Panorama Wisata

welcome to our blog

We are Magcro

Footer Widget 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 1

Followers

Footer Widget 2

AIR KRAN SIAP MINUM

Labels

Pages

Blogger news

Download

BTricks

BThemes

Recent Posts

Pages - Menu

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Pantai Sancang nerupakan sebuah objek wisata bertema Pantai yang terletak di kawasan Garut selatan.Atau lebih tepatnya lagi berqerak 2 km dari pusat Kecamatan Pameungpeuk, 20 km dari kota Kabupaten Garut. dan 180 km dari Bandung.


    Jalan menunju ke Pantai Sancang adalah kelas jalan kecamatan dan dengan lebar jalan 3 m, dan jalan desa selebar 2,5 m, serta jalan setapak (foot trail) selebar 0,5 m.

  • Wisata kita kali ini masih menelusuri lokasi wisata yang terletak di kawasan  Garut Selatan,Jawa Barat.Setelah kemarin kita membicarakan pantai Santolo,maka topik yang akan dibahas pada malam ini masih seputar pantai,yang mana pantai Sayang Heulang ini lokasinya masih berdekatan dengan Pantai Santolo.

    Objek Wisata pantai Sayang Heulang ini terletak di Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk,Garut Jawa Barat.


    Kondisi pesisir yang masih bersih menunjukan bahwa kualitas kebersihan dan lingkungan di sekitar wisata ini bisa dikatakan baik. Status kepemilikan berada ditangan Polisi Air dan Udara, pada waktu-waktu tertentu pantai tersebut dijadikan tempat latihan tentara.

    Konfigurasi umum lahan berupa dataran dengan kemiringan curam pada daerah sekitar pantai dan stabilitas tanah yang baik. Kondisi perairan berwarna berwarna hijau kebiru-biruan dengan bau normal, temperatur normal, rata-rata tinggi gelombang 2 - 3 meter.

    Di pantai ini terdapat fasilitas olahraga berupa lapangan voli yang kondisinya cukup baik, tempat penyewaan, 1 buah musholla dan fasilitas transportasi menuju kawasan.
  • Pantai Santolo Garut : Setelah cukup lama topik seputar objek wisata yang ada di Garut,Jawa Barat tidak ku bahas,maka pada malam ini blog tempat wisata akan mengajak anda untuk kembali berwisata lagi di daerah Garut.Dan wisata kita kali ini akan diawalai dari Garut selatan dengan tema Pantai Santolo.


    Pantai Santolo merupakan sebuah objek wisata bertema pantai yang cukup poluler namanya di Garut.Pantai yang kerap menjadi tempat berlibur masyarakat Garut ketika tahun baru tiba ini berlokasi di Garut sebelah selatan.

    Menikmati panorama pantai serta biota laut adalah aktivitas wisata yang dapat dilakukan disini. Dan jika pengunjung ingin menikmati deburan pantai ombak selatan yang cukup menantang,ini bisa dilakukan dengan menyewa perahu . Selain itu ,disini juga bisa menikmati hidangan makanan laut yang segar dengan sajian yang sederhana. fasilitas yang dibutuhkan wisatawan cukup tersedia seperti losmen, kios-kios cinderamata dengan harga terjangkau.

  • Objek wisata yang dijuluki dengan sebutan Rawadano ini berada di kabupaten Serang, dan berjarak 101 km dari Jakarta. lokasi ini merupakan kawasan yang didominasi rawa-rawa, juga terdapat sebuah danau. Luas kawasan ini sekitar 2.500 ha yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon.


    Pulau yang juga dikenal sebagai objek wisata ini menjadi tempat bersarang bagi aneka jenis binatang reptil, seperti ular dan buaya. Tidak kurang dari 250 jenis burung bermukim di kawasan ini. Kita dapat mencapai lokasi ini melalui tiga jalur, yaitu;
    • Jakarta - Cilegon - Anyer - Rawaadano,
    • Jakarta - Serang - Padarincang - Rawadano, dan
    • Jakarta - Serang - Anyer - Cinangka - Padarincang - Rawadano.
  • Gunung Krakatau -Banten : Objek wisata Yang terletak di Banten yang namanya cukup dikenal Dunia adalah Gunung Karakatau.Dimana gunung ini terkenal karena letusannya yang dahsyat pada tahun 1883. Suara letusan terdengar sampai ke kawasan benua Australia, bahkan awan panasnya menyelimuti beberapa kawasan Eropa selama seminggu.


    Ledakan dahsyat gunung Krakatau kemudian membentuk anak gunung yang kini kita kenal sebagai Anak Krakatau yang muncul ke permukaan pada tahun 1928 dan hingga kini masih tetap aktif. Berada di selat Sunda, kawasan wisata alam ini mudah dicapai dari pantai Anyer-Carita sekitar satu jam dengan menggunakan perahu motor. Tempat wista Gunung Karakatau ini menawarkan wisata alam seperti berkemah, berjalan kaki, memancing, dan pemandangan alam laut yang indah.
  • Pulau Umang - Banten : Salah satu dari beberapa objek wisata yang cukup terkenal di provinsi Banten ini adalah Pulau Umang.Dimana objek wisata bertema pantai ini terletak di daerah Pandeglang Banten, tepatnya berdekatan dengan kawasan wisata Tanjung Lesung.


    Objek wisata yang memiliki memiliki luas sekitar 5 Ha ini dikelola oleh sebuah perusahaan swasta yang menyediakan berbagai fasilitas rekreasi dan hiburan yang menarik. Di pulau ini, terdapat resort yang ditata dengan sentuhan artistik alami, dilengkapi dengan ruang pertemuan, kafe, spa, pusat bisnis, sunset lounge, klub pantai, kolam renang dan sebagainya. Selain itu, tersedia fasilitas olahraga dan rekreasi air, jogging track, cross country, lapangan tenis, tempat karaoke, dan lain-lain. Kita dapat menuju ke pulau ini dengan relatif mudah.

    Perusahaan pengelola kawasan ini menyediakan rental mobil dari Jakarta menuju pulau ini, atau dapat juga dicapai dari kawasan Ujung Kulon.

  • Pulau Dua | Pulau Burung - Banten :Ojek wisata Pulau Dua atau juga dikenal dengan sebutan Pulau BurungDaya ini memiliki daya tarik yang unik jika dibandingkan dengan objek wisata lainnya yang terdapat di provinsi Banten.Daya tarik utama objek wisata ini ini adalah keindahan alam laut berupa gugus karang, berbagai jenis ikan laut, dan tentu saja berbagai jenis burung.


    Luas kawasan Pulau Dua atau Pulau Burung diperkirakan kurang lebih sekitar 30 ha. Setiap tahun antara bulan April dan Agustus, objek wisata Pulau Dua ini dikunjungi oleh 1000 burung dari 60 jenis yang berasal dari berbagai negara.

    Sekitar 40 ribu burung-burung itu terbang dari benua Australia, Asia, dan Afrika. Pulau Dua bisa dicapai dengan perahu tradisional atau perahu motor dalam waktu 15 s.d. 30 menit melalui daerah Sawah Luhur, Kasemen. Di kawasan ini, telah tersedia sarana jaringan listrik, telekomunikasi, dan air bersih.
  • Setelah beberapa hari lalu saya memberikan informasi melalui sebuah posting berjudul Pantai Carita,maka pada kesempatan kali ini saya akan kembali memberikan lagi sebuah informasi tentang tempat wisata yang masih berada di daerah Banten.


    Diantara sekian banyaknya objek wisata pantai yang terdapat di provinsi Banten adalah Pantai Tanjung Lesung.Dimana pantai ini memiliki panorama yang indah, berpasir putih dan karang yang unik. Suasana dan kondisi Pantai Tanjung Lesung yang terletak di Pandeglang ini cocok untuk kegiatan olah raga air .

    Di bagian utara dari Tanjung Lesung merupakan daerah perbukitan yang tidak begitu curam. Di sini terdapat bagian laut yang menjorok ke pantai dan membentuk seperti danau seluas 12 ha dengan kedalaman 5 m dan dengan kondisi air yang tenang. Untuk menuju lokasi, kita dapat melalui jalan negara dan jalan propinsi yang mulus.

    Kawasan tempat wisata Pantai Tanjung Lesung ini telah dilengkapi dengan infrastruktur dan fasilitas penunjang yang memadai, seperti jaringan telekomunikasi dengan fasilitas layanan telekomunikasi interlokal dan internasional, jaringan listrik dan sarana air bersih.
  • Pantai Sawarna - Objek Wisata Banten : Ternyata provinsi Banten begitu kaya akan tempat - tempat wisata bertema pantai.Setelah beberapa pantai yang ada di Provinsi ini telah saya publikasikan pada posting sebelumnya,kali inipun saya kembali lagi mempublikasikan sebuah posting yang topiknya sama masih bertajuk pantai yaitu Pantai Sawarna.



    Pantai Sawarna merupakan sebuah objek wisata bertema pantai yang terletak di kecamatan Bayah, kabupaten Lebak. Pantai Sawarna mempunyai keunikan jika dibandingkan dengan dibanding pantai-pantai lainnya di Banten,Dimana keunikan yang bisa anda temukan disini adalah suasananya yang masih alami, permukaan pantai yang landai, dan airnya yang jernih. Panjang pantai mencapai 65 km yang dihiasi oleh batu dan pasir putih.

    Di sekitar pantai terdapat desa wisata dan rumah-rumah penginapan yang bernuansa alami. Untuk menuju lokasi pantai, kita dapat melalui kota Rangkasbitung, Lebak, atau Sukabumi. Bila dari Jakarta, kita dapat menempuh salah satu dari dua jalur transportasi, yaitu Jakarta-Serang-Malingping-Bayah-Sawarna, atau Jakarta-Balaraja-Maja- Rangkasbitung-Malingping-Bayah-Sawarna. Dari Bayah ke Sawarna bisa menggunakan sarana transportasi ojeg.
  • Pantai Karang Bolong merupakan salah satu dari beberapa tempat rekreasi yanng cukup popiler di Banten setelah Pantai Carita dan Pantai Anyer. Tempat rekreasi Pantai Karang Bolong ini lokasinya terletak sekitar 50 kilometer dari Serang atau sekitar 140 kilometer dari Jakarta pada ruas jalan utama Anyer-Carita.

    Di pantai ini, terdapat sebuah karang besar dengan lubang di tengah berupa gua yang berhadapan langsung ke arah laut lepas. Lubang tersebut kemungkinan disebabkan oleh letusan gunung Krakatau pada tahun 1883.


    Di atas batu karang terdapat tempat yang cukup untuk melakukan pengamatan dan juga terdapat hutan kecil tempat beristirahat sambil menikmati pemandangan laut lepas.

    Pembentukan Gua Karangbolong dipengaruhi oleh peruntuhan yang terjadi di sepanjang batas bidang antara breksi dengan batu pasri atau batu lempung. Lubang peruntuhan akan semakin besar karena lapisan batuan yang menggantung di atap lubang selalu runtuh akibat beratnya.

    Proses itu juga dipicu oleh kekar-kekar yang ada, yang kehadirannya memperlemah daya ikat antar komponen batuan. Proses pembentukan gua teramati baik di ujung timur dan selatan Goa Karangbolong, di mana pada skala kecil terjadi peruntuhan batuan di sepanjang batas lapisan yang berbeda. Karena bukan gua batu gamping, maka di dalam Goa Karangbolong tidak dijumpai ornamen.
  • Taman Nasional Ujung Kulon ini berada di bagian paling barat Pulau Jawa. Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Peucang dan Pulau Handeuleum .


    Taman Nasional Ujung Kulon memiliki luas sekitar 1,206 km² (443 km² diantaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia.

    Tempat Wisata menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan tentunya telah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1992, sebab areanya mencakupi hutan lindung yang sangat luas.

    Mulanya Ujung Kulon merupakan daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya hancur lebur dan habis seluruh penduduknya ketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883 yang akhirnya kawasan ini kembali berubah menjadi hutan.

    Izin untuk masuk ke Taman Nasional ini dapat diperoleh di Kantor Pusat Taman Nasional di Kota Labuan atau Tamanjaya. Penginapan dapat diperoleh di Pulau Handeuleum dan Peucang.
  • Pantai Carita - Objek Wisata Banten : Tempat Wisata Pantai di Indonesia yang cukup terkenal selain Pantai Karang Bolong, Pantai Anyer, dan Pantai Tanjung Lesung adalah Pantai Carita.Dimana tempat wisata bertema pantai ini terletak di pesisir barat provinsi Banten, Indonesia.


    Pantai ini kaya akan sumber daya alamnya. Hamparan tepian yang amat landai dengan ombak laut yang kecil dan lembut menyapu di sepanjang pantai, dipadu dengan pemandangan Gunung Krakatau. Untuk mencapai tempat ini dapat melalui jalan tol Anyer dan setelah keluar dari tol dapat menyusuri ruas jalan Labuan-Carita menuju Anyer.

    Pantai Carita merupakan objek wisata yang berada di Kabupaten Pandeglang dan telah ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pertanian No.440/kpts/UM/1978 pada tanggal 15 Juli 1978 sebagai Taman Wisata Alam. Pantai ini terkenal dengan pasir pantainya yang putih sehingga membuat kawasan ini sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
  • Koleksi Museum Taman Prasasti
    Di museum ini dihimpun berbagai prasasti dari zaman Belanda dan sebelumnya serta makam beberapa tokoh Belanda, Inggris dan Indonesia atau Hindia Belanda seperti:

    • Miss Riboet, tokoh opera pada tahun 1930-an
    • Soe Hok Gie, aktivis pergerakan mahasiswa pada tahun 1960-an
    • A.V. Michiels (tokoh militer Belanda pada perang Buleleng)
    • Olivia Marianne Raffles (istri Thomas Stamford Raffles, mantan Gubernur Hindia Belanda dan Singapura)
    • Kapitan Jas, makamnya diyakini sebagian orang dapat memberikan kesuburan, keselamatan, kemakmuran dan kebahagiaan.
    • Dr. H.F. Roll (Pendiri STOVIA atau Sekolah Kedokteran pada zaman pendudukan Belanda)
    • J.H.R. Kohler (tokoh militer Belanda pada perang Aceh)


    Museum ini adalah sebuah museum cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda yang berada di Jalan Tanah Abang No. 1, Jakarta Pusat. Museum ini memiliki koleksi prasasti nisan kuno serta miniatur makam khas dari 27 propinsi di Indonesia, beserta koleksi kereta jenazah antik.

    Museum Taman Prasasti merupakan museum terbuka yang menampilkan karya seni dari masa lampau tentang kecanggihan para pematung, pemahat, kaligrafer dan sastrawan yang menyatu.
  • Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta menyajikan koleksi dari hasil karya seniman-seniman Indonesia sejak kurun waktu 1800-an hingga saat sekarang.Berikut dibawah ini adalah koleksinya.

    • Ruang Pendirian Sanggar (karya-karya periode 1945 - 1950)
    • Ruang Sekitar Kelahiran Akademis Realisme (karya-karya periode 1950-an)
    • Ruang Seni Rupa Baru Indonesia (karya-karya periode 1960 - sekarang)
    • Ruang Masa Raden Saleh (karya-karya periode 1880 - 1890)
    • Ruang Masa Pendudukan Jepang (karya-karya periode 1942 - 1945)
    • Ruang Masa Hindia Jelita (karya-karya periode 1920-an)
    • Ruang Persagi (karya-karya periode 1930-an)

    Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta mulai dibangun pada 12 Januari 1870 itu awalnya digunakan oleh Pemerintah Hindia-Belanda untuk Kantor Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia (Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia). Saat pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan sekitar tahun 1944, tempat itu dimanfaatkan oleh tentara KNIL dan selanjutnya untuk asrama militer TNI.

    Museum Seni Rupa dan Keramik berada di Jalan Pos Kota No 2, Kotamadya Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Indonesia tepatnya terletak di seberang Museum Sejarah Jakarta itu memajang keramik lokal dari berbagai daerah di Tanah Air, dari era Kerajaan Majapahit abad ke-14, dan dari berbagai negara di dunia.
  • Gedung Mohammad Hoesni Thamrin Jakarta : Museum sejarah perjuangan kemerdekaan (Gedung Mohammad Hoesni Thamrin) merupakan sebuah Museum bersejarah Republik Indonesia yang terletak di Jalan Kenari II No. 15, Jakarta Pusat. Gedung Mohammad Hoesni Thamrin ini mempunyai koleksi foto reproduksi, radio dan barang-barang milik, serta kepustakaan tentang kiprah perjuangan Mohammad Hoesni Thamrin dalam pergerakan nasional Indonesia.


    Muhammad Hoesni Thamrin merupakan anak wedana Tabri Thamrin yang pernah bekerja di kantor kepatihan Batavia serta menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat). Karena perjuangannya membela rakyat, beliau ditangkap oleh pemerintah Belanda dan menjadi tahanan rumah sampai saat wafatnya pada tanggal 11 Januari 1941.
  • Museum Bank Indonesia Jakarta : Museum ini menyajikan beragam informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.


    Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.

    Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui dua tahap, yaitu peresmian tahap I dan mulai dibuka untuk masyarakat (soft opening) pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Burhanuddin Abdullah, dan peresmian tahap II (grand opening) oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 21 Juli 2009.

    Museum Bank Indonesia buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional dan mengunjunginya tidak dipungut biaya.

    Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum di Jakarta, Indonesia yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat , dengan menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828.
  • Museum Bank Mandiri Jakarta : mulai berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998. Pada awalnya Museum ini adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan.


    Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) dinasionalisasi pada tahun 1960 menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor. Kemudian bersamaan dengan lahirnya Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada 31 Desember 1968, gedung tersebut pun beralih menjadi kantor pusat Bank Export import (Bank Exim), hingga akhirnya legal merger Bank Exim bersama Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam Bank Mandiri (1999), maka gedung tersebut pun menjadi asset Bank Mandiri.

    Museum ini berada di Jl. Lapangan Stasiun No. 1, Jakarta Barat dan merupakan salah satu bagian dari cagar budaya Kota Tua di Jakarta.

    Koleksi Museum Bank Mandiri
    Koleksi museum terdiri dari berbagai macam koleksi yang terkait dengan aktivitas perbankan "tempo doeloe" dan perkembangannya, koleksi yang dimiliki mulai dari perlengkapan operasional bank, surat berharga, mata uang kuno (numismatik), brandkast, dan lain-lain.

    Koleksi perlengkapan operasional bank "tempo doeloe" yang unik, antara lain adalah peti uang, mesin hitung uang mekanik, kalkulator, mesin pembukuan, mesin cetak, alat pres bendel, seal press, safe deposit box maupun aneka surat berharga seperti bilyet deposito, sertikat deposito, cek, obligasi, dan saham. Di samping itu, ornamen bangunan, interior dan furniture musuem ini masih asli seperti ketika didirikan.
  • Oleh : Mia Winarti Syaidah
    Jelajah Garut .. Lenny Lestari Dewi (24) warga Galumpit Sasak kabupaten Garut, tak menyangka. Keinginannya untuk memproduksi batik garutan harus tertunda.

    Pasalnya, dia mendapati kenyataan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lihai dalam membatik di wilayah Garut menurut Lenny sudah sangat kurang. “Di Garut kini pengrajin batik sekaligus bergelut dalam usaha batik hanya tinggal tiga orang,” ujarnya ketika ditemui belum lama ini.

    Makin sedikitnya para pengrajin tersebut menurut Lenny, lantaran anggapan masyarakat yang masih “kolot” terhadap batik. “Mereka menganggap batik itu murahan, ngolot dan jauh dari kesan modern, sehingga sedikit sekali generasi muda yang tertarik untuk menekuni bidang ini,” ujar Lenny lagi.

    Padahal seiring penobatan batik pada 2 Oktober 2009 lalu oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization is (UNESCO). Euforia batikpun sedikitnya telah membawa angin segar bagi para pengrajin batik. Untuk batik garutan saja, permintaannya terus mengalami peningkatan. “Rata-rata pesanan banyak dari luar, seperti Palembang dan Kalimantan yang banyak memesan corak bunga dan hewan,” tambah Lenny.

    Menapaki jejak sejarah kebudayaan yang bisa bertahan belasan tahun memang tak mudah. Sejalan dengan perkembangan zaman, jejak kebudayaan terus menerus mengalami perubahan. Begitupun dengan batik.

    Sebagai warisan budaya, batik di Indonesia memang sangat beragam. Setiap daerah memiliki corak khas yang mewakili indentitas daerahnya masing-masing, tak terkecuali Garut.

    Di tengah membludaknnya batik di pasaran. Batik Garutan tak kalah pamor dari batik buatan daerah lain. Warnanya yang cerah dan coraknnya yang flesibel membuat batik Garutan banyak diminati para pecinta batik dan konsumen fashion.

    “Batik garutan punya ciri khas tersendiri, corak bilik dan warna biru menjadi identitas yang ditonjolkan para pengrajin batik garutan,” jelas Lenny.



    Di tahun 1967-1985 batik garutan mengalami masa kejayaan. Pengrajinnya mencapai 126 pengrajin yang tersebar di berbagai kota di Garut. Batik garutan sendiri sudah dikenal semenjak abad abad ke 18, tahun 1871-1915 di Panembong oleh orang Belanda bernama K.F Holle.



    Namun kejayaan itu tak bertahan lama. “Sekarang para pengajin batik tak lebih dari 20 pengrajin, itupun didominasi oleh orang tua, sisa-sisa zaman dulu,” ujar Lenny.

    Membaca ancaman tersebut perempuan asli garut lulusan Universitas Garut jurusan akutansi ini kemudian memutuskan menjadi pengrajin batik dan memberikan pelatihan skill membatik secara gratis kepada warga Garut ketimbang bekerja sesuai jurusannya itu.

    “Saya ingin mengembalikan kejayaan batik garutan lagi, karena kampung batik saja di Garut ini belum ada,” ujar Lenny lagi. Alasan itu pula yang mendorong Lenny mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) batik Swisse Van Java tiga tahun silam.

    Usaha Lenny sedikit membuahkan hasil. Di rumah bambu kecil dengan bahan-bahan batik yang ia beli dari Tasikmalaya. Kini SDM hasil didikan di lembaganya itu mencapai 20 orang. “Kebanyakan anak-anak sekolah dan warga sekitar,” tegasnya.

    Menurut Lenny, walaupun pemerintah sudah membantu dalam melestarikan batik garutan, namun para pengrajin masih cukup kesulitan mengembangkan usaha batik garutan. Selain kekurang SDM, para pengrajin pun kekurangan bahan baku dan pendanaan. “Kalau pemerintah mau serius memberdayakan pengrajin batik, usul saya pemerintah harus mengadakan koperasi batik di Garut,” ujarnya lagi.

    Jangan Tertipu Batik Palsu

    Namun sayang, selain geliatnya yang masih tertatih-tatih. Euforia batikpun membuat persaingan batik dikalangan pengusaha batik semakin ketat. Tak ayal, hal ini kadang membuat batik Indonesia kalah pamor dengan batik luar. Alih-alih karena lemahnnya daya saing, harga dan produksi, membuat para pengrajin dan pengusaha batik banyak yang berguguran.

    Disisi lain, dengan adanya pasar bebas, batikpun tak lepas dari produk-produk bajakan. Sehingga banyak konsumen batik yang tidak mengenal batik dengan seksama malah menjadi korban.

    Hal itu menurut Lenny karena anggapan masyarakat yang masih keliru tentang batik. “Banyak masyarakat yang beranggapan kalau kain bermotif parang, atau bunga itu batik, padahal belum tentu,” jelas Lenny

    Lenny menambahkan, batik berbeda dengan motif batik. “Kita bisa bedakannya dari kata “batik” itu sendiri,”

    Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa “Amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna lain. “Jadi batik itu coraknnya pakai perantara malam, kalau pake bahan kimia itu bukan batik tapi motif batik,” paparnya.

    Soal harga, batik garutan masih terhitung ramah di kantong. Dengan uang Rp.40000,- sampai Rp.80000,- rupiah sudah bisa membawa pulang batik prin dan batik cap. Sedangkan untuk batik tulis, karena proses dan pembuatannya yang membutuhkan skill dan waktu yang lebih, dihargai Rp.400.000,- sampai Rp.500.000,- rupiah. “Tergantung corak dan kerumitannya, makin rumit biasanya makin mahal,” ujarnya. Kejelian para pembeli dan kolektor batik menurut Lenny sedikitnya bisa menyelamatkan para pengrajin batik di nusantara. “Dengan begitu kita tidak akan kalah saing dengan produk bajakan dari luar, sehingga dapat menyambung titik-titik indentitas batik kita ke masa depan,” pukasnya.sumber
  • Objek Wisata Gedung Joang 45
    Masa Pendudukan Jepang
    Ketika Jepang masuk ke Indonesia (1942-1945) dan menguasai Batavia, hotel tersebut diambil alih oleh para pemuda Indonesia dan beralih fungsi sebagai kantor yang dikelola Ganseikanbu Sendenbu (Jawatan Propaganda Jepang) yang dikepalai oleh seorang Jepang, “Simizu”. Di kantor inilah kemudian diadakan program pendidikan politik yang dimulai pada tahun 1942 untuk mendidik pemuda-pemuda Indonesia dan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Jepang.

    Masa Pendudukan Belanda
    Gedung yang dibangun pada sekitar tahun 1920-an yang saat ini dipergunakan sebagai Museum Joang 45 ini pada mulanya adalah hotel yang dikelola oleh keluarga “L.C. Schomper”, seorang berkebangsaan Belanda yang sudah lama tinggal di Batavia. Hotel ini diberi nama Schomper sesuai nama pemiliknya. Hotel tersebut saat itu termasuk yang cukup baik dan terkenal di kawasan pinggiran Selatan Batavia, dengan bangunan utama yang berdiri megah di tengah dan diapit deretan bangunan kamar-kamar penginapan di sisi kiri dan kanannya untuk menginap para tamu.

    Bangunan kamar penginapan yang tersisa saat ini tinggal beberapa yang ada di sisi utara gedung utama, saat ini dipergunakan sebagai ruang perpustakaan, ruang kreativitas anak (children room)dan kantor Wirawati Catur Panca.

    Gedung Joang '45 atau Museum Joang 45 adalah salah satu museum yang berada di Jakarta. Saat ini pengelolaannya dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

    Museum ini terletak di Jalan Menteng Raya 31, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Museum ini diresmikan pada tahun 1974 oleh Presiden Soeharto, setelah dilakukan direnovasi.

    Fasilitas Museum
    • Ruang Pameran Tetap dan Temporer dengan pojok multi media,
    • Bioskop Joang 45, Studio penayangan film-film dokumenter dan film perjuangan lama.
    • Perpustakaan referensi sejarah ilmiah, dilengkapi komik-komik perjuangan untuk bacaan anak,
    • Childrenroom, ruang khusus untuk kreativitas anak dilengkapi game komputer pahlawan, mewarnai, puzzle, dan permainan knock-down,
    • Foto Studio, menyediakan kostum para pejuang untuk dikenakan pengunjung dan foto instan.
    • Souvenir Shop.
    • Plaza untuk aktivitas outdoor berupa Teater Anak.



    Aktivitas

    Aktivitas Temporer:
    • Diskusi tentang Tokoh dan Peristiwa Sejarah.
    • Pameran Temporer, Pameran Keliling.

    Pekan Museum Joang, terbuka untuk umum (Lomba Cedas Cermat, Lomba Puisi)

    Museum Joang 45 terbuka untuk umum dalam aktivitasnya, pengunjung atau peserta aktivitas dapat mendaftarkan diri untuk dapat terlibat dalam aktivitas museum. Dalam hal ini Museum Joang 45 bertindak sebagai Fasilitator. Beberapa aktivitas Museum yang terus dikembangkan diantaranya: Aktivitas Reguler:

    • Paket Kunjungan A, Tour Museum, Pemandu, Menonton Film, Kuis Berhadiah Doorpize
    • Paket Kunjungan B, Peserta 20 anak (Mengenakan kostum pejuang, Tour Museum dengan Pemandu, Games Terpandu, aksi Teater, Menonton Film, Kuis Doorpize),
    • Paket Kunjungan C, Menonton Film Perjuangan Pilihan Pengunjung, maksimum 100 orang
    • Paket Kunjungan D, Kunjungan biasa, pengunjung tidak dibatasi jumlahnya


    Koleksi
    Di museum ini dapat dilihat jejak perjuangan kemerdekaan RI dengan koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Di antaranya adalah mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama yang dikenal dengan mobil REP 1 dan REP 2, dan Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini. Selain itu ada pula koleksi foto-foto dokumentasi dan lukisan yang menggambarkan perjuangan sekitar tahun 1945-1950-an. Beberapa tokoh perjuangan ditampilkan pula dalam bentuk patung-patung dada.

  • Museum Bahari - Tempat Wisata Jakarta : Pada masa pendudukan Belanda bangunan ini dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti rempah-rempah yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat laris di pasaran Eropa. Bangunan yang berdiri persis di samping muara Ci Liwung ini memiliki dua sisi, sisi barat dikenal dengan sebutan Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat dibangun secara bertahap mulai tahun 1652-1771) dan sisi timur, disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur. Gudang barat terdiri dari empat unit bangunan, dan tiga unit di antaranya yang sekarang digunakan sebagai Museum Bahari. Gedung ini awalnya digunakan untuk menyimpan barang dagangan utama VOC di Nusantara, yaitu rempah, kopi, teh, tembaga, timah, dan tekstil.


    Pada masa pendudukan Jepang, gedung-gedung ini dipakai sebagai tempat menyimpan barang logistik tentara Jepang. Setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN dan PTT untuk gudang. Tahun 1976, bangunan cagar budaya ini dipugar kembali, dan kemudian pada 7 Juli 1977 diresmikan sebagai Museum Bahari.

    Museum Bahari adalah museum yang menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke yang berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa.

    Museum adalah salah satu dari delapan museum yang berada di bawah pengawasan dari Dinas Kebudayaan Permuseuman Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

    Museum Bahari juga menampilkan koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan serta cerita dan lagu tradisional masyarakat nelayan Nusantara. Museum ini juga menampilkan matra TNI AL, koleksi kartografi, maket Pulau Onrust, tokoh-tokoh maritim Nusantara serta perjalanan kapal KPM Batavia - Amsterdam.

    Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC. Selain itu ada pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Juga peralatan yang digunakan oleh pelaut di masa lalu seperti alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan meriam.

Comments

The Visitors says