Panorama Wisata

welcome to our blog

We are Magcro

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

Followers

Footer Widget 2

AIR KRAN SIAP MINUM

Labels

Pages

Blogger news

Download

BTricks

BThemes

Recent Posts

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio


  • Salah satu dari sekian banyak wisata pantai di Provinsi Sulawesi Tenggara adalah Pantai Nambo yang terletak di Kecamatan Abeli, sekitar 12 kilometer arah selatan Kota Kendari, Ibukota Provinsi Sulawesi Utara. Pantai Nambo adalah salah satu obyek wisata andalan di Kendari. Untuk menuju lokasi Pantai Nambo, dapat melalui dua rute (menggunakan angkutan umum). Rute pertama, menggunakan kendaraan bermotor dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dari pusat Kota Kendari. Sedangkan, rute kedua menggunakan perahu tradisional ketinting atau kole-kole dari pelabuhan Kota Kendari menyusuri Teluk Kendari dengan waktu tempuh yang juga sekitar 15 menit.

    Ombak di pantai Nambo tidaklah terlalu besar, pantai ini memang memiliki karakteristik air pantai yang tenang sehingga pengunjung bisa berenang di sekitar pantai.  Pantai yang memiliki pasir putih nan halus di sepanjang bibir pantai dengan kondisi yang cukup landai.  Tidak heran jika pantai ini menjadi salah satu objek wisata favorit di kota Kendari yang banyak di kunjungi oleh para pelancong terutama hari-hari libur. Dan akan menjadi liburan yang menyenangkan bersama keluarga. Bermain pasir, berlari, berkejaran sembari menyongsong datangnya air laut yang menghempas ke bibir pantai, akan menjadi hal yang menyenangkan bagi para wisatawan yang berkunjung.

    Daya tarik lain yang melengkapi keindahan Pantai Nambo adalah adanya barisan pohon nyiur yang berdiri rapi di sepanjang bibir pantai. pohon-pohon ini juga biasa dijadikan sebagai tempat berlindung bagi para wisatawan di kala terik mentari menerpa pantai. Oleh penduduk setempat, buahnya yang masih muda juga sering diambil dan di jual kepada pengunjung untuk mengobati rasa dahaga. Pemerintah Kota Kendari terus mengupayakan melakukan pembenahan terhadap obyek wisata tersebut, di lokasi wisata Pantai Nambo saat ini tengah dilakukan menyediakan sarana dan prasarana seperti tempat peristirahatan untuk pengunjung dan wisatawan yang datang. Agar pengunjung dapat menikmati keindahan Pantai Nambo dengan tenang dan tentram dan lokasi wisata terus dipelihara agar tetap bersih dari kotoran.

    Untuk sekarang ini fasilitas yang disediakan sama dengan pantai di Indonesia kebanyakan, seperti lahan parkir yang luas, penginapan, kuliner dan beberapa fasilitas penunjang kegiatan liburan anda di pantai. Terdapat pula pondok-pondok yang tersusun rapi di sekitar pantai. Selama artikel ini ditulis, pantai ini sudah dilengkapi dengan ruang bilas, satu villa, 31 unit gazebo, dan rumah anti gempa. Pantai ini biasanya akan ramai menjelang hari libur dan sore hari. “Harga karcis masuk Rp 2500 per orang. Khusus bagi kendaraan yang diizinkan masuk parkir dalam area pantai, dikenakan biaya parkir sebesar Rp 5 ribu untuk roda dua dan Rp 10 ribu untuk roda empat.(dirangkum dari berbagai sumber)

    Pantai Nambo
    Pantai Nambo
    Pantai Nambo
  • Selain Pantai Lakeba di Pulau Buton terdapat satu lagi pantai yang tak kalah indahnya yaitu Pantai Nirwana. Pantai ini adalah sebuah kawasan obyek wisata bahari yang terletak di bibir pantai barat Kota Bau-Bau atau sekitar lima belas menit menuju barat jika dari pusat kota, dan dapat ditempuh melalui jalur darat maupun jalur laut. Secara administratif pantai Nirwana ini terletak di Kelurahan Sula, Kecamatan Betoambari.
    Selain menikmati indahnya pemandangan pasir yang putih dan lautan warna biru yang bersih, kita juga bisa menikmati pemandangan pembudidayaan rumput laut. Karena di Pantai Nirwana juga banyak petani rumput laut yang beraktivitas.

    Tak hanya itu dengan air laut yang jernih dan berwarna kebiruan pantai ini juga sangat cocok untuk melakukan kegiatan penyelaman (diving). Keindahan terumbu karang di Pantai Nirwana menjadi daya tarik tersendiri para turis untuk melakukan kegiatan wisata. Di pantai ini sering dijumpai aktivitas para turis mancanegara melakukan kegiatan diving dan pemotretan bawah laut. Gugusan karang, ikan-ikan dan berjuta biota laut lainnya akan menjadi pemandangan tersendiri bagi siapa saja yang menyaksikannya.

    Bagi warga Kota Bau-Bau, Pantai Nirwana tidak hanya sebatas lokasi rekreasi, namun ada yang memanfaatkannya sebagai kegiatan therapy untuk mengobati beberapa jenis penyakit seperti asma dan gangguan saluran pernapasan. Ini hanya dilakukan dengan cara berendam dalam kesegaran air laut Pantai. Meski belum banyak yang mengetahui, namun bagi mereka yang telah mencoba, khasiatnya telah dibuktikan. 

    Potensi wisata Pantai Nirwana tak cukup dengan pemandangan pantai dan indahnya terumbu karangnya. Namun, tak jauh dari lokasi pantai, juga terdapat sebuah Gua dengan permandian air payau memanjang sekitar 50 meter. Masyarakat kelurahan Sula menyebutnya Gua Moko yang konon pada masa lalu lokasi ini digunakan sebagai sumber mata air yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari hari karena tak pernah kering. Lokasi gua ini berada pada bagian selatan Pantai Nirwana. Untuk menjangkau lokasi hanya dibutuhkan waktu tak kurang dari 10 menit dengan berjalan menelusuri pantai.

    Anda yang berwisata ke Baubau tanpa kendaraan sendiri, dapat mencapai obyek wisata Pantai Nirwana dengan hanya mengeluarkan ongkos Rp 5.000 saja. Sebenarnya, jika Anda menyukai wisata petualangan, Anda dapat menempuhnya dengan jalan kaki. Dengan mengambil rute arah perbukitan Kota Baubau, Anda akan diberi bonus pemandangan pantai Pulau Buton dan Pulau Muna dengan pasir putihnya, sangat jelas terlihat dan tentu mempesona. Banyak hal yang akan Anda temui dari rute tersebut mulai dari peninggalan bersejarah Benteng Keraton Buton yang merupakan benteng terluas di dunia sampai dengan bangunan modern karena di kawasan perbukitan itu pemerintah daerah memusatkan pembangunan perkantoran baru setelah berdiri sendiri sebagai daerah otonom baru, berpisah dari induknya Kabupaten Buton. (teks: berbagai sumber - foto: Flickr)

    Pantai Nirwana Buton
    Pantai Nirwana Buton
    Pantai Nirwana Buton
  • Pantai Tanjung Taipa terletak di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Berjarak sekitar 65 kilometer sebelah utara Kota Kendari. Letak Pantai Tanjung Taipa ini memang relatif lebih jauh dari Kota Kendari dibanding beberapa pantai lainnya. Tapi, Pantai Tanjung Taipa masih menjadi obyek favorit bagi warga Kendari dan sekitarnya. Namun Pantai ini menawarkan keindahan dan pesona bawah laut yang menarik, wisatawan bisa ber'snoorkeling ataupun diving. keindahan terumbu karang dan ikan warna-warni sudah dapat terlihat hanya 50 meter dari bibir pantai. Bagi pencinta diving, kawasan pantai Tanjung Taipa juga memiliki spot-spot menarik untuk dinikmati, pantai ini juga menjadi tempat yang cocok untuk bersantai dan rileks.

    Hamparan pasir lembut berwarna abu-abu yang diterjang hempasan ombak dan gelombang laut silih berganti menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan ketika kita berada di kawasan pantai sepanjang kurang lebih tiga kilometer itu. Inilah daya tarik utama pantai yang berada di bibir Tanjung Taipa dan menghadap langsung ke Laut Banda ini. Di sana, selain rangkaian hiburan musik yang digelar setiap akhir pekan maupun hari-hari libur, Anda juga bisa menjumpai habitat burung Maleo. Ini burung khas Sulawesi yang sekilas terlihat mirip ayam ini juga memiliki perilaku menarik, yaitu menanam telurnya di dalam pasir.

    Ada juga satu tempat menarik yang bisa dikunjungi di dekat Pantai Tanjung Taipa, yaitu Gua Golo Oti. Dalam bahasa setempat, Tolo ati berarti arus kering. Di dalamnya terdapat makam tokoh bernama Lasamana. Sebagian Warga Tanjung Taipa masih menganggap makam ini sebagai makam keramat. Memang kita harus mendaki perbukitan karang sedikit untuk menuju kesana dan dari sana anda akan menyaksikan hamparan Pantai yang memanjang dari ujung hingga ujung. Tapi hati - hati saat mendaki, Karang disana sangat tajam, terpeleset sedikit saja Anda bakal dapat kenang-kenangan berupa luka sobek yang dalam, membuka lebar dan pastinya akan terasa lebih perih kalau terkena air laut.

    Wisatawan dari luar kota yang menggunakan pesawat, jika ingin langsung menikmati keindahan alam pantai tanjung Taipa, dapat menggunakan taksi atau angkot. Dengan tarif yang cukup terjangkau. Untuk taksi (Argo) biasanya sebesar RP 30.000. Jika Anda menyewa angkot cukup dengan uang 15.000. Sementara jika menggunakan ojek tarif yang dipatok sebesar Rp 25.000.

    Bagi bagi wisatawan yang ingin bermalam terdapat cottage yang sangat nyaman dengan pemandangan menghadap laut, di jamin liburan Anda dapat semakin asik. Harga untuk cottage Rp 500.000 per malam. Jika Anda yang ingin berhemat, pengelola juga menyediakan saung atau pendopo yang bisa di sewa dengan harga yang relatif murah, cukup mengeluarkan uang Rp 100.000 Anda sudah bisa menginap di pendopo yang juga memiliki pemandangan ke arah pantai Tanjung Taipa yang jernih ini. (teks: berbagai sumber-foto:google images)

    Pantai Tanjung Taipa
    Pantai Tanjung Taipa
    Pantai Tanjung Taipa

  • Pantai Toronipa terletak di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara merupakan pantai yang masih asri dan belum dikelola secara profesional oleh pemerintah. Panjang garis pantainnya mencapai 4 KM dengan pasir berwarna putih. Pantai toronipa, lokasinya di ujung timur Kota Kendari. Panorama alam, deburan ombak Laut Banda serta pasir putih yang terbentang luas merupakan perpaduan yang asyik untuk diminati. Juga bibir pantai yang dipenuhi nuir pohon kelapa membuat suasana pantai semakin asri, sejuk dan damai. Selain itu Pantai Toronipa juga sangat landai, bahkan hingga 1 km ke arah laut tinggi air masih hanya sedalam 1 meter saja.

    Disekitar pinggiran pantai toronipa  banyak tersedia pondok-pondok kecil yang memang disewakan untuk para keluarga-keluarga yang berlibur kesini dalam jumlah besar. Saat hari libur, sedikitnya 1000 wisatawan lokal dan nasional memadati bibir pantai untuk menyaksikan laut lepas, mencari binatang laut seperti bintang, ubur-ubur, kepting, kerang, bulu babi yang bergelimpangan di pinggir pantai akibat air surut.
    Untuk menuju pantai toronipa jika dari Kota Kendari Sultra, hanya ditempuh sekitar lebih kurang 45 menit, dan tidak akan mengeluarkan banyak ongkos, sudah dapat menikmati pantainya. (teks: berbagai sumber - foto: flickr)

    Pantai Toronipa
    Pantai Toronipa
  • Membentang dari sabang hingga merauke, memang terlalu banyak Pulau yang dimiliki oleh negara kita. Saking banyaknya, kita tidak tahu berapa tepatnya jumlah Pulau, apalagi namanya. Salah satunya yaitu Pulau Liwutongkidi merupakan salah satu pulau yang terdapat di Kabupaten Buton. Pulau seluas sekitar 1.000 km persegi ini, masih terasa asing di telinga kita.

    Ternyata kawasan ini salah satu yang sangat diperhatikan oleh Pemerintah mengenai potensi taman lautnya. Saking kayanya taman laut ini, pemerintah berniat untuk mengembangkan objek wisata bahari yang layak untuk dikunjungi. Pantai di Pulau  Liwutongkidi memiliki pasir yang putih, sehingga mata yang memandang pasti terpukau sekali melihatnya. Pulau ini mampu memberikan nuansa yang unik melalui keindahan pantai dan pesona bawah lautnya. Garis pantai di sepanjang pulau ini dipenuhi hamparan pasir putih yang menakjubkan dan nuansanya menjadi lebih indah ketika berpadu dengan deburan ombak laut yang menyisir pasir tersebut. Selain itu, keanekaragaman terumbu karang dan biota bawah laut juga sangat menarik untuk dikunjungi.

    Namun satu hal yang dapat diingat, Pulau  Liwutongkidi ternyata tidak berpenghuni, Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau ini dari luar kota, dan hendak berlama-lama tak perlu khawatir, karena tersedia banyak hotel di kota Bau-Bau. Selain itu tersedia pula beberapa restoran di sepanjang jalan kota yang menyajikan berbagai hidangan menggoda. Pulau  Liwutongkidi mudah dijangkau dari Pelabuhan Bau-Bau, lebih kurang 15 menit dengan menggunakan speed boat.(teks:berbagai sumber - foto: flickr)

    Pulau Liwutongkidi
    Pulau Liwutongkidi
  • Taman Nasional Wakatobi yang terletak di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Taman Nasional ini biasa disebut juga dengan Kepulauan Wakatobi memiliki wilayah yang mencangkup 4 pulau dan beberapa pulau kecil lain disekitarnya. Taman Nasional ini merupakan salah satu dari 50 taman nasional laut yang terluas di Indonesia. Terumbu karang dan ikan termasuk sumberdaya penting yang menjadi fokus pengelolaan Taman Nasional Wakatobi. 

    Ekosistem terumbu karang dinilai sebagai ekosistem laut pantai yang sangat produktif yang dapat ditemui di perairan tropis. Secara ekologis terumbu karang memegang peranan penting sebagai habitat komunitas ikan karang yang menjadi target tangkapan nelayan. Masyarakat nelayan dalam kawasan Taman Nasional ini telah menggantungkan kelangsungan hidupnya pada sumberdaya ini sejak dahulu kala.
    Berdasarkan hasil survey oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam, Dept. Kehutanan dan WWF tahun 1989 serta voluntir dari Operation Wallacea dan Lembaga Ilmu Pengatahuan Indonesia (LIPI) menunjukan bahwa Kepulauan Wakatobi memiliki potensi sumberdaya alam laut yang sangat melimpah, baik jenis maupun keunikannya serta panorama bawah laut yang menakjubkan.  

    Di Taman Nasional Wakatobi ini terdapat panorama keindahan alam bawah laut seperti Gugusan terumbu karang dapat dijumpai sekitar 112 jenis dari 13 famili yang terletak pada 25 titik di sepanjang 600 km garis pantai. Di samping keindahan yang disajikan oleh beraneka ragam terumbu karang di dasar laut. Sebagai tambahan dari rangkaian terumbu karang yang spektakuler, terdapat belasan lokasi menyelam yang mudah dijangkau yang memiliki kehidupan bawah laut yang sangat beragam, penuh warna dan luar biasa.
    Tempat tempat menarik di Taman Nasional Wakatobi:
    1. Pulau Wangi wangi
      • Karang Kapota
      • Pantai Sousu
      • Pantai Patuno (Mata Air Seratus)
    2. Pulau Kaledupa
      • Pulau Hoga
      • Pulau Sombano
    3. Pulau Tomia
      • Pulau Tolandona [Onemobaa]
      • Pantai Letimu
      • Pantai Huntete
    4. Pulau Binongko
      • Pantai Mbara-mbara
      • Pantai Pasir Putih
      • Pantai Palahidu
      • Pantai Haso
    Taman Nasional Wakatobi diberkati dengan rangkaian terumbu karang terbaik dan paling sehat saat ini, dimana kita dapat mulai menyelam hanya 20 meter dari dive center maka Wakatobi sering dianggap sebagai kapal dengan pantai terbangun di sampingnya. tidak sampai disitu saja, perairan Wakatobi memiliki tamu setia yang menjadikan perairan Wakatobi sebagai taman bermainnya, tamu itu tidak lain adalah ikan paus sperma (Physeter macrocephalus).

    Biasanya, kawanan paus sperma berada di Wakatobi pada bulan November, saat belahan bumi lain membeku. Pada bulan tersebut perairan Wakatobi relatif lebih hangat dan berlimpah pakan yang bisa mengenyangkan perut kawanan paus. Wakatobi juga menjadi tempat bermain ikan pari Manta (Manta ray) yang ukuran tubuhnya tergolong raksasa. Pari Manta merupakan salah satu jenis ikan yang unik dan khas perairan tropis.

    Untuk mencapai Taman Nasional ini, dari arah Kendari (Ibukota Provinsi Sumatera Tenggara) ada beberapa alternatif untuk menuju Taman Nasional Wakatobi, pertama dari Pelabuhan Kendari menuju Bau-bau dengan menggunakan speedboat, dari Bau-bau diteruskan dengan menggunakan perahu kayu menuju Wanci (Pulau Wangi wangi). kedua, dari Pelabuhan Kendari langsung menuju Wanci dengan menggunakan kapal kayu yang berangkat 3 kali seminggu. jarak tempuh antara Pelabuhan Kendari dan Wanci sekitar 10 jam dengan menggunakan perahu kayu. Atau Kalau dari Surabaya, Jakarta, atau kota-kota lain, bisa menggunakan jalur udara untuk langsung menuju Bau-bau (Pulau Buton). kemudian dilanjutkan ke Wanci di Pulau Wangi-wangi, yang merupakan Pintu Masuk ke Taman Nasional Wakatobi. (teks: berbagai sumber - Foto: devianart, Flickr)

    Kepulauan, Pulau, Taman Nasional Wakatobi
    Kepulauan, Pulau, Taman Nasional Wakatobi
    Kepulauan, Pulau, Taman Nasional WakatobiKepulauan, Pulau, Taman Nasional Wakatobi
    Kepulauan, Pulau, Taman Nasional Wakatobi
  • Indonesia memang kaya sekali dengan keindahan lautnya, sebut saja yang sudah dikenal seperti Pantai Senggigi di NTBRaja Ampat di PapuaBunaken di Sulawesi Utara dan Mentawai di Sumatra Barat. Mungkin sekedar saran, dari sekian banyak obyek wisata laut yang sudah pernah dikunjungi, satu lagi referensi yang wajib untuk di jelajahi adalah Kepulauan Banggai dan Pulau Peling, Banggai Kepulauan (Bangkep) yang merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi tengah yang terletak dibagian pantai timur Pulau Sulawesi.

    Tidak banyak orang mengenal nama Pulau Peling. Padahal, mutiara di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, itu menyimpan pesona alam yang luar biasa. Masalah transportasi masih menjadi hambatan untuk menjangkau pulau kecil itu. Paling tidak dibutuhkan waktu selama tiga jam, untuk mendapati pesona mutiara di Kepulauan Banggai itu dari Pelabuhan Luwuk, dengan menumpang kapal Aldus. Kapal itu tidak terlalu besar. Jadi, bersiap-siaplah berdesak-desakan dengan penumpang lain sambil disirami angin laut dari luar kapal.

    Pulau Peling, dengan luas 2.340 kilometer persegi, merupakan satu dari ratusan pulau di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Pemandangan laut luar biasa. Airnya yang jernih, Pohon kelapa tersebar di mana-mana. Di temapat itu juga ada kolam renang yang bersumber dari mata air. Sangat alami. Warga setempat menyebutnya Mata Air Luwuk Panenteng, airnya benar-benar bening dan memberikan kesegaran.

    Untuk mencapai Bangkep perlu menggunakan berbagai jenis transportasi. Rute perjalanan saya diawali dengan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta (kalau dari Jakarta), atau Bandara Juanda (dari Surabaya) menuju Bandara Sultan Hasanuddin di Makasar, dari Makasar dilanjutkan dengan penerbangan ke Bandara BUbung Luwuk dengan menggunakan Maskapai Penerbangan Batvia Air.

    Dari Kota Luwuk, untuk mencapai Kabupaten Banggai Kepulauan dengan menggunakan transportasi "kapal kayu" yang secara reguler beroperasi tiap hari. Jika ingin membayangkan "kapal kayu" hampir sama dengan kapal kayu yang ditumpangi pada saat mau pergi ke kepulauan seribu dari muara angke ke pulau tidung sambil menikmati pemandangan lautnya sangat menyenangkan. 


    Sebenarnya untuk perjalanan Ke Banggai Kepulauan ada dua alternatif yang bisa dipilih, pertama rute : Jakarta-Makasar-Luwuk, kedua rute : Jakarta-Palu-Luwuk. Rute kedua akan memakan waktu lebih lama dari rute yang pertama. karena rute kedua berangkat dari Bandara Cengkareng Jakarta ke Bandara Mutiara Palu dengan Maskapai Penerbangan Batavia Air tanpa transit. Tiket Jakarta-Palu promo IDR 700 ribuan, kemudian dari Palu menuju ibukota Kabupaten Banggai Luwuk ditempuh melalui jalan darat (Bus/dengan kendaraan carteran). Palu - Luwuk dengan jarak sekitar 350 km. Dari Luwuk ke Pulau Peleng dengan ferri kurang lebih ditempu 3-4 jam perjalanan. Sedangkan Luwuk ke Pulau Banggai dilayani oleh perahu motor kayu waktu tempuh antara 8 - 12 jam.


    Bintang laut pulau peling

    Kepulauan Banggai - Sulawesi Tenggara

    Kepulauan Banggai - Sulawesi Tenggara

    Kepulauan Banggai - Sulawesi Tenggara

    Kepulauan Banggai - Sulawesi Tenggara

    Bintang laut pulau peling

    Bintang laut pulau peling


Comments

The Visitors says