Panorama Wisata

welcome to our blog

We are Magcro

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

Followers

Footer Widget 2

AIR KRAN SIAP MINUM

Labels

Pages

Blogger news

Download

BTricks

BThemes

Recent Posts

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Jelajah Garut
    Kepala Disbudpar Jabar, Herdiwan menyatakan, Kawasan Jabar Selatan memiliki sejumlah lokasi wisata petualangan, diantaranya bagi penggemar “jeep off road”, menyusul kondisi medannya cukup menantang.
    Sedangkan Rancabuaya, merupakan kawasan pantai di Garut Selatan yang kini dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata unggulan di Wilayah Jabar selatan.



    Selain terdapat lintasan perkebunan dan kawasan hutan di Garut Selatan, juga bisa menyisir rute Jabar Selatan hingga menembus kawasan Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis.


    Gubernur Ahmad Heryawan mengusulkan, pengelolaan pariwisata hendaknya menggunakan sistem klasifikasi agar menjadi berkembang dan bisa dikelola lebih baik, katanya.

    Klasifikasi, dimaksudkan dapat menentukan objek wisata di setiap daerah, apakah termasuk kategori nasional, provinsi maupun kabupaten, dan status lokasi wisata yang disandang akan berdampak pada sumber pendanaan.

    “Ini usulan mudah-mudahan bisa didengar, layaknya seperti jalan di Bina Marga ada status jalan nasional, provinsi dan kabupaten,” ungkapnya pada perhelatan Offroad Festival dan Wisata Otomotif digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar.

    Sehingga kerusakan dan perbaikan jalannya menjadi tanggung jawab masing-masing sesuai status, demkian pula dengan lokasi wisata.

    Heryawan mengharapkan, Wisata Otomotif Jabar Selatan bisa meningkatkan kebangkitan ekonomi pariwisata Jabar, karena potensi wisatanya sangatlah besar, namun belum terpublikasi luas, padahal infrastruktur penunjang objek wisata itu, dipastikan tidak ada masalah, katanya.

    Festival dan Wisata Otomotif Jabar Selatan, digagas Disbudpar Jabar bekerjasama dengan Paguyuban Jeep Bandung, diikuti sekitar 100 peserta dari penggemar jeep di Jabar serta Jateng, DKI dan Banten, berlangsung sejak Jumat lalu.

    Melintasi Bandung – Baros – Soreang – Ciwidey – Rancabali – Naringgul – Cidaun – Jayanti dan finish di Rancabuaya Kabupaten Garut. ***(John). sumber
  • Kepala Disbudpar Jabar, Herdiwan menyatakan, Kawasan Jabar Selatan memiliki sejumlah lokasi wisata petualangan, diantaranya bagi penggemar “jeep off road”, menyusul kondisi medannya cukup menantang.

    Sedangkan Rancabuaya, merupakan kawasan pantai di Garut Selatan yang kini dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata unggulan di Wilayah Jabar selatan.



    Selain terdapat lintasan perkebunan dan kawasan hutan di Garut Selatan, juga bisa menyisir rute Jabar Selatan hingga menembus kawasan Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis.


    Gubernur Ahmad Heryawan mengusulkan, pengelolaan pariwisata hendaknya menggunakan sistem klasifikasi agar menjadi berkembang dan bisa dikelola lebih baik, katanya.

    Klasifikasi, dimaksudkan dapat menentukan objek wisata di setiap daerah, apakah termasuk kategori nasional, provinsi maupun kabupaten, dan status lokasi wisata yang disandang akan berdampak pada sumber pendanaan.

    “Ini usulan mudah-mudahan bisa didengar, layaknya seperti jalan di Bina Marga ada status jalan nasional, provinsi dan kabupaten,” ungkapnya pada perhelatan Offroad Festival dan Wisata Otomotif digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar.

    Sehingga kerusakan dan perbaikan jalannya menjadi tanggung jawab masing-masing sesuai status, demkian pula dengan lokasi wisata.

    Heryawan mengharapkan, Wisata Otomotif Jabar Selatan bisa meningkatkan kebangkitan ekonomi pariwisata Jabar, karena potensi wisatanya sangatlah besar, namun belum terpublikasi luas, padahal infrastruktur penunjang objek wisata itu, dipastikan tidak ada masalah, katanya.

    Festival dan Wisata Otomotif Jabar Selatan, digagas Disbudpar Jabar bekerjasama dengan Paguyuban Jeep Bandung, diikuti sekitar 100 peserta dari penggemar jeep di Jabar serta Jateng, DKI dan Banten, berlangsung sejak Jumat lalu.

    Melintasi Bandung – Baros – Soreang – Ciwidey – Rancabali – Naringgul – Cidaun – Jayanti dan finish di Rancabuaya Kabupaten Garut. ***(John).

  • Pantai Rancabuaya memiliki ketinggian 0-200 m di atas permukaan laut, curah hujan sebesar 1.200 mm/tahun dengan penyinaran matahari yang sedang dan kekuatan tiupan angin kecil. Perairan pantai berwarna biru, bau air normal, dan temperatur normal. Tinggi gelombang rata-rata kurang dari 1 meter, dan material dasar laut berupa pasir halus, batu karang, dan pasir kasar termasuk daerah sepanjang garis pantai. Kemiringan laut landai, serta ditumbuhi rumput laut dan gang gang hijau sebagai flora laut dominan. Sedangkan fauna laut dominannya adalah ikan tuna dan ikan karang. 

    Daerah pesisir pantai yang landai ini memiliki material berupa pasir halus putih bersih, dengan panjang 1.000-2.000 dan lebar 100-200 m, serta tingkat abrasi yang kecil, sehingga stabilitas pantainya eukup baik. Flora dominan yang berada di tepi pantai adalah pohon kelapa dan pohon ketapang. Pantai Rancabuaya memiliki kualitas lingkungan dan kebersihan yang baik, dan hampir tidak terdapat berbagai bentuk pencemaran. Pantai ini memiliki visabilitas bebas dengan tingkat kebisingan yang rendah.
    Secara administrative, di sebelah utara Rancabuaya berbatasan dengan
    Desa Caringin, di sebelah barat dengan Samudra Hindia, sebelah selatan dengan Desa Indralayang, dan di sebelah timu, berbatasan dengan Desa Sinarjaya. Seeara alamiah, lingkungan alam yang menjadi batas pantai ini adalah lahan pertanian dan perkebuna!l di sebelah utara, Samudra Indonesia di sebelah barat dan timur, dan lahan pertanian di sebelah selatan. 


    Sumber : Pemerintah Kabupaten Garut Online

Comments

The Visitors says