Panorama Wisata

welcome to our blog

We are Magcro

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

Followers

Footer Widget 2

AIR KRAN SIAP MINUM

Labels

Pages

Blogger news

Download

BTricks

BThemes

Recent Posts

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Posting dengan judul tempat wisata Jakarta ini sengaja saya sajikan agar mudah dinavigasi oleh pengguna ketika mereka ingin mencari tahu apa saja tempat-tempat wisata di jakarta baiki itu yang populer dalam arti yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun internasional ataupun objek wisata yang biasa saja.

    Banyak sekali tempat-tempat wisata di Jakarta yang layak anda kunjungi jika anda sama sekali belum pernah berwisata ke Jakarta atau barang kali ada tempat wisata yang belum anda kunjungi.Berikut dibawah ini adalah beberapa tempat wisata di Jakarta yang populer dan tentu saja ketika musim libur tiba tempat wisata ini selalu dibanjiri pengunjung.

    Museum Taman Prasasti 

    Koleksi Museum Taman PrasastiDi museum ini dihimpun berbagai prasasti dari zaman Belanda dan sebelumnya serta makam beberapa tokoh Belanda, Inggris dan Indonesia atau Hindia Belanda seperti: Miss Riboet, tokoh opera pada tahun 1930-an Soe Hok Gie, aktivis.

    Museum Seni Rupa dan Keramik 

    Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta menyajikan koleksi dari hasil karya seniman-seniman Indonesia sejak kurun waktu 1800-an hingga saat sekarang.Berikut dibawah ini adalah koleksinya. 


    Gedung Mohammad Hoesni Thamrin

    Gedung Mohammad Hoesni Thamrin Jakarta : Museum sejarah perjuangan kemerdekaan (Gedung Mohammad Hoesni Thamrin) merupakan sebuah Museum bersejarah Republik Indonesia yang terletak di Jalan Kenari II No. 15, Jakarta Pusat. 


    Museum Bank Indonesia

    Museum Bank Indonesia Jakarta : Museum ini menyajikan beragam informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan.

    Museum Bank Mandiri 

    Museum Bank Mandiri Jakarta : mulai berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998. Pada awalnya Museum ini adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan.

    Objek Wisata Gedung Joang 45

    Objek Wisata Gedung Joang 45Masa Pendudukan JepangKetika Jepang masuk ke Indonesia (1942-1945) dan menguasai Batavia, hotel tersebut diambil alih oleh para pemuda Indonesia dan beralih fungsi sebagai kantor yang dikelola Ganseikanbu Sendenbu

    Museum Bahari 

    Museum Bahari - Tempat Wisata Jakarta : Pada masa pendudukan Belanda bangunan ini dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti rempah-rempah yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat laris di pasaran.

    Museum Sumpah Pemuda

    Museum Sumpah Pemuda - Objek Wisata Jakarta : Museum Sumpah Pemuda adalah sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang berada di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat.


    Museum Tekstil 

    Museum Tekstil  - Objek Wisata Jakarta : Museum Tekstil menempati gedung tua di Jalan K.S. Tubun Petamburan No. 4 Tanah Abang, Jakarta Pusat Gedungnya sendiri pada mulanya adalah rumah pribadi seorang warga negara Perancis yang dibangun pada abad..

    Kepulauan Seribu 

    Kepulauan Seribu - Tempat Wisata Jakarta : Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu adalah sebuah kabupaten administrasi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia. 


    Monas 

    Monumen Nasional atau lebih akrabnya lagi disebut Monas adalah sebuah Tugu setinggi 132 meter yang dibangun guna mengenang perjuangan rakyat Indonesia ketika merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda dulu. 


    Museum Wayang

    Masih dalam ketegori tempat wisata Museum yang lokasinya berada di daerah Jakarta barat setelah Museum Fatahillah.Museum Wayang merupakan sebuah gedung yang menarik dan juga unik.Dimana gedung bersejarah yang terletak di Jalan Pintu Besar Utara Nomor..

    Museum Fatahillah


    Salah satu Museum bersejarah di Jakarta setelah Museum Gajah yang kerap dikunjungi oleh wisatawan untuk berwisata adalah Museum Fatahillah.Museum bersejarah ini terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat. Museum Fatahillah atau dikenal...

    Taman Mini Indonesia Indah

    Di Jakarta, atau tepatnya lagi di daerah Jakarta Timur anda bisa menemukan sebuah objek wisata bertema budaya Indonesia.Nama objek wisata itu adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII),dimana tempat ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia,

    Museum Gajah - Museum Nasional Indonesia

    Museum Gajah atau dikenal juga dengan nama Museum Nasional Indonesia merupakan sebuah wujud pengaruh Eropa, khususnya semangat Abad Pencerahan, yang muncul pada abad ke 18.Dimana gedung ini terletak di Jakarta Pusat atau lebih tepatnya lagi berada.

    Kebun Binatang Ragunan

    Menurut catatan sejarah,Kebun Binatang Ragunan adalah kebun binatang pertama di Indonesia,Objek wisata yang memiliki  berbagai jenis satwa unik ini didirikan pada tahun 1864 dengan nama Planten En Dierentuin yang berarti "Tanaman dan Kebun Binatang. ..

    Taman Impian Jaya Ancol

    Dari beberapa objek wisata di daerah jakarta yang kerap dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun interlokal adalah Taman Impian Jaya Ancol yang terletak di Jakarta Utara.Sebagai komunitas pembaharuan kehidupan masyarakat yang menjadi kebanggaan bangsa.

    Itulah beberapa daftar tempat wisata di jakarta yang bisa saya sampaikan kali ini,apababila ada tempat wisata baru yang belum dimasukan disini,tolong beritahu saya lewat komentar atau anda bisa menambahkannya langsung baik melalui komentar atau dengan review,cerita,pengalaman kemudian anda kirim via email ke sini daiscokro@gmail.com.. Terimakasih.. :)
  • Koleksi Museum Taman Prasasti
    Di museum ini dihimpun berbagai prasasti dari zaman Belanda dan sebelumnya serta makam beberapa tokoh Belanda, Inggris dan Indonesia atau Hindia Belanda seperti:

    • Miss Riboet, tokoh opera pada tahun 1930-an
    • Soe Hok Gie, aktivis pergerakan mahasiswa pada tahun 1960-an
    • A.V. Michiels (tokoh militer Belanda pada perang Buleleng)
    • Olivia Marianne Raffles (istri Thomas Stamford Raffles, mantan Gubernur Hindia Belanda dan Singapura)
    • Kapitan Jas, makamnya diyakini sebagian orang dapat memberikan kesuburan, keselamatan, kemakmuran dan kebahagiaan.
    • Dr. H.F. Roll (Pendiri STOVIA atau Sekolah Kedokteran pada zaman pendudukan Belanda)
    • J.H.R. Kohler (tokoh militer Belanda pada perang Aceh)


    Museum ini adalah sebuah museum cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda yang berada di Jalan Tanah Abang No. 1, Jakarta Pusat. Museum ini memiliki koleksi prasasti nisan kuno serta miniatur makam khas dari 27 propinsi di Indonesia, beserta koleksi kereta jenazah antik.

    Museum Taman Prasasti merupakan museum terbuka yang menampilkan karya seni dari masa lampau tentang kecanggihan para pematung, pemahat, kaligrafer dan sastrawan yang menyatu.
  • Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta menyajikan koleksi dari hasil karya seniman-seniman Indonesia sejak kurun waktu 1800-an hingga saat sekarang.Berikut dibawah ini adalah koleksinya.

    • Ruang Pendirian Sanggar (karya-karya periode 1945 - 1950)
    • Ruang Sekitar Kelahiran Akademis Realisme (karya-karya periode 1950-an)
    • Ruang Seni Rupa Baru Indonesia (karya-karya periode 1960 - sekarang)
    • Ruang Masa Raden Saleh (karya-karya periode 1880 - 1890)
    • Ruang Masa Pendudukan Jepang (karya-karya periode 1942 - 1945)
    • Ruang Masa Hindia Jelita (karya-karya periode 1920-an)
    • Ruang Persagi (karya-karya periode 1930-an)

    Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta mulai dibangun pada 12 Januari 1870 itu awalnya digunakan oleh Pemerintah Hindia-Belanda untuk Kantor Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia (Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia). Saat pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan sekitar tahun 1944, tempat itu dimanfaatkan oleh tentara KNIL dan selanjutnya untuk asrama militer TNI.

    Museum Seni Rupa dan Keramik berada di Jalan Pos Kota No 2, Kotamadya Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Indonesia tepatnya terletak di seberang Museum Sejarah Jakarta itu memajang keramik lokal dari berbagai daerah di Tanah Air, dari era Kerajaan Majapahit abad ke-14, dan dari berbagai negara di dunia.
  • Gedung Mohammad Hoesni Thamrin Jakarta : Museum sejarah perjuangan kemerdekaan (Gedung Mohammad Hoesni Thamrin) merupakan sebuah Museum bersejarah Republik Indonesia yang terletak di Jalan Kenari II No. 15, Jakarta Pusat. Gedung Mohammad Hoesni Thamrin ini mempunyai koleksi foto reproduksi, radio dan barang-barang milik, serta kepustakaan tentang kiprah perjuangan Mohammad Hoesni Thamrin dalam pergerakan nasional Indonesia.


    Muhammad Hoesni Thamrin merupakan anak wedana Tabri Thamrin yang pernah bekerja di kantor kepatihan Batavia serta menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat). Karena perjuangannya membela rakyat, beliau ditangkap oleh pemerintah Belanda dan menjadi tahanan rumah sampai saat wafatnya pada tanggal 11 Januari 1941.
  • Museum Bank Indonesia Jakarta : Museum ini menyajikan beragam informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.


    Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.

    Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui dua tahap, yaitu peresmian tahap I dan mulai dibuka untuk masyarakat (soft opening) pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Burhanuddin Abdullah, dan peresmian tahap II (grand opening) oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 21 Juli 2009.

    Museum Bank Indonesia buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional dan mengunjunginya tidak dipungut biaya.

    Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum di Jakarta, Indonesia yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat , dengan menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828.
  • Museum Bank Mandiri Jakarta : mulai berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998. Pada awalnya Museum ini adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan.


    Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) dinasionalisasi pada tahun 1960 menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor. Kemudian bersamaan dengan lahirnya Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada 31 Desember 1968, gedung tersebut pun beralih menjadi kantor pusat Bank Export import (Bank Exim), hingga akhirnya legal merger Bank Exim bersama Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam Bank Mandiri (1999), maka gedung tersebut pun menjadi asset Bank Mandiri.

    Museum ini berada di Jl. Lapangan Stasiun No. 1, Jakarta Barat dan merupakan salah satu bagian dari cagar budaya Kota Tua di Jakarta.

    Koleksi Museum Bank Mandiri
    Koleksi museum terdiri dari berbagai macam koleksi yang terkait dengan aktivitas perbankan "tempo doeloe" dan perkembangannya, koleksi yang dimiliki mulai dari perlengkapan operasional bank, surat berharga, mata uang kuno (numismatik), brandkast, dan lain-lain.

    Koleksi perlengkapan operasional bank "tempo doeloe" yang unik, antara lain adalah peti uang, mesin hitung uang mekanik, kalkulator, mesin pembukuan, mesin cetak, alat pres bendel, seal press, safe deposit box maupun aneka surat berharga seperti bilyet deposito, sertikat deposito, cek, obligasi, dan saham. Di samping itu, ornamen bangunan, interior dan furniture musuem ini masih asli seperti ketika didirikan.
  • Objek Wisata Gedung Joang 45
    Masa Pendudukan Jepang
    Ketika Jepang masuk ke Indonesia (1942-1945) dan menguasai Batavia, hotel tersebut diambil alih oleh para pemuda Indonesia dan beralih fungsi sebagai kantor yang dikelola Ganseikanbu Sendenbu (Jawatan Propaganda Jepang) yang dikepalai oleh seorang Jepang, “Simizu”. Di kantor inilah kemudian diadakan program pendidikan politik yang dimulai pada tahun 1942 untuk mendidik pemuda-pemuda Indonesia dan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Jepang.

    Masa Pendudukan Belanda
    Gedung yang dibangun pada sekitar tahun 1920-an yang saat ini dipergunakan sebagai Museum Joang 45 ini pada mulanya adalah hotel yang dikelola oleh keluarga “L.C. Schomper”, seorang berkebangsaan Belanda yang sudah lama tinggal di Batavia. Hotel ini diberi nama Schomper sesuai nama pemiliknya. Hotel tersebut saat itu termasuk yang cukup baik dan terkenal di kawasan pinggiran Selatan Batavia, dengan bangunan utama yang berdiri megah di tengah dan diapit deretan bangunan kamar-kamar penginapan di sisi kiri dan kanannya untuk menginap para tamu.

    Bangunan kamar penginapan yang tersisa saat ini tinggal beberapa yang ada di sisi utara gedung utama, saat ini dipergunakan sebagai ruang perpustakaan, ruang kreativitas anak (children room)dan kantor Wirawati Catur Panca.

    Gedung Joang '45 atau Museum Joang 45 adalah salah satu museum yang berada di Jakarta. Saat ini pengelolaannya dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

    Museum ini terletak di Jalan Menteng Raya 31, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Museum ini diresmikan pada tahun 1974 oleh Presiden Soeharto, setelah dilakukan direnovasi.

    Fasilitas Museum
    • Ruang Pameran Tetap dan Temporer dengan pojok multi media,
    • Bioskop Joang 45, Studio penayangan film-film dokumenter dan film perjuangan lama.
    • Perpustakaan referensi sejarah ilmiah, dilengkapi komik-komik perjuangan untuk bacaan anak,
    • Childrenroom, ruang khusus untuk kreativitas anak dilengkapi game komputer pahlawan, mewarnai, puzzle, dan permainan knock-down,
    • Foto Studio, menyediakan kostum para pejuang untuk dikenakan pengunjung dan foto instan.
    • Souvenir Shop.
    • Plaza untuk aktivitas outdoor berupa Teater Anak.



    Aktivitas

    Aktivitas Temporer:
    • Diskusi tentang Tokoh dan Peristiwa Sejarah.
    • Pameran Temporer, Pameran Keliling.

    Pekan Museum Joang, terbuka untuk umum (Lomba Cedas Cermat, Lomba Puisi)

    Museum Joang 45 terbuka untuk umum dalam aktivitasnya, pengunjung atau peserta aktivitas dapat mendaftarkan diri untuk dapat terlibat dalam aktivitas museum. Dalam hal ini Museum Joang 45 bertindak sebagai Fasilitator. Beberapa aktivitas Museum yang terus dikembangkan diantaranya: Aktivitas Reguler:

    • Paket Kunjungan A, Tour Museum, Pemandu, Menonton Film, Kuis Berhadiah Doorpize
    • Paket Kunjungan B, Peserta 20 anak (Mengenakan kostum pejuang, Tour Museum dengan Pemandu, Games Terpandu, aksi Teater, Menonton Film, Kuis Doorpize),
    • Paket Kunjungan C, Menonton Film Perjuangan Pilihan Pengunjung, maksimum 100 orang
    • Paket Kunjungan D, Kunjungan biasa, pengunjung tidak dibatasi jumlahnya


    Koleksi
    Di museum ini dapat dilihat jejak perjuangan kemerdekaan RI dengan koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Di antaranya adalah mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama yang dikenal dengan mobil REP 1 dan REP 2, dan Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini. Selain itu ada pula koleksi foto-foto dokumentasi dan lukisan yang menggambarkan perjuangan sekitar tahun 1945-1950-an. Beberapa tokoh perjuangan ditampilkan pula dalam bentuk patung-patung dada.

Comments

The Visitors says