukan apakah seorang pemuda di Desa Bawo Mataluo dapat diakui sebagai pemuda yang telah dewasa atau belum. Para pemuda itu akan diakui sebagai lelaki pemberani apabila dapat melompati sebuah tumpukan batu yang dibuat sedemikian rupa yang tingginya lebih dari dua meter.
    Tradisi Lompat Batu, Pulau Nias, Sumatera Utara, Sumut

    Ada upacara ritual khusus sebelum para pemuda melompatinya. Sambil mengenakan pakaian adat, mereka berlari dengan menginjak batu penopang kecil terlebih dahulu untuk dapat melewati bangunan batu yang tinggi tersebut. Sekarang ini, sisa dari tradisi lama itu, telah menjadi atraksi pariwisata yang spektakuler, tiada duanya di dunia. Berbagai aksi dan gaya para pelompat ketika sedang mengudara. Ada yang berani menarik pedang, dan ada juga yang menjepit pedangnya dengan gigi.

    Tradisi Lompat Batu, Pulau Nias, Sumatera Utara, Sumut
    Mungkin anda berpikir Melompati batu tersebut mudah. Tentu tenrgantung kemampuan anda tapi anda harus tau kalau batu tersebut lumayan tinggi dan bukan hanya sekadar melampaui susunan batu tapi juga harus memiliki teknik yang baik agar terhindar dari cidera. Yang dinilai dalam lompat batu ini adalah cara mendarat pelompat tersebut. Dan jika mendarat dengan cara yang salah, kemungkinan cedera otot atau bahkan patah tulang bisa saja terjadi. Ketika anda berkunjung ke Pulau Nias pasti anda akan menjumpai cukup banyak susunan batu yang digunakan untuk tradisi lompat batu.


  • Pulau Siladen merupakan satu dari lima pulau yang berada di Taman Nasional Bunaken, Manado. Pulau yang luasnya hanya sekitar 31,25 ha ini begitu indah dikelilingi pantai berpasir putih, ditumbuhi pepohonan palem, sagu, woka, silar, dan kelapa. Nama Siladen sendiri berarti kandas, berasal dari cerita tentang sebuah kapal yang dipergunakan orang Sangier saat sedang berlayar kemudian mengalami kecelakaan di tengah laut dan tenggelam. Lokasi tempat kapal tersebut tenggelam kemudian diberi nama Siladen. Pulau Siladen berada di sebelah timur Pulau Bunaken atau berjarak 3 km dan 8 mil dari pusat kota Manado dan dapat ditempuh dengan kapal motor sekitar 45 menit. Anda akan menjumpai pantai dengan pasir yang putih dan bersih. Sehingga, Anda dapat menghabiskan waktu dengan berjemur, bermain istana pasir atau bahkan hanya sekedar berjalan-jalan sambil menunggu sunset. Pantai ini cocok untuk Anda yang ingin berenang, snorkling dan diving. Terumbu karang di sini tidak terlalu banyak dan lebih didominasi oleh pasir, sehingga cocok untuk Anda yang ingin berenang dan melepas kejenuhan.

    Pulau Siladen, Sulut, Sulawesi Utara
    Walau tidak banyak, terumbu karang di Pulau Siladen berwarna-warni dan sangat indah. Siladen juga kaya dengan biota laut seperti ikan dan bintang laut yang akan menjadi teman Anda saat snorkling. Bagi Anda pecinta diving, keindahan bawah laut Pulau Siladen sangat bagus untuk kegiatan fotografi bawah air. Ombak yang tenang serta airnya yang jernih akan mendukung kegiatan snorkeling dan diving Anda. Kehidupan bawah laut pulau ini begitu menakjubkan dengan terumbu karang yang beranekan ragam dan biota laut lainnya yang berwarna warni. Di pulau ini ada dua lokasi menyelam paling potensial yaitu Siladen dan Siladen Utara dengan kedalaman dasarnya berkisar antara 20 meter sampai 50 meter. Dinding karang di dasar laut pulau ini terlihat seperti rak buku dan di setiap rak terdapat berbagai jenis ikan yang berbeda.

    Pulau Siladen, Sulut, Sulawesi Utara
    Anda dapat berkunjung ke pulau ini dengan menggunakan sarana perahu transportasi umum seharga Rp 25.000-50.000. Namun jadwal perjalanan dari Manado ke Pulau Siladen hanya satu kali perjalanan. Perahu berangkat pukul 07.00 Wita pagi dan pulang pukul 13.00 atau 15.00 Wita sore. Tetapi, Anda dapat menyewa speedboat dengan harga Rp 600.000 pulang-pergi. Memang tergolong mahal perjalanan menuju Pulau Siladen. Namun keindahan pantai dan lautnya akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan seumur hidup Anda.
    Di atas darat pulau ini berdiam beberapa jenis satwa seperti kera hitam, rusa, dan kuskus. Ada juga burung camar yang kicauannya sangat merdu bagaikan musik yang mengalun mendedangkan indahnya Pulau Siladen. (dirangkum dari berbagi sumber)

    Pulau Siladen, Sulut, Sulawesi Utara
    Pulau Siladen, Sulut, Sulawesi Utara

    Foto by: Devianart & Flickr
  • Pulau Lihaga - Sulawesi Utara dilengkapi dengan keberadaan pantai dan pulau yang eksotik. Hampir seluruh wilayah memiliki hamparan pantai yang indah, termasuk salah satu yang unik di kabupaten Minahasa Utara, yaitu Pulau Lihaga. Pulau ini terletak di Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara. Jaraknya sekitar 1,5 jam dari pusat Kota Manado.
    Pelabuhan terdekat untuk menuju ke pulau lihaga bisa melalui Likupang atau Serei. Kebanyakan lebih suka lewat Serei karena jaraknya lebih dekat sekitar 15 menit dengan kapal nelayan yang bisa memuat 30-an orang.

    Pulau Lihaga dikelilingi pasir putih dan pemandangan alam yang luar biasa indah. Airnya sangat jernih sehingga kita bisa melihat dengan jelas ikan-ikan yang berenang tanpa harus menyelam. Keindahan pulau ini semakin menakjubkan saat senja menjelang. Pemandangan saat matahari terbenam terlihat sangat indah dari Pulau Lihaga. Oleh karena itu, banyak fotografer yang suka pergi ke Lihaga sekadar mengambil gambar pemandangan maupun untuk pemotretan outdoor. Tapi jangan khawatir, perjalanan jauh yang telah Anda tempuh tidak akan sia-sia. Karena setibanya di sana, Anda akan disambut hamparan pasir putih halus, yang dikelilingi birunya lautan

    Pulau ini masih “perawan” dalam arti belum dikelola secara profesional. Adanya gasebo-gasebo beratapkan daun katuk (semacam daun kelapa), hanyalah untuk berteduh ala kadarnya, Tak banyak para penjual minuman. Maka dari itu, disarankan untuk membawa logistik sendiri. Bahkan ada pula yang menyarankan untuk pesan kepada penduduk di Serei yang sebagian besar para nelayan, untuk menyiapkan ikan segar sekaligus alat bakarnya. Jika demikian, wisata anda akan makin seru karena setelah capek bermain air laut, kemudian makan ikan bakar ramai-ramai beralaskan daun pisang dan dicocol dengan dabu-dabu dan rica rowa (sambal khas Manado). Pagi datang, sore pulang, itulah tips kalau anda mau menikmati indahnya pulau Lihaga. Jangan lupa membawa kamera untuk berfoto-ria di pulau itu. (Teks: berbagai sumber - Foto: Devianart, Flickr)


    Pulau Lihaga, Sulawesi Utara, Sulut
    Pulau Lihaga, Sulawesi Utara, Sulut
    Pulau Lihaga, Sulawesi Utara, Sulut
    Pulau Lihaga, Sulawesi Utara, Sulut


  • Danau toba adalah sebuah danau vulkanik yang tercipta saat terjadi ledakan gunung berapi pada 69.000 - 77.000 tahun yang lalu, dan yang diperkirakan pula sebagai salah satu ledakan gunung berapi terbesar di dunia. Danau Toba memiliki wisata alam yang luar biasa, wisata spiritual,wisata sejarah, atau pun wisata arsitektur dan kuliner. Suasana yang sejuk dan menyegarkan, hamparan air yang jernih, serta pemandangan yang memesona dengan pegunungan hijau adalah sebagian kecil saja dari deskripsi keindahan Danau Toba yang begitu eksotis. Indonesia patut berbangga hati karena memiliki danau toba,sebuah danau vulkanik yang merupakan danau terbesar yang ada di Indonesia dan juga Asia Tenggara. Danau yang menjadi salah satu tempat wisata andalan di Indonesia ini memiliki luas area +/- 1707 kilometer persegi atau lebih dari dua kali luas Singapura, dan secara geografis berada di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

    Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara
    Suasana Sanau Toba dan Pulau Samosir di Pagi Hari

    Potensi pariwisata danau Toba sangat layak untuk dikembangkan menjadi Destinasi Pariwisata Nasional (DPN), karena daya tarik wisata yang dimilikinya cukup banyak, mulai dari potensi alam, budaya serta kesenian yang unik dan khas. Keindahan panorama alam danau toba akan sangat terasa jika kita melakukan perjalanan menuju ke pulau samosir dengan menggunakan kapal feri, eksotisme pemandangan alam di sepanjang perjalanan, seakan mampu menghadirkan ketenangan batin tersendiri bagi para siapapun yang mengunjunginya.

    Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara
    Suasana Sanau Toba dan Pulau Samosir di Mlam Hari

    Untuk menuju ke danau Toba, Dari kota Medan ibukota sumatera utara anda bisa menuju Parapat dengan lama perjalanan sekitar 5 Jam. Apabila anda tiba di Medan menggunakan pesawat terbang, dari bandara pertama anda harus menuju terminal Bus Amplas menggunakan kendaraan umum No 64 dengan harga Rp. 3000 / Orang. Dari terminal Amplas ambil Bus menuju Parapat dengan tarif sekitar Rp. 22.000 / Orang. Apabila anda ingin lebis simple, anda bisa menyewa mobil dengan tarif sekitar Rp. 450.000 sudah termasuk driver dan bahan bakar, atau bisa menggunakan Taxi.

    Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara Alternatif lain menuju danau Toba ialah dengan menggunakan kereta api. Perjalanan menggunakan kerteta api menuju Pematang Siantar atau Tebing Tinggi menyguhkan pemandangan yang tak akan terlupakan, sangat indah. Dari sini anda bisa melanjutkan perjalanan ke Parapat dengan menggunakan Taxi.
    Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara

    Sebagai tempat tinggal asli masyarakat Batak Toba, Pulau Samosir memiliki peninggalan zaman purbakala berupa kuburan batu dan desa tradisional. Di Pulau samosir juga terdapat Makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale (Patung yang bisa menari). Di pulau ini Anda dapat menemukan kebudayaan Toba yang unik dan kuno. Pulau Samosir adalah tempat yang cocok untuk dikunjungi dan menghindari kepenatan rutinitas kota. Samosir mudah dijangkau oleh kapal ferri dari Parapat. Meskipun telah menjadi tempat tujuan wisata sejak lama, Samosir merupakan keindahan alam yang belum terjamah. Beranikan diri keluar dari desa kecil Tuk-Tuk dan Tomok. Anda juga dapat menikmati suasana pedesaan yang permai dikelilingi ladang, gereja dan kuburan eksotis yang memenuhi lahan.
    Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara

  • Mungkin belum banyak para pembaca yang tahu tentang keberadaan Pulau Sikuai di Sumatera Barat. Pulau ini seperti baru ditemukan keindahannya, Sikuai adalah salah satu pulau di kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Sikuai, salah satu pulau kecil (40HA) dengan pemandangan yang begitu eksotis, yang terletak di sisi barat Pulau Sumatera hanya terletak sekitar setengah mil laut dari kota Padang dan dapat dicapai menggunakan kapal angkutan khusus dengan waktu tempuh 35 menit berangkat dari dermaga airud Bungus.

    Pulau Sikuai, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat
    Pulau dengan hamparan pasir putih, deretan pohon kelapa, udara yang sejuk, pemandangan laut yang biru dan tenang akan menyambut Anda setibanya di Pulau Sikuai. Pulau seluas 40 hektar ini sungguh nyaman dan bersih. Terbukti, tidak hanya wisatawan dalam negeri, banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pulau ini.

    Pulau Sikuai, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat
    Pengunjung pulau Sikuai dapat menginap di hotel resort yang dilengkapi fasilitas hotel berbintang dua. Resort ini menyediakan 21 buah cottage dengan kapasitas sekitar 45 kamar. Resort yang ada di Pulau Sikuai akan memanjakan liburan Anda. Dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah, Anda bisa berlama-lama menikmati keindahan alam di pulau ini. Saat senja, cahaya keemasan sang mentari akan menjadi sajian penutup yang spesial setelah Anda beraktivitas seharian di Pulau Sikuai.

    Pulau Sikuai, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat
    Selain menikmati keindahan pantai dan wisata bahari, trekking mengitari pulau atau menjelajahi hutan alam sampai panjat tebing juga dapat dilakukan oleh pengunjung yang senang petualangan alam. Tah hanya itu snorkling dan diving juga menjadi kegiatan favorit di pulau ini karena keindahan bawah laut pulau sikuai masih bersih dan tidak kalah dengan keindahan bawah laut Nusa Laut yang ada di  Maluku. Ikan-ikannya yang beragam dan terumbu karangnya masih cantik berdiri.

    Pulau Sikuai, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat
    Selain pantai, pulau Sikuai juga memiliki bukit yang memiliki 360 anak tangga, yang memeberikan pemandangan yang tiada duanya kepada wisatawan. Bentuk pulau Sikaui sendiri unik. Pulau dengan bukit yang menukik yang di pantainya terdapat pasir putih yang bersih, dan lembut. Laut dengan gradasi 3 warna ditambah cuaca cerah dengan langit yang biru menyempurnakan pemandangan disana.

    Pulau Sikuai, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat
    Sikuai, selalu membuat takjub para pelancong. Berenang bebas dan menyaksikan keragaman biota laut serta indahnya karang-karang yang masih alami menjadi target utama para traveler. 
    Pulau Sikuai, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat

  • Di Pulau Selayar Terdapat banyak pantai yang indah dan eksotis. Salah satunya adalah Pantai Liang Kareta yang memiliki hamparan pasir putih yang mempesona, gua yang misterius dan tebing yang indah.

    Liang Kareta, Pulau Selayar
    Pantai Liang Kareta merupakan salah satu obyek wisata pantai di kepulauan selayar yang terletak di ebelah selatan Pulau Pasi atau yang lebih dikenal sebagai Pulau Gusung, Desa Bontoborusu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar‎.
    Liang Kareta, Pulau Selayar

    Pantai Liang Kareta yang berpasir putih ini berada dekat dengan Pantai Je'neiya yang memiliki panjang 50 m. Berbagai aktifitas bahari dapat dilaksanakan disana, beberapa diantaranya yang patut anda coba ialah snorkeling, diving, swimming, fishing, sun bathing. Anda juga dapat menikmati pemandangan indah sunset di sore hari. Lokasi obyek wisata ini berjarak ±8 km dari Kota Bentengdan dapat dijangkau dengan menggunakan perahu joloro dari Pelabuhan Rauf Rahman Benteng selama ± 20 menit.
    Liang Kareta, Pulau Selayar

Comments

The Visitors says