Panorama Wisata

welcome to our blog

We are Magcro

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

Followers

Footer Widget 2

AIR KRAN SIAP MINUM

Labels

Pages

Blogger news

Download

BTricks

BThemes

Recent Posts

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Koleksi Museum Taman Prasasti
    Di museum ini dihimpun berbagai prasasti dari zaman Belanda dan sebelumnya serta makam beberapa tokoh Belanda, Inggris dan Indonesia atau Hindia Belanda seperti:

    • Miss Riboet, tokoh opera pada tahun 1930-an
    • Soe Hok Gie, aktivis pergerakan mahasiswa pada tahun 1960-an
    • A.V. Michiels (tokoh militer Belanda pada perang Buleleng)
    • Olivia Marianne Raffles (istri Thomas Stamford Raffles, mantan Gubernur Hindia Belanda dan Singapura)
    • Kapitan Jas, makamnya diyakini sebagian orang dapat memberikan kesuburan, keselamatan, kemakmuran dan kebahagiaan.
    • Dr. H.F. Roll (Pendiri STOVIA atau Sekolah Kedokteran pada zaman pendudukan Belanda)
    • J.H.R. Kohler (tokoh militer Belanda pada perang Aceh)


    Museum ini adalah sebuah museum cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda yang berada di Jalan Tanah Abang No. 1, Jakarta Pusat. Museum ini memiliki koleksi prasasti nisan kuno serta miniatur makam khas dari 27 propinsi di Indonesia, beserta koleksi kereta jenazah antik.

    Museum Taman Prasasti merupakan museum terbuka yang menampilkan karya seni dari masa lampau tentang kecanggihan para pematung, pemahat, kaligrafer dan sastrawan yang menyatu.
  • Gedung Mohammad Hoesni Thamrin Jakarta : Museum sejarah perjuangan kemerdekaan (Gedung Mohammad Hoesni Thamrin) merupakan sebuah Museum bersejarah Republik Indonesia yang terletak di Jalan Kenari II No. 15, Jakarta Pusat. Gedung Mohammad Hoesni Thamrin ini mempunyai koleksi foto reproduksi, radio dan barang-barang milik, serta kepustakaan tentang kiprah perjuangan Mohammad Hoesni Thamrin dalam pergerakan nasional Indonesia.


    Muhammad Hoesni Thamrin merupakan anak wedana Tabri Thamrin yang pernah bekerja di kantor kepatihan Batavia serta menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat). Karena perjuangannya membela rakyat, beliau ditangkap oleh pemerintah Belanda dan menjadi tahanan rumah sampai saat wafatnya pada tanggal 11 Januari 1941.
  • Objek Wisata Gedung Joang 45
    Masa Pendudukan Jepang
    Ketika Jepang masuk ke Indonesia (1942-1945) dan menguasai Batavia, hotel tersebut diambil alih oleh para pemuda Indonesia dan beralih fungsi sebagai kantor yang dikelola Ganseikanbu Sendenbu (Jawatan Propaganda Jepang) yang dikepalai oleh seorang Jepang, “Simizu”. Di kantor inilah kemudian diadakan program pendidikan politik yang dimulai pada tahun 1942 untuk mendidik pemuda-pemuda Indonesia dan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Jepang.

    Masa Pendudukan Belanda
    Gedung yang dibangun pada sekitar tahun 1920-an yang saat ini dipergunakan sebagai Museum Joang 45 ini pada mulanya adalah hotel yang dikelola oleh keluarga “L.C. Schomper”, seorang berkebangsaan Belanda yang sudah lama tinggal di Batavia. Hotel ini diberi nama Schomper sesuai nama pemiliknya. Hotel tersebut saat itu termasuk yang cukup baik dan terkenal di kawasan pinggiran Selatan Batavia, dengan bangunan utama yang berdiri megah di tengah dan diapit deretan bangunan kamar-kamar penginapan di sisi kiri dan kanannya untuk menginap para tamu.

    Bangunan kamar penginapan yang tersisa saat ini tinggal beberapa yang ada di sisi utara gedung utama, saat ini dipergunakan sebagai ruang perpustakaan, ruang kreativitas anak (children room)dan kantor Wirawati Catur Panca.

    Gedung Joang '45 atau Museum Joang 45 adalah salah satu museum yang berada di Jakarta. Saat ini pengelolaannya dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

    Museum ini terletak di Jalan Menteng Raya 31, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Museum ini diresmikan pada tahun 1974 oleh Presiden Soeharto, setelah dilakukan direnovasi.

    Fasilitas Museum
    • Ruang Pameran Tetap dan Temporer dengan pojok multi media,
    • Bioskop Joang 45, Studio penayangan film-film dokumenter dan film perjuangan lama.
    • Perpustakaan referensi sejarah ilmiah, dilengkapi komik-komik perjuangan untuk bacaan anak,
    • Childrenroom, ruang khusus untuk kreativitas anak dilengkapi game komputer pahlawan, mewarnai, puzzle, dan permainan knock-down,
    • Foto Studio, menyediakan kostum para pejuang untuk dikenakan pengunjung dan foto instan.
    • Souvenir Shop.
    • Plaza untuk aktivitas outdoor berupa Teater Anak.



    Aktivitas

    Aktivitas Temporer:
    • Diskusi tentang Tokoh dan Peristiwa Sejarah.
    • Pameran Temporer, Pameran Keliling.

    Pekan Museum Joang, terbuka untuk umum (Lomba Cedas Cermat, Lomba Puisi)

    Museum Joang 45 terbuka untuk umum dalam aktivitasnya, pengunjung atau peserta aktivitas dapat mendaftarkan diri untuk dapat terlibat dalam aktivitas museum. Dalam hal ini Museum Joang 45 bertindak sebagai Fasilitator. Beberapa aktivitas Museum yang terus dikembangkan diantaranya: Aktivitas Reguler:

    • Paket Kunjungan A, Tour Museum, Pemandu, Menonton Film, Kuis Berhadiah Doorpize
    • Paket Kunjungan B, Peserta 20 anak (Mengenakan kostum pejuang, Tour Museum dengan Pemandu, Games Terpandu, aksi Teater, Menonton Film, Kuis Doorpize),
    • Paket Kunjungan C, Menonton Film Perjuangan Pilihan Pengunjung, maksimum 100 orang
    • Paket Kunjungan D, Kunjungan biasa, pengunjung tidak dibatasi jumlahnya


    Koleksi
    Di museum ini dapat dilihat jejak perjuangan kemerdekaan RI dengan koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Di antaranya adalah mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama yang dikenal dengan mobil REP 1 dan REP 2, dan Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini. Selain itu ada pula koleksi foto-foto dokumentasi dan lukisan yang menggambarkan perjuangan sekitar tahun 1945-1950-an. Beberapa tokoh perjuangan ditampilkan pula dalam bentuk patung-patung dada.

  • Museum Sumpah Pemuda - Objek Wisata Jakarta : Museum Sumpah Pemuda adalah sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang berada di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat dan dikelola oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.


    Museum ini dibuka untuk umum, setiap hari Selasa sampai dengan Jumat dari pukul 08.00 hingga 15.00 UTC+7, setiap Sabtu dan Minggu pada pukul 08.00—14.00 WIB, dan setiap hari Senin dan hari besar nasional, museum ini ditutup untuk umum.

    Museum ini memiliki koleksi foto dan benda-benda yang berhubungan dengan sejarah Sumpah Pemuda 1928, serta kegiatan-kegiatan dalam pergerakan nasional kepemudaan Indonesia. Museum Sumpah Pemuda ini didirikan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta pada tahun 1972 dan menjadi benda cagar budaya nasional.

    Koleksi
    1. Foto kegiatan organisasi pemuda, sebanyak 2.117 koleksi.
    2. Bendera organisasi, sebanyak 35 koleksi.
    3. Stempel, sebanyak 11 koleksi
    4. Biola Wage Rudolf Supratman, sebanyak 1 koleksi
    5. Patung dada tokoh pemuda, sebanyak 8 koleksi.
    6. Patung tokoh pemuda, sebanyak 11 koleksi.
    7. Perlengkapan pandu, sebanyak 9 koleksi.
    8. Jaket angkatan 1966, sebanyak 2 koleksi.
    9. Kesatuan AKSI buruh PN Sabang Merauke Djakarta, sebanyak 16 koleksi.
    10. Buletin KAMI kons Bandung dan Bogor Djakarta 1967, sebanyak 13 koleksi.
    11. KAMI Medan – Sumatera Utara, sebanyak 8 koleksi.
    12. KAPPI Djaja Menteng Radja, Djakarta, sebanyak 23 koleksi.
    13. KAPI Komisariat Diponegoro 80, Djakarta Raya, sebanyak 8 koleksi.
    14. Sambutan gubernur kepala daerah khusus ibukota Djakarta dalam memperingat “Brigadi Merah” Ade Irma, sebanyak 17 koleksi.
    15. KAPI Jaya Salemba Raya Djakarta, sebanyak 62 koleksi.
    16. KAMI pusat Djakarta, sebanyak 43 koleksi.
    17. Statemen angkatan 66 kesatuan AKSI di Jakarta, sebanyak 8 koleksi.
    18. Kesatuan AKSI "KAPPI" pusat Djakarta Utara, sebanyak 20 koleksi.
    19. Kursi, sebanyak 5 koleksi.
    20. Pewarta IPINDO, sebanyak 4 koleksi.
    21. Naskah statemen perjuangan 66, sebanyak 90 koleksi.
    22. Statemen perjuangan 66, sebanyak 50 koleksi.
    23. Dokumen perjuangan 66, sebannyak 18 koleksi.
    24. Buletin KAPPI, sebanyak 60 koleksi.
    25. Dokumen Brigade Ade Irma, sebanyak 104 koleksi.
    26. Proses persiapan dan pelaksanaan musyawarah luar biasa dan up-grrading se-Indonesia, sebanyak 23 koleksi.
    27. Lukisan, sebanyak 4 koleksi.
    28. Vespa, sebanyak 1 koleksi.
    29. Diorama, sebanyak 1 koleksi.
    30. KAMI konsultan – Yogyakarta, sebanyak 5 koleksi.
    31. Anggaran dasar KAMI, sebanyak 24 koleksi.
    32. Inventarisasi statemen angkatan 66, sebanyak 13 koleksi.
    33. Piringan hitam, sebanyak 1 koleksi.
    34. Piagam penghargaan Wage Rudolf Supratman, sebanyak 2 koleksi.
    35. Atlas sekolah zaman Belanda, sebanyak 1 koleksi.
    36. Sabuk Hizbul Wathan, sebanyak 1 koleksi.
    37. Bintang Mahaputra, sebanyak 1 koleksi.
    38. Replika biola Wage Rudolf Supratman, sebanyak 1 koleksi.
    39. Pahatan marmer, sebanyak 3 koleksi.
    40. Monumen persatuan pemuda, sebanyak 1 koleksi.
    41. Lampu gantung, sebanyak 2 koleksi.
    42. Maket gedung museum sumpah pemuda, sebanyak 1 koleksi.
    43. Duratran, sebanyak 3 koleksi.
    44. Buku saku KBI, sebanyak 1 koleksi.

    Ruang pengenalan
    1. Panitia Kongres Pemuda Kedua
    2. Patung dada Muhammad Yamin dan Sugondo Djojopuspito
    3. Organisasi peserta kongres pemuda
    4. Maket Gedung Sumpah Pemuda
    5. Peta Indonesia tempat kedudukan dari organisasi-organisasi-organisasi pemuda kedaerahan
    6. Peta Jakarta yang menunjukkan tempat-tempat dilaksanakannya kongres pemuda kedua dan kondisinya saat ini.




  • Museum Tekstil  - Objek Wisata Jakarta : Museum Tekstil menempati gedung tua di Jalan K.S. Tubun Petamburan No. 4 Tanah Abang, Jakarta Pusat


    Gedungnya sendiri pada mulanya adalah rumah pribadi seorang warga negara Perancis yang dibangun pada abad ke-19. Kemudian dibeli oleh konsul Turki bernama Abdul Azis Almussawi Al Katiri yang menetap di Indonesia. Selanjutnya tahun 1942 dijual kepada Dr. Karel Christian Cruq.

    Di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, gedung ini menjadi markas Barisan Keamanan Rakyat (BKR) dan tahun 1947 didiami oleh Lie Sion Pin. Pada tahun 1952 dibeli oleh Departemen Sosial dan pada tanggal 25 Oktober 1975 diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta yang untuk kemudian pada tanggal 28 Juni 1976 diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto sebagai Museum Tekstil.
  • Monumen Nasional atau lebih akrabnya lagi disebut Monas adalah sebuah Tugu setinggi 132 meter yang dibangun guna mengenang perjuangan rakyat Indonesia ketika merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda dulu.

    Tugu Monas mulai dibangun di bawah perintah presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1961 dan mulai dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.Tugu yang terletak di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat ini di mahkotai lidah api berlapis lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.



    Pelataran Puncak dan Api Kemerdekaan
    Sebuah elevator pada pintu sisi selatan akan membawa pengunjung menuju pelataran puncak berukuran 11 x 11 meter di ketinggian 115 meter dari permukaan tanah. elevator ini berkapasitas 11 orang sekali angkut. Pelataran puncak ini dapat menampung sekitar 50 orang, serta terdapat teropong untuk melihat panorama Jakarta lebih dekat. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Bila kondisi cuaca cerah tanpa asap kabut, di arah ke selatan terlihat dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil.


    Ruang Kemerdekaan
    Di bagian dalam cawan monumen ada Ruang Kemerdekaan berbentuk amphitheater. Ruangan ini dapat dicapai melalui tangga berputar di dari pintu sisi utara dan selatan. Ruangan ini menyimpan simbol kenegaraan dan kemerdekaan Republik Indonesia. Diantaranya naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang disimpan dalam kotak kaca di dalam gerbang berlapis emas, lambang negara Indonesia, peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia berlapis emas, dan bendera merah putih, dan dinding yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Museum Sejarah Nasional
    Di bagian dasar monumen pada kedalaman 3 meter di bawah permukaan tanah, terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia. Ruang besar museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80 x 80 meter, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang. Ruangan besar berlapis marmer ini terdapat 48 diorama pada keempat sisinya dan 3 diorama di tengah, sehingga menjadi total 51 diorama. Diorama ini menampilkan sejarah Indonesia sejak masa pra sejarah hingga masa Orde Baru.

    Relief Sejarah Indonesia
    Pada halaman luar mengelilingi monumen, pada tiap sudutnya terdapat relief timbul yang menggambarkan sejarah Indonesia. Relief ini bermula di sudut timur laut dengan mengabadikan kejayaan Nusantara pada masa lampau; menampilkan sejarah Singhasari dan Majapahit. Relief ini berlanjut secara kronologis searah jarum jam menuju sudut tenggara, barat daya, dan barat laut. Secara kronologis menggambarkan masa penjajahan Belanda, perlawanan rakyat Indonesia dan pahlawan-pahlawan nasional Indonesia, terbentuknya organisasi modern yang memperjuangkan Indonesia Merdeka pada awal abad ke-20, Sumpah Pemuda, Pendudukan Jepang dan Perang Dunia II, proklamasi kemerdekaan Indonesia disusul Revolusi dan Perang kemerdekaan Republik Indonesia, hingga mencapai masa pembangunan Indonesia modern. Relief dan patung-patung ini dibuat dari semen dengan kerangka pipa atau logam, sayang sekali beberapa patung dan arca mulai rontok dan rusak akibat hujan dan cuaca tropis.


    Rating: 4.5
  • Museum Gajah atau dikenal juga dengan nama Museum Nasional Indonesia merupakan sebuah wujud pengaruh Eropa, khususnya semangat Abad Pencerahan, yang muncul pada abad ke 18.Dimana gedung ini terletak di Jakarta Pusat atau lebih tepatnya lagi berada di Jalan Merdeka Barat 12.


    Gedung bersejarah dibangun oleh Pemerintah Belanda di bawah Gubernur-Jendral JCM Radermacher sekitar tajun 1862 sebagai respons adanya perhimpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang bertujuan menelaah riset-riset ilmiah di Hindia Belanda.

    Museum Nasional Indonesia atau terkenalnya dengan Museum Gajah ini banyak mengkoleksi benda-benda kuno dari seluruh Nusantara. Diantaranya adalah arca-arca kuno, prasasti, benda-benda kuno lainnya dan barang2 kerajinan. Koleksi-koleksi itu dikategorisasikan ke dalam etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, numismatik, relik sejarah, dan benda berharga.

    Sumber koleksi yang terdaoat di tempat bersejarah ini banyak berasal dari penggalian arkeologis, hibah kolektor sejak masa Hindia Belanda dan pembelian. Koleksi keramik dan koleksi etnografi Indonesia di museum ini terbanyak dan terlengkap di dunia. Museum Gajah ini merupakan sebuah museum pertama sekaligus terbesar di Asia Tenggara.

    Salah satu dari sekian banyaknya koleksi menarik yang ada di Museum Gajah ini adalah Patung Bhairawa.Dimana patung yang memiliki tinggi 414 cm ini merupakan patung tertinggi yang berada di Museum.


    Rating: 4.5

Comments

The Visitors says