Panorama Wisata

welcome to our blog

We are Magcro

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

Followers

Footer Widget 2

AIR KRAN SIAP MINUM

Labels

Pages

Blogger news

Download

BTricks

BThemes

Recent Posts

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Salah satu yang menjadi tujuan wisata yang banyak dikunjungi di Tumohon adalah Pagoda Ekayana, yang terletak di Kelurahan Kakaskasen II Kecamatan Tomohon Utara. Di kejauhan, bangunan menjulang dengan arsitektur khas China bagai menghipnotis anda. Pagoda setinggi 9 lantai membawa akan imajinasi ke film-film kisah legenda-legenda sakti China. Vihara Ekayana yang terletak di Tomohon, Sulawesi Utara, tersebut memang mudah ditemukan. Cukup ikuti saja pagoda yang menjulang tersebut. Masuk ke dalam vihara, patung-patung Budha tampak berderet menyambut Anda. Setiap patung memiliki makna dan filosofi tertentu.

    Uniknya, Anda dapat menemukan patung Budha yang India. Patung Bodhidharma tersebut mengambarkan Buddha dengan jenggot yang sebenarnya khas India, bukan China. Setelah bertemu dengan deretan patung Budha, Anda akan menemukan Pagoda Ekayana yang dipakai untuk tempat bersembahyang. Beranjak dari pagoda, Anda bisa masuk ke dalam Istana Kwam Im. Jangan lupa untuk melepaskan sepatu Anda. Kidung-kidung pujian melantun dari dalam tempat ibadah tersebut. Anda boleh saja masuk, namun ingatlah untuk tetap menjaga sopan santun.

    Di sini, Anda bisa melakukan ramalan kuno Ciam Si. Ciam Si merupakan ramalan yang berdasarkan syair-syair kuno China. Beberapa batang bambu seperti sumpit lebar diletakkan dalam wadah bambu bulat. Masing-masing batang bambu berisikan nomor. Wadah bambu kemudian dikocok hingga mengeluarkan satu batang bambu. Dari nomor yang tertera di batang bambu, tinggal mencocokannya dengan kotak yang berada di sisi kiri dinding. Nah, di kotak tersebut kertas berisikan ramalan. Ramalan tertera dalam kanji-kanji khas tulisan China. Tetapi tenang saja, ada terjemahan dalam Bahasa Indonesia.

    Ritual melakukan Ciam Si sebenarnya tak sesederhana itu. Sebelum mengocok, seseorang harus memanjatkan doa permohonan terlebih dahulu kepada Dewi Kwam Im. Baru kemudian dua keping kayu untuk mendapatkan izin dari Dewi. Mau yang lebih sederhana? Berjalanlah terus ke belakang vihara. Anda akan berkenalan dengan kodok yang membawa koin, simbol dari keberuntungan. Di depan patung kodok raksasa terdapat kolam air. Di tengah kolam tersebut terdapat lonceng. Menariknya, pengunjung dipersilahkan melempar koin ke lonceng. Jika lonceng terkena koin, konon doanya akan terkabul. Terdengar mudah? Nyatanya, terdapat replika koin China, koin kuno yang memiliki lubang di tengah, menghalangi lonceng ini. Koin replica raksasa tersebut berputar-putar mengelilingi lonceng. Sementara lonceng berada di tengah-tengah lubang koin.

    Sebelum melempar koin, pilih dulu posisi melempar. Di tepi kolam terdapat 5 bagian, yaitu “Bahagia”, “Harta”, “Panjang Umur”, “Kedudukan atau Pangkat”, dan “Keberuntungan”. Nah, berdirilah sesuai permohonan yang Anda inginkan, lalu lempar koin ke arah lonceng.  Vihara Ekayana memang begitu unik. Sebagai tempat beribadah, tempat ini menawarkan kunjungan menarik bagi wisatawan. Tak heran, jika di hari-hari libur, wisatawan maupun umat memadati tempat ini. Mereka seakan ditarik pesona pagoda yang menyapa dari kejauhan.

    Para pengurus Pagoda tersebut berhasil membuat tempat ibadah umat Budha tersebut menjadi salah satu Ikon Kota Tomohon. Tak heran, banyak pengunjung yang tertarik untuk mengunjunginya. Pagoda ini juga melambangkan kerukunan antar umat beragama di Kota Tomohon, Sulawesi Utara yang saling hidup berdampingan secara aman dan damai.Dari lokasi Pagoda ini,pengunjung bisa menyaksikan keindahan alam Gunung Lokon maupun Gunung Mahawu yang mengapit Kota Bunga Tomohon.
    (Teks: kompas.com, dan berbagai sumber lainnya - foto: flickr)


    Vihara, China, Kebudayaan, Pagoda Ekayana, Tumohon, Sulut
    Vihara, China, Kebudayaan, Pagoda Ekayana, Tumohon, Sulut
  • Tradisi Lompat Batu Nias - Saya yakin sebagian besar dari anda yang membaca artikel ini sudah tak asing lagi dengan Tradisi unik dari pulau Nias ini. Ya.. Tepat sekali, gambar Tradisi lompat batu Nias pernah terpampang di salah satu pecahan 1000 mata uang Indonesia sebelum digantikan oleh gambar Kapitan patimura sampai sekarng. Lompat batu atau dalam bahasa lokal disebut hombo batu merupakan tradisi yang sangat populer pada masyarakat Nias di Kabupaten Nias Selatan. Tradisi ini telah dilakukan sejak dahulu dan diwariskan turun temurun oleh masyarakat di Desa Bawo Mataluo (Bukit Matahari).
    Tradisi Lompat Batu, Pulau Nias, Sumatera Utara, Sumut

    Lompat batu atau hombo batu sudah dilakukan sejak jaman para leluhur untuk berlatih perang karena seringnya terjadi  perang antar suku. Seiring berkembangnya jaman, tradisi ini turut berubah fungsinya. Karena jaman sekarang mereka sudah tidak berperang lagi maka tradisi lompat batu digunakan bukan untuk perang lagi melainkan untuk ritual dan juga sebagai simbol budaya orang Nias. Tradisi lompat batu adalah situs budaya untuk menentukan apakah seorang pemuda di Desa Bawo Mataluo dapat diakui sebagai pemuda yang telah dewasa atau belum. Para pemuda itu akan diakui sebagai lelaki pemberani apabila dapat melompati sebuah tumpukan batu yang dibuat sedemikian rupa yang tingginya lebih dari dua meter.
    Tradisi Lompat Batu, Pulau Nias, Sumatera Utara, Sumut

    Ada upacara ritual khusus sebelum para pemuda melompatinya. Sambil mengenakan pakaian adat, mereka berlari dengan menginjak batu penopang kecil terlebih dahulu untuk dapat melewati bangunan batu yang tinggi tersebut. Sekarang ini, sisa dari tradisi lama itu, telah menjadi atraksi pariwisata yang spektakuler, tiada duanya di dunia. Berbagai aksi dan gaya para pelompat ketika sedang mengudara. Ada yang berani menarik pedang, dan ada juga yang menjepit pedangnya dengan gigi.

    Tradisi Lompat Batu, Pulau Nias, Sumatera Utara, Sumut
    Mungkin anda berpikir Melompati batu tersebut mudah. Tentu tenrgantung kemampuan anda tapi anda harus tau kalau batu tersebut lumayan tinggi dan bukan hanya sekadar melampaui susunan batu tapi juga harus memiliki teknik yang baik agar terhindar dari cidera. Yang dinilai dalam lompat batu ini adalah cara mendarat pelompat tersebut. Dan jika mendarat dengan cara yang salah, kemungkinan cedera otot atau bahkan patah tulang bisa saja terjadi. Ketika anda berkunjung ke Pulau Nias pasti anda akan menjumpai cukup banyak susunan batu yang digunakan untuk tradisi lompat batu.

  • p. alor

    Secara geografis Pulau Alor beserta beberapa pulau kecil lainnya merupakan bagian dari wilayah kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Namanya memang sangat singkat “Alor”, tetapi pulau ini menyimpan pesona alam yang sangat panjang dan memukau. Dimulai dari Alam, wisata, budaya hingga kekayaan bahasa. Alor memang Eksotik dan tak akan habis untuk dinikmati keindahannya. Salah satu yang paling exotic dan populer dari Kabupaten Alor adalah selat pantar, yang terletak di antara pulau alor dan dan pulau pantar. Keindahan dan keunikan alam bawah laut Selat Pantar sangat menakjubkan. Bahkan jika dibandingkan dengan Taman Laut Komodo yang juga berada di Nusa Tenggara Timur, Berau di Kalimantan Timur, Bunaken di Sulawesi Utara dan Raja Ampat di Papua, Selat Pantar masih tetap yang terbaik, meski selama ini untuk diving, taman laut Komodo, Bunaken, Berau, dan Raja Ampat lebih populer, tapi di mata para diver kelas dunia taman laut Selat Pantar lebih unggul karena keindahannya yang menakjubkan. Konon terindah setelah taman laut Kepulauan Karibia.

    Banyak wisatawan asing yang pernah ke Pulau Alor terkagum-kagum. Sebab, selain dimanjakan keindahan taman lautnya, mereka juga menemukan fenomena taman laut tersebut langka dan sangat menarik di Alor. Makanya, wajar jika wisata bahari Alor dengan panorama bawah laut yang spefisik di Selat Pantar menjadi primadona dan pemikat bagi para diver kelas dunia dari Amerika, Australia, Austria, Inggris, Belgia, Belanda, Jerman, Kanada, Selandia Baru, dan beberapa negara di Asia.

    Tercatat, ada 26 titik diving yang memesona wisatawan di sana. Ke-26 titik diving itu yaitu, Half Moon Bay, Peter’s Prize, Crocodile Rook, Cave Point, The Edge, Coral Clitts, Baeylon, The Arch, Fallt Line, The Pacth, Nite Delht, Kal’s Dream, The Ball, Trip Top, The Mlai Hall, No Man’s Land, The Chatedral, School’s Ut, dan Shark Close.

    Titik diving yang terakhir ini sangat menarik karena merupakan kumpulan ikan hiu dasar laut yang sangat bersahabat dengan para diver. Keindahan bawah laut yang terdapat di Alor Besar, Alor Kecil, Dulolong, Pulau Buaya, Pulau Kepa, Pulau Ternate, Pulau Pantar, dan Pulau Pura, juga mengundang decak kagum para diver profesional dari Jakarta dan Bali untuk datang ke sana.

    Alor memang sebuah pulau yang penuh pesona. Wilayah yang terdiri dari gugusan gunung, pulau-pulau kecil, serta Selat Kalabahi yang menjorok jauh ke dalam daratan membuat pulau ini menawarkan pesona keindahan yang menawan. Begitu pula dengan alam yang terbentuk dari hasil perpaduan ekstrem antara daerah pesisir dan pegunungan terjal ini, membuat kehidupan di Pulau Alor menjadi beragam. Di wilayah pesisir, terutama di sekitar Teluk Kalabahi, misalnya. Daerah Ibu Kota Kabupaten Alor ini menjadi pusat perdagangan, birokrasi, dan tempat hidup masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari lautan. Bahkan, di wilayah ini hidup pula berbagai kelompok etnis dengan beragam latar belakang pekerjaan yang menjadi simbol modernisasi. Setidaknya daerah tersebut menjadi tempat pertumbuhan industri tradisional seperti kain tenun Alor yang terkenal.

    Selain keindahan alam dan pesona bawah lautnya, Pulau Alor mempunyai puluhan bahasa lokal yang di setiap kampung atau kelompok sangat berbeda. Biasanya, sebuah perkampungan tradisional di Alor terdiri atas 10 hingga 50 rumah yang berjajar mengelilingi sebuah bangunan batu yang disebut Misbah. Menurut kepercayaan mereka, Misbah adalah pusat ritual pemujaan dan alat pemersatu sekaligus menjadi simbol kekuatan spiritual kelompok. Soalnya, di dalam Misbah terdapat arwah leluhur suku.

    Untuk pergi ke pulau Alor dapat kita tempuh dengan transportasi udara dari kota Kupang, Ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke kota Kalabahi Alor dengan jarak tempuh penerbangan sekitar 55 menit. Transportasi dikota Kalabahi Alor dapat kita gunakan Mikrolet/Bemo, Bus, Panser/Jeep, Ojek dan juga mobil rental. Untuk penginapan dan makanan kita dapat memilih beberapa hotel dan restoran yang ada, tetapi anda tak akan menemukan hotel berbintang disana.


    Berikut adalah beberapa gambar pesona Pulau alor:
    Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

    Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

    Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

    Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

    Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur



  • Indonesia is known as a multicultural nation which includes 1000 island destinations as well as tribes. The differences associated with demography and geography trigger cultural variations, including the clothes put on through every group. Batik is actually one on the outfits that are quite well-known, and its recognition has been known worldwide.

    In case you watch tv and find out the Leader associated with Indonesia talking in public or perhaps in worldwide meetings, a person will probably observe him putting on such an ethnic clothing along with different motifs. Which is what so called batik, the nationwide clothing of Philippines people.

    In some occasions, Indonesian might possibly put on their own standard clothes, including kebaya, baju kurung, ulos, etc. However when they arrived at nationwide occasions, batik talks a great deal. This particular ensemble is a symbol of oneness. It is really an uniform which is thought of like a should. This can be a technique to present how proud they're to be Indonesia citizens.

    Indonesian Batik has been stated as Masterpieces of the Oral as well as Intangible History associated with Humanity with regard to all of the ways, technology, motif improvement, as well as the social ideals needed to create a bit of it. It's always because the procedure contains two aspects: color methods and also the option of the motifs. This step is not quick seeing that each design should possess a characteristic.

    Indonesian believe that the existence of Batik began in Majapahit era, as well as progressively common within the end associated with 18th century or even he starting of 19th century. Batik had been basically solely handmade, but later on, as the technology offers created, it's mostly imprinted. Exactly what supports this change by far the most is the quantity associated with purchases. The hand crafted ones do ought long time of painting, however the imprinted ones desire smaller time.

    In years past, batik was only put on in formal occasions. At that time, Indonesian often select batik rather than tuxedo or even other official clothes. However currently, batik is even put on through college students and workers as their standard in particular times, such as every last Friday.

    In some families, Batik is even regarded as as a custom. It means they are have their own personal motifs that are completely different from additional families. It is similar to their identification, since the actual motifs may even show their affordable standing. Till now, the actual standard motifs tend to be nonetheless utilised through the loved ones associated with Yogyakarta and Surakarta home. Batik is actually likely the most unique outfit you will have ever identified. Where otherwise you may acquire that brands don't speak a great deal, but motifs perform?(articelebase.com)

Comments

The Visitors says