Panorama Wisata

welcome to our blog

We are Magcro

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

Followers

Footer Widget 2

AIR KRAN SIAP MINUM

Labels

Pages

Blogger news

Download

BTricks

BThemes

Recent Posts

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  •  Singa Afrika di Taman Satwa Cikembulan Garut

    Singa Afrika di Taman Satwa Cikembulan Garut


  • Kabupaten Garut terletak di propinsi Jawa Barat. Kota Garut dikelilingi oleh lima gunung, tiga diantaranya merupakan gunung berapi aktif.Tempat wisata di Garut dilingkari oleh Gunung Guntur, Gunung Telaga Bodas, Gunung Galunggung, Gunung Papandayan dan Gunung Cikuray. Tempat wisata di Garutmerupakan bagian dari tempat wisata di Jawa Barat yang indah dan mempesona. Beragam fasilitas pendukung telah dibangun pada tempat wisata di Garut untuk memanjakan pengunjung obyek wisata.

    Potensi tempat wisata di Garut dibentuk oleh kondisi alam pegunungan vulkanis yang luas. Selain itu, kebudayaan masyarakat Sunda memberi ciri khas bagi daya tarik tempat wisata di Garut. Untuk mencapai tempat wisata di Garut, Anda bisa melalui kendaraan darat melalui jalur pantai selatan yang bergunung-gunung. Dari arah barat, kota Garut bisa ditempuh dari arah kota Bandung. Sementara dari arah timur, kota Garut dicapai dari wilayah kota Tasikmalaya.

    Jalan-jalan ke tempat wisata di Garut sangat menyenangkan bila dilakukan bersama keluarga. Ada banyak tempat wisata di Garut yang harus Anda jelajahi keindahannya. Berikut ini rekomendasi saya tentang beberapa tempat wisata di Garut yang menarik untuk dikunjungi.
    1. Taman Satwa Cikembulan : Tempat Wisata di Garut Untuk Pelestarian Hewan
    Tempat wisata di Garut yang pertama kita bahas adalah Taman Satwa Cikembulan . Taman Satwa Cikembulan terletak di Kecamatan Kadungora. Obyek wisata di wilayah pelestarian alam Cangkuang ini menjadi tempat pelestarian binatang-binatang langka yang dilindungi oleh negara. Sebagai tempat wisata alam, Taman Satwa Cikembulan memiliki alam yang asri dan indah. Piknik keluarga di hari minggu sangat nyaman dilakukan di Taman Satwa Cikembulan.
    2. Makam Ja’far Umar Sidiq : Tempat Wisata di Garut Untuk Agama Islam.
    Bagi wisatawan yang ingin jalan-jalan santai sekaligus berziarah ke makam tokoh bersejarah, tempat wisata di Garut adalah tempat yang lengkap. Anda bisa mengunjungi makam Ja’far Umar Sidiq yang berlokasi di kecamatan Leuwigoong dan merupakan peninggalan bersejarah bagi umat muslim. Tempat wisata di Garut ini termasuk dalam wilayah pengelolaan wisata Cangkuang. Makam Ja’far Umar Sidiq adalah bagian dari tour wisata religi yang ada di propinsi Jawa Barat.

    3. Air Terjun Curug Orok: Tempat Wisata di Garut Yang Indah
    Kota Garut juga memiliki potensi tempat wisata alam yang indah, yaitu curug (air terjun) Orok yang berada di wilayah Gunung Papandayan. Tempat wisata di Garut ini terdapat di kecamatan Cikajang dan menjadi tujuan wisata menarik di wilayah Garut. Curug Orok memiliki udara yang segar dan alami khas pegunungan. Berlibur ke Curug Orok bisa menenangkan pikiran dari aktifitas kerja sehari-hari. Di sekitar lokasi Curug Orok terdapat area perkemahan yang indah.

    4. Pusat Penjualan Kerajinan Jaket Kulit Garut - Sukaregang
    Saat menyebut nama kota Garut, maka ingatan kita akan tertuju pada kerajinan rakyat jaket kulit. Kota Garut adalah salah satu produsen jaket kulit dengan penampilan menarik dan kualitas terbaik di Indonesia. Produk jaket kulit di Garut dihasilkan dari pusat peternakan domba yang tersebar di seluruh kabupaten Garut. Jaket kulit Garut telah dijual ke seluruh wilayah Indonesia dan diekspor ke sejumlah negara tetangga. Desain dan motif jaket kulit Garut sangat beragam dan mengikuti gaya modern.

    Dodol Garut - Jajanan Tradisional Yang Bisa ditemui di Tempat Wisata di Garut

    5. Obyek Wisata Kawah Gunung Papandayan di Garut.
    Tempat wisata di Garut yang indah juga bisa Anda temukan di kawah Gunung Papandayan. Gunung Papandayan adalah gunung berapi yang masih aktif dan menunjukkan aktifitas vulkanis seperti halnya Gunung Bromo di Jawa Timur. Kawah Gunung Papandayan adalah tempat wisata di Garut yang menyajikan pemandangan alam yang berupa kawah gunung aktif. Tempat wisata di Garut ini terdapat di kecamatan Cisurupan dan menjadi obyek wisata populer di Jawa Barat.

    Selain nama-nama di atas, tempat wisata di Garut lainnya yang menarik untuk dikunjungi adalah air terjun Curug Cimandi Racun di Leles, Danau Situ Bagendit di Banyuresmi, keindahan panorama Gunung Guntur, Kampung Adat di Bayongbong, Pantai Sayang Heulang di Pameungpeuk dan lain-lain. Puluhan obyek wisata di Garut saat ini tengah gencar dipromosikan oleh Pemerintah Daerah melalui beragam media sebagai bagian dari program Visit Indonesia

    Saat jalan-jalan ke tempat wisata di Garut jangan lupa mencicipi jajanan khas Garut, yaitu dodol Garut. Di seluruh pelosok kota Garut bisa kita jumpai kerajinan rakyat membuat makanan tradisional dodol. Tempat wisata di Garut telah dilengkapi pula dengan sarana transportasi yang lancar, jaringan komunikasi yang andal, pusat informasi dan penginapan berbiaya murah. Beberapa hal tersebut merupakan pendukung bagi kemajuan tempat wisata di Garut. Ayo rencanakan liburan Anda mendatang dengan jalan-jalan santai ke tempat wisata di Garut! Sumber

  • Taman Satwa Cikembulan di Kadungora Garut, Jawa Barat, kian memikat wisatawan.
    Terbukti, pada momentum liburan panjang sekolah ini, tak hanya dikunjungi wisatawan dari dalam kota, melainkan juga banyak berasal dari luar kota.
    Foto : Ist
    Bahkan dari luar Pulau Jawa, maupun dari seluruh tanah air. Termasuk dari Mancanegara.
    Sehingga kunjungan pada rangkaian libur panjang sekolah itu, peningkatannya mencapai di atas seratus persen.
    Dibadingkan hari biasanya, ungkap Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, SE kepada Garut News, Minggu.
    Menyusul wisatawan, tak hanya asyik menyaksikan perilaku unik beragam spisies hewan langka yang dilindungi undang-undang.
    Foto : Ist
    Melainkan juga bisa sekaligus therafi kesehatan, juga memanjakan keluarga dengan permainan anak-anak.
    Malahan tersedia sajian kuliner etnik kearifan lokal, selama ini disediakan pengelola.
    Terdapat pula kuda tunggangan, becak dan motor mini, sambil menikmati sejuk serta indahnya panorama alam sekitarnya.

    Foto : Ist
    Koleksi beragam jenis hewan itu, sengaja disediakan, agar generasi muda tak hanya bisa melihat gambar dari buku.
    Melainkan bisa langsung menyaksikan dan bagaimana hewan hewan itu berinteraksi sesuai dengan ekologinya.
    Foto : Ist
    Karena itu, beragam penataan taman wisata ini, terus dilakukan.
    Agar enak dilihat dan perlu, ungkap Rudy Arifin membeberkan upayanya selama ini.
    Mengelola taman wisata secara proporsional dan professional, katanya.
    ******(RM/John).
  • Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora Garut, atau hanya sekitar enam kilometer dari Tanjakan Nagreg Bandung, ternyata masih menyisakan nuansa Lebaran Idul Fitri 1432 H.

    Bahkan pada setiap rentang kemarau panjang menjelma, bisa menjadi “Oase” padang pasir tandus dan gersang, Taman Satwa satu-satunya di Provinsi Jawa Barat tersebut, dapat pula memenuhi interaksi setiap individu dengan lestari alamnya.

    Juga sekaligus menjadi perekat “silaturahmi” antar individu, ungkap pegawai di lingkungan Dinas Kehutanan Kabupaten Garut termasuk Dadan kepada Garut News , saat jajarannya menggelar Halal Bi Halal di obyek wisata itu, Selasa.

    Dia mengaku bersama keluarga serta rekan se kantor, dapat menikmati suasana alam terbuka sarat beragam vegetasi, termasuk Satwa Langka dilindungi Undang-Undang.

    Suasana “beda” ini, tidak berbanding lurus jika menyelenggarakan perhelatan serupa dalam sekat ruangan di perkotaan, yang sarat beragam aktivitas mobilitas komunitasnya, termasuk kerap diwarnai demo dan unjukrasa, katanya.

    Tetapi di alam terbuka Taman Satwa Cikembulan, sekaligus bisa mengingatkan kembali pentingnya interaksi baik dan sehat, antar individu dengan fauna serta floranya, pada gilirannya pula mewujudkan rasa “syukur”.



    Terlebih lagi, Halal Bi Halal ini pun diwarnai sajian Tausyiah bernilai etika serta norma keagamaan, ujar pegawai Dishut lainnya, menambahkan.

    “Gemersik air, sepoi angin kaki perbukitan Gunung Haruman, juga kerimbunan pepohonan, menyingkap makna alam ini senantiasa bersahabat dengan siapapun, jika ditata, dirawat serta dijaga santun”, tutur Dadan pula.

    Tetapi kerap tersadar, manakala hanya tinggal sebatang pohon kering yang tumbuh, manakala beragam flora dan fauna musnah akibat perilaku manusia, barulah kita terperanjat dengan bibir kelu “uang bukan segala-galanya”.

    “Mencegah fenomena mengerikan tersebut, tengoklah Taman Satwa Cikembulan, Demi Hari Esok yang Lebih Elok,” imbuh Dadan. ***(John).
  • Garut  News, ( Rabu, 12/1 ).
            Mulusnya ruas jalan berhotmix, yang membelah kawasan desa Cikembulan di Kecamatan Kadungora, sekitar 15 km arah barat dari pusat Kota Garut, berhasil menyedot kunjungan wisatawan ke Taman Satwa Cikembulan.
           Peningkatan pengunjung itu, ditunjang pula penyediaan “therafi ikan”  yang refresentatif, sehingga semakin digemari pasangan suani-istri maupun wisatawan bersama keluarganya, ungkap Manager Taman Satwa tersebut, Rudy Arifin, SE kepada Garut News, Rabu.

           Saat mereka menjalani therafi ikan sambil menikmati panorama alam terbuka di sekitarnya, sekaligus anak-anak bisa berkeliling menyaksikan sekurangnya 117 spisies berpopulasi 523 ekor, termasuk sepasang Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) serta sepasang Beruang Madu, juga beragam jenis mamalia, reptil dan burung.

          Bahkan kini tengah diagendakan dapat mendatangkan spisies buaya putih, malahan juga segera memproses perijinan untuk segera mendatangkan sepasang “Komodo” (varanus comodoensis), satwa purba sangat langka di dunia.

            Komodo pun hingga sekarang masih diyakini masyarakat dunia, sebagai generasi terakhir dinosaurus, sehingga dipastikan kehadirannya di Cikembulan bisa mengangkat citra Kabupaten Garut di mata komunitas nasional dan internasional, katanya.

           Selain itu, kunjungan wisatawan akan mengalami peningkatan yang signifikan, terutama pada cuaca cerah dengan jalan berhotmix, belum lama ini pun sekurangnya 13 unit bis wisata berbadan lebar berdatangan sekaligus bersama wisatawannya ke Taman Satwa Cikembulan, yang menyediakan pula sarana permainan anak, ungkap Rudy Arifin, menambahkan. ***(John).



  •        Pada musim liburan memasuki tahun baru 2011, atau Sabtu dan Minggu terdapat ribuan wisatawan mengunjungi Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora, sekitar 15 km arah barat dari pusat Kota Garut.
         Mereka berdatangan dari Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Bekasi, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan terdapat pengunjung dari luar Pulau Jawa termasuk sejumlah wisatawan asing, ungkap Manager Taman Satwa tersebut, Rudy Arifin, SE kepada Garut News, Minggu.


          Sekurang-kurangnya 2.500 pengunjung mendatangi taman satwa satu-satunya di Provinsi Jawa Barat ini, yang kini kondisi ruas jalannya mulai dari lintasan jalan provinsi Bandung - Garut telah beraspal hotmix, katanya.

          Sedangkan sejak dibukanya taman satwa itu, hingga saat ini telah dikunjungi 300.000 pengunjung lebih, ujar Rudy Arifin.

             Taman Satwa ini, dihuni sekurangnya 117 spisies berpopulasi 523 ekor, termasuk sepasang Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) serta sepasang Beruang Madu, juga beragam jenis mamalia, reptil dan burung.

          Bahkan kini dilengkapi sarana therafi ikan, juga diagendakan dapat mendatangkan spisies buaya putih, malahan juga berobsesi bisa segera mendatangkan sepasang “Komodo” (varanus comodoensis), satwa purba sangat langka di dunia. ***(John).       

  • Garut  News, ( Rabu, 17/11 ).
           Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak dioperasionalkannya pada 9 Agustus tahun lalu, hingga kini sekurangnya didatangi 300.000 pengunjung.



          Mereka selain berdatangan dari seputar Kabupaten Garut dan sekitarnya, juga banyak diantaranya dari Bandung, Jakarta, Cirebon, Bekasi, Yogyakarta dan Malang Jawa Timur.

          Bahkan berdatangan dari luar Pulau Jawa diantaranya Sumatera dan Kalimantan, ungkap Manager Taman Satwa tersebut, Rudy Arifin, SE kepada Garut News, Rabu.

          Taman satwa satu-satunya di Provinsi Jawa Barat tersebut, dipastikan semakin diserbu pengunjung, menyusul akan segera dioperasionalkannya “therafi ikan” jenis gararupa, yang saat ini gencar dikemas apik sarana penunjangnya.

          Tahap awal disediakan sekurangnya 1.300 ekor sejenis ikan nilem itu, dilengkapi sarana pepohonan peneduh serta bangunan joglo, yang juga disediakan kotak amal, katanya.

          Taman Satwa, yang telah memiliki lebih dari 117 spisies termasuk hewan langka dilindungi Undang-Undang ini, menyiapkan pula kandang untuk beberapa ekor buaya putih serta primata “orang utan”.

          Sedangkan penghuninya selama ini, antara lain, Harimau Sumatera, beruang, macan tutul, beragam jenis mamalia dan primata, yang secara teratur dilakukan vaksinasi.

         Sekaligus tetap memberikan kesempatan kepada masyarakat, untuk menghibahkan satwa langkanya dilindungi undang-undang, untuk ditampung dan dipelihara.  

          Taman Satwa ini, juga ikut serta memaknai Lebaran Idul Adha dengan menyembelih dua ekor sapi, sementara sarana penunjang lainnya selain disediakan beragam permainan anak-anak, juga hiburan berupa pertunjukan musik “electone”, ungkap Rudy Arifin.

          Dia pun mengakui, selama beberapa pekan terakhir sempat terjadi penurunan pengunjung, akibat kondisi cuaca serta banyaknya berlangsung bencana alam dimana-mana, ujarnya. ***(John).
  • Aves/ Unggas

    Kasturi raja
    Macau biru
    Macau merah


    Kaka tua jambul kuning besar
    Kaka tua Jambul kuning kecil
    Pergam irian
    Phasatn mas
    Nuri belang kuning
    Jalak kerbau
    Pergam hijau
    Camar laut
    Beo nias
    Merak hijau
    Merak biru
    Kaswari gelambir tunggal
    Kaswari gelambir ganda
    Nuri kepala hitam
    Alap-alap

    Burung hantu
    Mandar besar
    Belibis
    Beliwis kecil
    Angsa hitam
    Angsa putih
    Angsa telaga asin
    Cangak merah
    Burung hantu hingkik
    Jalak sungko
    Dara mahkota
    Mandar abu-abu
    Ayam cina
    Bincarung/kepudang
    Jalak suren
    Nuri sayap hitam
    Betet/bayan
    Nuri hitam
    Rengnek biru
    Rengnek hijau
    Rengnek abu-abu
    Jalak putih
    Anis hitam
    Betet rosalia tamur
    Jalak riau
    Kaka tua jambul oren
    Betet kelabu
    Cendrawasih kuning
    Bangau kepala hitam
    Cangak abu
    Ayam cangegar
    Ayam silper
    Kuntul
    Bangau tong-tong
    Rangkong badak
    Kaka tua raja hitam
    Kaka tua vivi merah
    Elang berontok pase terang
    Elang berontok pase gelap
    Elang hitam
    Elang garuda
    Elang dadali
    Elang bondol
    Elang ular
    Elang laut
    Elang berontok
    Cucak biru
    Perkutut
    Ketilang
    Phasatn Silper
    Rangkong
    Nuri merah
    Bultok

    MAMALIA
    RUSA TUTUL
    BABI HUTAN
    LANDAK JAWA
    BINTURUNG
    RUSA SAMBAR
    KIJANG
    Macan tutul
    Kanguru tanah
    HARIMAU
  • Angsa Hitam Berhasil Dikembangbiakan Di Taman Satwa Cikembulan Garut. (Foto : Wawan Kurniawan/Naskah John Doddy Hidayat).
    Garut  News, ( Minggu, 17/10 ).

          Para pengunjung obyek wisata Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora, sekitar 15 km arah barat dari pusat Kota Garut, Jawa Barat, hingga kini masih terkendala kondisi ruas jalan penghubung sepanjang 1,5 km.

          Selain banyak terdapat kerusakan dan tergenang limpahan air hujan, juga pada salah satu lokasi nyaris semakin memutuskan badan jalan, akibat tergerus luapan sungai Cigunung Agung, diperparah drainase pada kiri dan kanan jalan yang kurang memadai.

          Demikian diungkapkan sejumlah pengunjung asal Kota Bandung, termasuk Arief Budiman(45) kepada Garut News di Taman Satwa tersebut, Minggu.

         Ditemui terpisah, Manager Taman Satwa, Rudy Arifin, SE mengemukakan, sementara pengunjung bisa memanfaatkan ruas jalan yang melintasi Kampung Panenjoan atau dari arah Kecamatan Leles.

          Dia katakan, jika badan jalan itu, benar-benar terputus total, maka akses transfortasi mobilitas perekonomian pun akan menghambat dan mempersulit warga sekitarnya

          Sementara itu, pihaknya pun akan segera melaksanakan penanaman pohon bantuan dari Dinas Kehutanan Kabupaten, menyusul adanya bantuan 3.600 bibit pohon bagi Desa Cikembulan, terdiri rambutan, lengkeng serta sukun yang juga akan ditanam pada sepanjang bantaran Sungai Cigunung Agung.

          Taman Satwa satu-satunya di Provinsi Jawa Barat ini, berhasil pula membudidayakan angsa hitam, meski tidak dilindungi undang-undang, tetapi satwa import tersebut selama ini sangat sulit berkembang biak.

          Dari lima telurnya gagal diproses pada mesin peretas, namun satu diantaranya berhasil menetas secara alami, berhasil menetas pula dua ekor cangak merah maupun bangau, katanya.

          Dalam waktu dekat koleksi satwanya akan kembali bertambah, berupa pengadaan seekor Jalak Bali, bahkan diagendakan bisa memperoleh “orang utan”, karena selama ini terus menjalin koordinasi dengan pihak BKSDA.

          Serta lembaga konservasi lainnya, yang mungkin mengalami kelebihan koleksi jenis satwa langka dan dilindungi undang-undang, lainnya. Sehingga bisa terus menambah koleksi Taman Satwa Cikembulan, yang saat ini memiliki sekurangnya 53 spisies.

          Termasuk sepasang Harimau Sumatera (Phantera Tigris Sumatrae), sepasang beruang madu, macan tutul, buaya, rusa, kasuari serta satwa lainnya. *** (John).

Comments

The Visitors says