Panorama Wisata

welcome to our blog

We are Magcro

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

Followers

Footer Widget 2

AIR KRAN SIAP MINUM

Labels

Pages

Blogger news

Download

BTricks

BThemes

Recent Posts

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio


  • Pulau Rubiah, Sabang, Aceh 

    Keindahan alam Indonesia memang begitu banyak membentang dari sabang sampai merauke, salah satunya terdapat di wilayah kota Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam, yaitu Pulau Rubiah yang bersebelahan dengan Pulau Weh. Pulau yang luas perairannya mencapai 2.600 ha ini menawarkan indahnya alam bawah laut dan wisata bahari yang masih alami.

    Dahulu, Pulau Rubiah adalah pulau yang dijadikan  tempat transit bagi calon jemaah haji asal Aceh yang hendak berlayar menuju mekkah pada masa jaya Kerajaan Aceh. Pada masa Perang Dunia II lalu, pulau ini menjadi benteng pertahanan pasukan Belanda dan Jepang, dan hingga saat ini reruntuhan bangunan pertahanan pasukan Belanda itu masih terlihat di sana. Pulau ini dikenal sebagai surganya taman laut karena bentuknya yang seperti akuarium raksasa. Di dalamnya terdapat berbagai macam jenis ikan tropis, terumbu karang, kerang raksasa, dan masih banyak lainnya. Terumbu karang disini terdiri dari berbagai jenis, bentuk dan warna yang membentuk gugusan karang yang menarik. Untuk menuju ke kawasan ini, bisa menempuh jalan darat atau perairan menggunakan perahu nelayan. Jika menggunakan perahu, anda bisa menumpang kapal yang sudah disediakan (disewakan) oleh warga setempat.
    Pulau Rubiah, Sabang, Aceh
    Kapal yang disediakan berupa speedbot atau kapal yang telah dilengkapi dengan kaca untuk melihat keindahan isi laut di sekitar Pulau Rubiah. Harga sewa boat mulai dari Rp 250.000 – 300.000 hingga kembali ke daratan di Iboih. Jika berkelompok, tentu ongkos sewa boat tidak terlalu berat. Tiap boat bisa menampung 10 orang penumpang. Bagi anda yang pertama kali datang ke Banda Aceh dan ingin menggunakan jalur perairan, anda bisa menuju ke Pelabuhan Ulee Lheue. Setiap harinya, dua kali feri cepat dan sekali feri lambat berangkat dari Banda Aceh ke Pelabuhan Balohan, Sabang. Feri kapal cepat berangkat sekitar pukul 09.30 WIB dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Untuk feri lambat, menghabiskan waktu sekitar 2 jam dengan jam keberangkatan 10.30 WIB. Untuk jalur darat, anda bisa menggunakan minibus umum untuk menuju ke Pantai Iboih sekitar 1 jam perjalanan dengan kondisi jalan yang sudah beraspal. Setelah itu, anda bisa menyewa boat ke Rubiah dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
    Pulau Rubiah, Sabang, Aceh
    Di sekitar Taman Laut Pulau Rubiah banyak terdapat cottage/penginapan dengan biaya yang sangat murah, berkisar antara 80 ribu rupiah hingga 150 ribu rupiah. Anda akan mendapatkan potongan harga jika menginap lebih lama. Umumnya turis asing menginap mininal satu minggu hingga 2 bulan. Jika anda ingin bersnorkling, hanya dengan 40 ribu rupiah anda akan mendapatkan masker, kaki bebek, dan pelampung. Namun bagi anda yang ingin melihat lebih dalam lagi keindahan taman laut ini anda bisa menyewa peralatan Diving dengan kisaran harga sekitar 600 ribu rupiah. Tak hanya menjadi tujuan wisata, Pulau Rubiah juga dimanfaatkan sebagai tempat penelitian Biota laut seperti terumbu karang dan ikan karang. Jika anda melakukan snorkeling maka tempat-tempat penelitian tersebut bisa anda jumpai. Misalnya daerah Transpalantasi Karang yang telah dilakukan oleh beberapa lembaga.
    Pulau Rubiah, Sabang, Aceh

  • Pulau Siladen merupakan satu dari lima pulau yang berada di Taman Nasional Bunaken, Manado. Pulau yang luasnya hanya sekitar 31,25 ha ini begitu indah dikelilingi pantai berpasir putih, ditumbuhi pepohonan palem, sagu, woka, silar, dan kelapa. Nama Siladen sendiri berarti kandas, berasal dari cerita tentang sebuah kapal yang dipergunakan orang Sangier saat sedang berlayar kemudian mengalami kecelakaan di tengah laut dan tenggelam. Lokasi tempat kapal tersebut tenggelam kemudian diberi nama Siladen. Pulau Siladen berada di sebelah timur Pulau Bunaken atau berjarak 3 km dan 8 mil dari pusat kota Manado dan dapat ditempuh dengan kapal motor sekitar 45 menit. Anda akan menjumpai pantai dengan pasir yang putih dan bersih. Sehingga, Anda dapat menghabiskan waktu dengan berjemur, bermain istana pasir atau bahkan hanya sekedar berjalan-jalan sambil menunggu sunset. Pantai ini cocok untuk Anda yang ingin berenang, snorkling dan diving. Terumbu karang di sini tidak terlalu banyak dan lebih didominasi oleh pasir, sehingga cocok untuk Anda yang ingin berenang dan melepas kejenuhan.

    Pulau Siladen, Sulut, Sulawesi Utara
    Walau tidak banyak, terumbu karang di Pulau Siladen berwarna-warni dan sangat indah. Siladen juga kaya dengan biota laut seperti ikan dan bintang laut yang akan menjadi teman Anda saat snorkling. Bagi Anda pecinta diving, keindahan bawah laut Pulau Siladen sangat bagus untuk kegiatan fotografi bawah air. Ombak yang tenang serta airnya yang jernih akan mendukung kegiatan snorkeling dan diving Anda. Kehidupan bawah laut pulau ini begitu menakjubkan dengan terumbu karang yang beranekan ragam dan biota laut lainnya yang berwarna warni. Di pulau ini ada dua lokasi menyelam paling potensial yaitu Siladen dan Siladen Utara dengan kedalaman dasarnya berkisar antara 20 meter sampai 50 meter. Dinding karang di dasar laut pulau ini terlihat seperti rak buku dan di setiap rak terdapat berbagai jenis ikan yang berbeda.

    Pulau Siladen, Sulut, Sulawesi Utara
    Anda dapat berkunjung ke pulau ini dengan menggunakan sarana perahu transportasi umum seharga Rp 25.000-50.000. Namun jadwal perjalanan dari Manado ke Pulau Siladen hanya satu kali perjalanan. Perahu berangkat pukul 07.00 Wita pagi dan pulang pukul 13.00 atau 15.00 Wita sore. Tetapi, Anda dapat menyewa speedboat dengan harga Rp 600.000 pulang-pergi. Memang tergolong mahal perjalanan menuju Pulau Siladen. Namun keindahan pantai dan lautnya akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan seumur hidup Anda.
    Di atas darat pulau ini berdiam beberapa jenis satwa seperti kera hitam, rusa, dan kuskus. Ada juga burung camar yang kicauannya sangat merdu bagaikan musik yang mengalun mendedangkan indahnya Pulau Siladen. (dirangkum dari berbagi sumber)

    Pulau Siladen, Sulut, Sulawesi Utara
    Pulau Siladen, Sulut, Sulawesi Utara

    Foto by: Devianart & Flickr

  • Mungkin belum banyak para pembaca yang tahu tentang keberadaan Pulau Sikuai di Sumatera Barat. Pulau ini seperti baru ditemukan keindahannya, Sikuai adalah salah satu pulau di kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Sikuai, salah satu pulau kecil (40HA) dengan pemandangan yang begitu eksotis, yang terletak di sisi barat Pulau Sumatera hanya terletak sekitar setengah mil laut dari kota Padang dan dapat dicapai menggunakan kapal angkutan khusus dengan waktu tempuh 35 menit berangkat dari dermaga airud Bungus.

    Pulau Sikuai, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat
    Pulau dengan hamparan pasir putih, deretan pohon kelapa, udara yang sejuk, pemandangan laut yang biru dan tenang akan menyambut Anda setibanya di Pulau Sikuai. Pulau seluas 40 hektar ini sungguh nyaman dan bersih. Terbukti, tidak hanya wisatawan dalam negeri, banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pulau ini.

    Pulau Sikuai, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat
    Pengunjung pulau Sikuai dapat menginap di hotel resort yang dilengkapi fasilitas hotel berbintang dua. Resort ini menyediakan 21 buah cottage dengan kapasitas sekitar 45 kamar. Resort yang ada di Pulau Sikuai akan memanjakan liburan Anda. Dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah, Anda bisa berlama-lama menikmati keindahan alam di pulau ini. Saat senja, cahaya keemasan sang mentari akan menjadi sajian penutup yang spesial setelah Anda beraktivitas seharian di Pulau Sikuai.

    Pulau Sikuai, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat
    Selain menikmati keindahan pantai dan wisata bahari, trekking mengitari pulau atau menjelajahi hutan alam sampai panjat tebing juga dapat dilakukan oleh pengunjung yang senang petualangan alam. Tah hanya itu snorkling dan diving juga menjadi kegiatan favorit di pulau ini karena keindahan bawah laut pulau sikuai masih bersih dan tidak kalah dengan keindahan bawah laut Nusa Laut yang ada di  Maluku. Ikan-ikannya yang beragam dan terumbu karangnya masih cantik berdiri.

    Pulau Sikuai, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat
    Selain pantai, pulau Sikuai juga memiliki bukit yang memiliki 360 anak tangga, yang memeberikan pemandangan yang tiada duanya kepada wisatawan. Bentuk pulau Sikaui sendiri unik. Pulau dengan bukit yang menukik yang di pantainya terdapat pasir putih yang bersih, dan lembut. Laut dengan gradasi 3 warna ditambah cuaca cerah dengan langit yang biru menyempurnakan pemandangan disana.

    Pulau Sikuai, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat
    Sikuai, selalu membuat takjub para pelancong. Berenang bebas dan menyaksikan keragaman biota laut serta indahnya karang-karang yang masih alami menjadi target utama para traveler. 
    Pulau Sikuai, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat
  • p. alor

    Secara geografis Pulau Alor beserta beberapa pulau kecil lainnya merupakan bagian dari wilayah kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Namanya memang sangat singkat “Alor”, tetapi pulau ini menyimpan pesona alam yang sangat panjang dan memukau. Dimulai dari Alam, wisata, budaya hingga kekayaan bahasa. Alor memang Eksotik dan tak akan habis untuk dinikmati keindahannya. Salah satu yang paling exotic dan populer dari Kabupaten Alor adalah selat pantar, yang terletak di antara pulau alor dan dan pulau pantar. Keindahan dan keunikan alam bawah laut Selat Pantar sangat menakjubkan. Bahkan jika dibandingkan dengan Taman Laut Komodo yang juga berada di Nusa Tenggara Timur, Berau di Kalimantan Timur, Bunaken di Sulawesi Utara dan Raja Ampat di Papua, Selat Pantar masih tetap yang terbaik, meski selama ini untuk diving, taman laut Komodo, Bunaken, Berau, dan Raja Ampat lebih populer, tapi di mata para diver kelas dunia taman laut Selat Pantar lebih unggul karena keindahannya yang menakjubkan. Konon terindah setelah taman laut Kepulauan Karibia.

    Banyak wisatawan asing yang pernah ke Pulau Alor terkagum-kagum. Sebab, selain dimanjakan keindahan taman lautnya, mereka juga menemukan fenomena taman laut tersebut langka dan sangat menarik di Alor. Makanya, wajar jika wisata bahari Alor dengan panorama bawah laut yang spefisik di Selat Pantar menjadi primadona dan pemikat bagi para diver kelas dunia dari Amerika, Australia, Austria, Inggris, Belgia, Belanda, Jerman, Kanada, Selandia Baru, dan beberapa negara di Asia.

    Tercatat, ada 26 titik diving yang memesona wisatawan di sana. Ke-26 titik diving itu yaitu, Half Moon Bay, Peter’s Prize, Crocodile Rook, Cave Point, The Edge, Coral Clitts, Baeylon, The Arch, Fallt Line, The Pacth, Nite Delht, Kal’s Dream, The Ball, Trip Top, The Mlai Hall, No Man’s Land, The Chatedral, School’s Ut, dan Shark Close.

    Titik diving yang terakhir ini sangat menarik karena merupakan kumpulan ikan hiu dasar laut yang sangat bersahabat dengan para diver. Keindahan bawah laut yang terdapat di Alor Besar, Alor Kecil, Dulolong, Pulau Buaya, Pulau Kepa, Pulau Ternate, Pulau Pantar, dan Pulau Pura, juga mengundang decak kagum para diver profesional dari Jakarta dan Bali untuk datang ke sana.

    Alor memang sebuah pulau yang penuh pesona. Wilayah yang terdiri dari gugusan gunung, pulau-pulau kecil, serta Selat Kalabahi yang menjorok jauh ke dalam daratan membuat pulau ini menawarkan pesona keindahan yang menawan. Begitu pula dengan alam yang terbentuk dari hasil perpaduan ekstrem antara daerah pesisir dan pegunungan terjal ini, membuat kehidupan di Pulau Alor menjadi beragam. Di wilayah pesisir, terutama di sekitar Teluk Kalabahi, misalnya. Daerah Ibu Kota Kabupaten Alor ini menjadi pusat perdagangan, birokrasi, dan tempat hidup masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari lautan. Bahkan, di wilayah ini hidup pula berbagai kelompok etnis dengan beragam latar belakang pekerjaan yang menjadi simbol modernisasi. Setidaknya daerah tersebut menjadi tempat pertumbuhan industri tradisional seperti kain tenun Alor yang terkenal.

    Selain keindahan alam dan pesona bawah lautnya, Pulau Alor mempunyai puluhan bahasa lokal yang di setiap kampung atau kelompok sangat berbeda. Biasanya, sebuah perkampungan tradisional di Alor terdiri atas 10 hingga 50 rumah yang berjajar mengelilingi sebuah bangunan batu yang disebut Misbah. Menurut kepercayaan mereka, Misbah adalah pusat ritual pemujaan dan alat pemersatu sekaligus menjadi simbol kekuatan spiritual kelompok. Soalnya, di dalam Misbah terdapat arwah leluhur suku.

    Untuk pergi ke pulau Alor dapat kita tempuh dengan transportasi udara dari kota Kupang, Ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke kota Kalabahi Alor dengan jarak tempuh penerbangan sekitar 55 menit. Transportasi dikota Kalabahi Alor dapat kita gunakan Mikrolet/Bemo, Bus, Panser/Jeep, Ojek dan juga mobil rental. Untuk penginapan dan makanan kita dapat memilih beberapa hotel dan restoran yang ada, tetapi anda tak akan menemukan hotel berbintang disana.


    Berikut adalah beberapa gambar pesona Pulau alor:
    Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

    Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

    Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

    Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

    Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur



  • Taman Laut Bunaken - Sulawesi Utara

    Bunaken adalah sebuah pulau dengan luas 8,08 km² di Teluk Manado, Propinsi Sulawesi Utara. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektar dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen.

    Pecinta diving, pasti terpuaskan di Bunaken yang sedikitnya memiliki 40 lokasi penyelaman yang menyajikan berbagai jenis ikan tropis dan terumbu karang. Salah satunya jenis karang hidup, berupa terumbu karang tepi dan penghalang. Paling menarik perhatian adalah terumbu tebung karang vertikal yang membentang sepanjang 50 meter. Jenis ikan besar seperti marlin, tuna, pari, layar, cakalang, barakuda, hiu kepala palu kadang menyinggahi perairan ini. Maklum, kerusakan Taman Nasional Bunaken relative lebih rendah dibanding taman laut lain yang tersebar di Indonesia. Ini yang membuat Bunaken lebih unik dibanding tempat wisata lain.Pesona Natural Alam Bawah Laut Bunaken telah banyak diminati wisatawan manca negara untuk kembali datang dan menikmati keindahannya, yang patut disayangkan adalah kurangnya promosi dan sosialisasi tentang keberadaannya sehingga belum banyak menghasilkan dan berkontribusi menghasilkan cadangan devisa bagi negara kita.

    Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan/pesisir. Konon kawasan terumbu karang dan alam bawah lautnya yang terindah di dunia.

    Sedikitnya, Taman Nasional Bunaken memiliki 40 tempat penyelaman yang kaya akan ikan-ikan tropis dan terumbu karang. Seperti ditulis wisatamelayu.com, pengunjung dapat menyelam dan menyaksikan keindahan lebih dari 150 spesies dari 58 genus ikan-ikan serta terumbu karang di kawasan tersebut.
    Kawasan yang diresmikan sebagai taman laut nasional sejak 1991 itu juga menawarkan keindahan lain yaitu adanya underwater great walls atau dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dalam rantai makanan, dinding karang tersebut berfungsi sebagai sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

    Bunaken memiliki keragaman kehidupan bawah laut yang sangat beragam, karena daerah taman laut Bunaken terletak di segitiga terumbu karang dunia yang tersebar dari Indonesia, Malaysia, phillipine, Papua Nugini, Timur Leste, dan Kepulauan Solomon. Disini Anda bisa melihat 70% dari jenis ikan di dunia di dalam taman laut Bunaken, dan angka ini tidak termasuk ikan-ikan laut dalam.

    Taman Laut Bunaken terletak berada sekitar 1,5 km dari Kota Manado. Untuk menuju Bunaken, anda bisa melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre di Kecamatan Molas, dan dari Marina Blue Banter. Dari Pelabuhan Manado, anda bisa menggunakan perahu motor menuju Pulau Siladen dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, ke Pulau Bunaken 30 menit, ke Pulau Montehage 50 menit, dan Pulau Nain 60 menit.

    Sedangkan dari Marina Blue Banter, anda bisa menggunakan kapal pesiar yang tersedia menuju daerah wisata di Pulau Bunaken dengan waktu tempuh 10-15 menit, sedangkan dari Pelabuhan Nusantara Diving Centre menuju lokasi penyelaman di Pulau Bunaken bisa menggunakan speed boat dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit. Setiap pengunjung yang memasuki kawasan Taman Laut Bunaken dikenai biaya tiket sebesar Rp. 50 ribu. Tarif tersebut berlaku baik bagi pengunjung yang ingin menyelam maupun yang tidak ingin menyelam. Selain tiket reguler, ada pula tiket yang berlaku untuk satu tahun dengan harga Rp150 ribu. Pengunjung yang membeli tiket tahunan itu akan diberi semacam lencana khusus yang terbuat dari plastik sebagai tanda masuk Taman Nasional Bunaken.


  • Raja Ampat Islands location in East Indonesia, Precisely in Province of West Papua. Consist of about 1500 small islands. Raja Ampat cast a spell on all who visit-scientists,photographers, novice divers and crusty sea-salts alike. This group of majestic islands, located in northwestern tip of indonesia’s, lies in the heart of the coral triangle, the most bio-diverse marine region on the earth.

    Like large predatory carpets, funky tassled wobbegongs were found lounging on several large table corals. Yet again, towards the end of the dive, floating amongst an absurdly beautiful zone of corals and gorgonians. It mesmerized even the most seasoned `been there, done that’ diver amongst us. Beginning on a wall smothered in sponges, corals, crinoids, or tunicates, we drifted leisurely around some bends, noting a few reef sharks below and an occasional green or hawksbill turtle munching on a sponge. Approximately two-thirds of the way through the dive we ascended into one of the most intricate and aesthetic coral gardens in the Pacific Ocean. Ranging from 20 to 5 feet deep, it was difficult to believe that the beauty there wasn’t a mirage. While I meditated on the splendor of the shallows, thousands of silver sides encased me in a whirlwind of silver and blue.

    Most of the areas reefs are pristine, with mile of pristine, with mile after mile of perfect hard corals, drift after drift of Dendronephiya corals of many species and colors ranging from brilliant red, to shocking yellow pretty pink and exotic purple. Most reef divers are very colorful. It is easiest to fly through to Sorong via Jakarta or via Singapore. Merpati Air, Express Air and Lion Air operate dailyflights from Jakarta to Sorong City With Transit in Makassar City(South Sulawesi) and/or Manado City(North Sulawesi). Whereas Silk Air operates regularly to Manado City. Regular flights to and from Sorong City by Airlanes Merpati and Lion Wings. Check directly with Papua Diving for current schedule or click on flightschedule for latest flight information.

    Raja Ampat Islands Images:


















Comments

The Visitors says